Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Minggu, Juli 07, 2013

Cerita Kecil Tentang Observasi Anak

Wah senangnya yang lagi menyiapkan ini itu untuk ajaran baru maupun yang pertama kali masuk sekolah baru, termasuk keponakanku yang unyu-unyu ini. Gak terasa sudah masuk TK gitu, dan segala macam dipersiapkan untuk sekolah barunya. Sepertinya tidak ada kesulitan untuk mencari sekolah (TK) yang cocok di hati untuk keponakanku (Tata). Faktor dekat dari rumah adalah faktor utama yang dipilih untuk memantapkan hati meilih sekolah, cukup jalan kaki saja kalau mau ke sekolah.

Nah, setelah mendaftarkan diri untuk sekolah, beragam tes dilalui Tata, mungkin kurang tepat kalau dibilang tes, observasi anak, nah itu dia yang tepat. Observasi ini bertujuan untuk mengetahui sifat anak, dan cenderung dimana sih si anak ini, apa cenderung otak kanan atau otak kiri. Setelah melakukan observasi, kakakku bercerita jika Tata cenderung otak kanan *uhuk*. Tata ini kreatif, tetapi kurang disiplin (serius deh ini bener banget, ketawa ngakak). Tetapi ada hasil tes yang membuat sedikit terkejut, yaitu Tata merupakan anak yang introvert *glek*. Wah nggak nyangka, aku kira Tata itu bawel minta ampun, eh hasilnya ternyata introvert.

Dari hasil observasi, kita sekeluarga sedikit menyimpulkan sendiri, meskipun gak hanya observasi saja karena juga ada konsultasi di sekolah Tata. Jika menyimpulkan sendiri (keluargaku). Tata ini nggak suka belajar yang monoton atau hanya sekedar membaca teks pelajaran, karena dilihat dari Tata yang cenderung otak kanan, jadi lebih suka cara belajar yang visual atau melalui gambar-gambar (semacamnya). Kalau yang cenderung tidak disiplin, au ah gelap. Aku sekeluarga hanya ketawa jika mendengar Tata termasuk yang nggak disiplin.



BACA JUGA : YUK, BERMAIN DAN BELAJAR DI ANAK CERDAS



Melihat hasil observasi, membuatku mengingat masa kecil, "Kok, aku masuk TK gak ada observasi ya? hanya bayar ini itu, dapat seragam, rapat wali murid, sudah deh masuk sekolah". Ternyata dengan adanya observasi anak, memberi banyak manfaat seperti : kita sebagai orangtua akan tahu bagaimana cara belajar yang efektif buat anak, sedikit lebih tahu sifat anak yang ternyata belum kita ketahui, dan masih banyak lagi. Jadi, apakah ada yang memiliki cerita tentang observasi anak? ^_^b



2 komentar:

  1. Balasan
    1. eh sama kayak aku dulu mak :D
      selalu sekolah yg dekat ama rumah :D

      Hapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)