Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, Agustus 29, 2013

Kenali Negara Tujuan Anda

Jika ingin atau pernah pergi keluar negeri, pastinya tidak asing dengan kata ini, yaitu paspor dan visa. Paspor merupakan identitas (seperti KTP) taraf internasional, sedang visa itu sendiri merupakan persetujuan ijin untuk seseorang yang akan masuk ke Negara lain (tujuan), tentu saja yang mengeluarkan persetujuan adalah Negara tujuan. Nah, untuk visa itu sendiri biasanya ada beberapa Negara yang membebaskan visa, tentu saja jika ditelusur lebih dalam lagi, hanya untuk yang bertujuan wisata biasanya bebas visa, karena memang tujuan wisata ke suatu Negara hanya dibatasi beberapa hari saja (biasanya antara 7 - 30 hari).


Lalu, bagaimana dengan Negara Myanmar yang tidak membebaskan visa? Perlu diketahui jika membebaskan visa merupakan kesepakatan diplomatik antara dua Negara. Bebas visa pun hanya untuk yang bertujuan berwisata (bukan untuk berbisnis, bekerja, sekolah atau yang lainnya). Jika Negara Myanmar tidak membebaskan visa untuk bertujuan wisata, terlebih dahulu kita harus mengetahui bagaimana keadaan politik dan keamanan Negara Myanmar itu sendiri. Negara Myanmar mulai bergabung di ASEAN pada tahun 1997. Hal ini tak lepas dari peristiwa 1988 yang merupakan aksi demosntrasi secara besar-besaran untuk menentang sistem pemerintahan junta militer (pemerintahan diktaktor militer), yang berakhir dengan pelanggaran HAM (tindak kekerasan tentara kepada demonstran). Meskipun pada saat itu pemerintahan junta militer mengganti nama dari Burma menjadi Myanmar yang bertujuan agar etnis non- Burma ikut merasa menjadi bagian Negara.
Meskipun pemerintahan Myanmar saat ini adalah pemerintahan sipil namun ditengarai sebagai bekas junta militer. Pada bulan Juni tahun 2013, Aung San Suu Kyi ( Ketua Nasional League for Democrazy) ingin mengajukan diri sebagai presiden Myanmar. Namun, konstitusi Myanmar melarang presiden dan wakil presiden mempunyai hubungan suami istri atau memiliki anak dengan warga Negara lain. Aung San Sun Kyi menikah dengan pria Inggris dan memiliki anak berkewarganegaraan Inggris, maka beliau tidak memiliki kesempatan menjadi presiden, kecuali konstitusi berubah.


Penjelasan saya di atas merupakan sebagian kecil dari keadaan politik dari Negara Myanmar, apalagi sekarang marak dengan berita rohingya dan mengakibatkan keamanan Myanmar bergejolak. Kita, sebagai wisatawan hendaknya mengetahui isu-isu politik maupun keamanan sebelum memutuskan untuk berwisata. Menurut pandangan saya, jika Negara Myanmar tidak membebaskan visa berarti berkaitan dengan kekuatan politik yang menaungi Myanmar, karena memang masih ada bekas dari rezim junta militer atau memang Myanmar sangat memperketat kedatangan orang asing yang dikhawatirkan akan memperburuk keamanan di Myanmar.



BACA JUGA : MENYATUKAN RAKYAT MENCIPTAKAN MASA DEPAN




Lalu, perlu atau tidaknya visa bagi perjalanan wisata. Lebih baik, jika bebas visa karena bebas visa juga sebagai daya tarik bagi wisatawan untuk berwisata. Wisatawan tidak merasa repot untuk mengurus visa, tentu saja yang sudah saya jelaskan di atas jika bebas visa juga kesepakatan diplomatik antar Negara asal dengan Negara tujuan wisata, jika adanya bebas visa dapat diartikan kedua Negara saling percaya akan keadaan politik dan keamanan, setidaknya deiperlukan kepercayaan jika Negara tujuan memberikan rasa aman kepada wisatawan.
Sebelum berwisata, yuk kenali dulu keadaan Negara tujuan wisata anda. 


sumber
wikipedia (Myanmar, ASEAN)
Metro News
Dan diolah untuk konten blog ini.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)