Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, Agustus 28, 2013

ASEAN jawabannya!!

Serumpun berasal dari kata rumpun, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah satu nenek moyang ; satu keturunan. Nah, bagaimana jika ada sebuah informasi yang menyatakan jika relief candi Borobudur ada kemiripan dengan candi Angkor Wat yang ada di Kamboja? Apakah itu merupakan suatu tanda jika Negara-negara yang ada di ASEAN itu serumpun? Sebelum tebak menebak, yuk jadi pengguna internet yang cerdas. Pengguna internet yang cerdas adalah user (pengguna) yang tidak secara langsung “menelan” seluruh informasi yang diterimanya secara bulat, baiknya jika pengguna internet melakukan pendalaman untuk memperoleh informasi yang dapat dipercaya.

Yang menjadi landasan jika relief candi Borobudur ada kemiripan dengan candi Angkor Wat adalah arsitek dari kedua candi tersebut yaitu Gunadharma. Candi Borobudur dan candi Angkor wat berdiri hampir sama yaitu sekitar 800-an Masehi, tetapi candi Borobudur yang lebih dahulu berdiri, selang beberapa masehi (-/+ 3 Masehi) barulah candi Angkor wat berdiri. Tidak salah memang jika Indonesia dan Kamboja disebut serumpun, salah satunya dengan melihat relief candi yang menceritakan tentang kosmologi Hindu ( aliran Waisnama, yaitu aliran yang lebih memuliakan dewa Wishnu). Sedangkan candi Borobudur memceritakan tentang kosmologi Buddha ( Kamadhatu, Rupadhatu, Arupadhatu ). Sebenarnya, apakah kedua candi tersebut merupakan candi Hindu atau Buddha, tentunya ada beberapa temuan yang menguatkan jika kedua candi tersebut awal mulanya adalah candi untuk kaum Hindu, diperkuat dengan adanya prasasti Sojomerto yang ada di candi Borobudur, prasasti tersebut menunjukkan jika pada awalnya beragama Hindu Siwa. Begitu juga candi Angkor wat ditemukan relief tentang kosmologi Hindu, meskipun kedua candi beralih penggunaannya sebagai candi untuk umat Buddha.



BACA JUGA : LIEBSTER AWARDS




Jika dipelajari lebih lanjut, apakah Indonesia dan Kamboja adala Negara serumpun, bisa ditemukan jawabannya di ASEAN. Ya! ASEAN (Association of South East Asia Nations) yaitu Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara. Karena secara letak geografinya Indonesia dan Kamboja berada di Asia Tenggara, kedua Negara tersebut merupakan anggota dari ASEAN. Tahukah kamu jika kedua candi tersebut telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia oleh UNESCO, juga merupakan persaingan di dalam sektor pariwisata? Sektor wisata merupakan peluang ekonomi bagi kedua tersebut.


Nah, agar Indonesia dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, diperlukannya peran serta dari pemerintah daerah, pelaku usaha, kalangan akademisi dan insan media massa (untuk menghadapi ASEAN Economic Community).

Pemerintah daerah dapat berperan dalam hal pemugaran lingkungan candi, bertindak keras tentang pencurian arca, percuma jika hanya mengesahkan peraturan daerah tentang pencurian tetapi pelaku pencurian tidak ditindak dengan tegas. Jika diperlukan polisi atau investigasi agar melacak pencurian arca, maka bentuklah!

Pelaku usaha dapat berperan dalam hal berinovasi souvenir yang menarik untuk para wisatawan, tentu saja dengan memperhatikan kebersihan daerah sekitar candi, harus ikut berperan dalam kebersihan (minimal kebersihan toko atau lapaknya) agar kawasan candi Borobudur tidak menjadi kumuh.

Kalangan akademisi bisa juga disebut sebagai mahasiswa, anak sekolah beserta orangtua yang biasa menikmati liburan dengan berwisata ke candi Borobudur. Tidak ada yang melarang untuk beramai-ramai berwisata ke candi Borobudur, tetapi alangkah pentingnya jika wisatawan juga ikut melestarikan candi Borobudur dengan cara buang jauh-jauh sikap vandalisme.

Insan media massa dapat berperan meliput tentang kegiatan yang diadakan di sekitar candi, tidak hanya tentang kegiatan keagamaan, tetapi bisa di luar itu. Sebenarnya dapat juga berkaloborasi insan media massa dengan pemerintah daerah untuk mengadakan kontes fotografi keindahan candi Borobudur, promosi di media massa dapat meningkatkan waisatwan.

Tentu saja semua itu harus ada sinergi antara pemerintah daerah (pemegang keputusan) , pelaku usaha (penggerak ekonomi daerah) , kalangan akademisi (SDM) dan insan media (promosi) , untuk menciptakan peluang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.





Referensi :
Sejarah candi Borobudur
Sejarah candi Angkor wat
ASEAN
Denagn diolah untuk konten blog ini.

2 komentar:

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)