Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Wisata sejarah di Tugu Pahlawan

wisata sejarah di Tugu Pahlawan.

Bulan November, masih terasa dengan atmosfer hari pahlawan, apalagi kalau tinggal di Surabaya, pasti banyak acara yang bertemakan pahlawan. Lah, aku yang tinggal di Sidoarjo rasanya ngiler kalau disodorin japrian berupa event di kota pahlawan, “Aku mah apa, nggak dibolehin sama Mama kalau keluar malam” *cihuy*.

Untungnya, bisa menyesap sedikit aroma penuh kenangan, eh maksudnya aroma kepahlawanan dengan mengikuti tur 3 museum di Surabaya yang diadakan oleh komunitas mata ponsel jawa timur. Sebenarnya, tur museum diadakan di seluruh wilayah yang bernaung di bawah mata ponsel *beuh, bahasaku*. Nah ini, kalau mata ponsel area jawa timur, mengadakan tur ke tiga museum yaitu Tugu Pahlawan, Museum Kesehatan dan House of Sampoerna. Postingan tur ke museum bakalan aku posting satu persatu, tungguin aja seri berikutnya *tetep promosiin blog*.

Nggak afdol rasanya, kalau ke Surabaya nggak pakai nyasar. Lah gimana, aku sama temen (Mbak Dedew) nggak tau jalan menuju Tugu Pahlawan, padahal waktu berangkat kayak sok iyes gitu. Sedikit tips yang nggak tau arah untuk menuju ke suatu tempat, mepet terus ke teman yang tau jalan, meskipun dilalui dengan ngebut karena nggak mau ketinggalan plus hampir nyerempet gerobak, ngoahahaha..

Para peserta boyband, eh maksudnya sebagian teman - teman dari MP_Jatim


Alhamdulillah, sampai ke Tugu Pahlawan dengan selamat dan kecantikan tidak memudar meskipun diterjang terik matahari yang ra uwis – uwis. Ternyata, masih banyak pengunjung di Tugu Pahlawan, ada yang menggunakan semacam tour guide juga loh, bahkan ada segerombolan pengunjung yang memang sengaja berpakaian ala – ala pejuang, kece badai!



BACA JUGA : KESERUAN DAN KENGERIAN DI MUSEUM KESEHATAN SURABAYA.





Ada apa di dalam Museum Sepuluh Nopember?

Langsung meluncur ke Museum Sepuluh Nopember, cukup rogoh kocek lima ribu, kalau kamu pelajar atau mahasiswa cukup menunjukkan kartu pelajar atau KTM, dan gratis masuk museum *umpetin KTM tahun ajaran 2007*. Seumur – umur, baru kali ini mengunjungi Tugu Pahlawan dan Museum Sepuluh Nopember. Seiusan deh, kalau mau ke Tugu Pahlawan, bawa topi atau apalah, panasnya cetar!

Tak hanya berupa patung, tapi juga terdengar suara pidato Bung Tomo.

Museum Sepuluh Nopember ini sepertinya berada di dalam bawah tanah ya, karena lokasinya agak menjorok gitu, hawanya lebih sejuk dibandingkan di Tugu Pahlawan. Di dalam sana, kamu bakalan melihat, mendengar dan merasakan betapa heroiknya para pejuang untuk melawan penjajah, dan yang membuat animo pengunjung besar dan rela berjubel, saat mendengar pidato Bung Tomo yang menggelegar. Banyak lukisan tempo doeloe, seragam, senjata, bahkan ada juga duit jaman dulu.

Pengunjung museum.


Pengunjung Museum.


Museum ini terdiri dari dua lantai. Koleksinya lebih banyak di lantai satu, pada jam – jam tertentu bisa melihat film dokumenter perjuangan Bung Tomo dan penjuang lainnya dari jajahan Inggris, film ini bisa dilihat di ruangan Diorama Elektronik. Tenang, film dokumenter bisa dilihat dari berbagai umur, karena tidak ada pembunuhan sadis atau darah berceceran. Tapi, lebih baik damping putra – putri anda kalau mau lihat film ini, ya biar lebih bisa mengarahkan. Di lantai dua, lebih banyak koleksi seragam para pejuang dan banyak juga koleksi senjata. Lantai dua spot yang bagus untuk jepret patung Merdeka atau mati. Meskipun berkali – kali mendengar Pidatonya Bung Tomo, tetep aja merinding.

Diorama elektronik


Mas bule aja ke sini, masak kamu nggak?

Diorama statis di lantai 2


salah satu koleksi senjata di lantai 2

Merdeka atau mati!

Selain itu, ada juga perpustakaan, galeri lukisan, dan tempat penjualan souvenir. Untuk pengunjung seperti aku yang baru pertama kali, exited banget. Tetapi, jumlah pengunjung yang banyaak, rasanya kayak sesak gitu, kurang bisa menikmati yang lama. Bisa juga menambah koleksi di lantai dua, atau lebih menyebar saja koleksinya, kalau di lantai satu doang, rasanya pengunjung tumpek blek di lantai satu. Oiya, di kawasan ini nggak ada pedagang, boleh kok bawa air minum kemasan atau cemilan, tapi jangan lupa untuk membuang sampah pada tempatnya, cukup meninggalkan kenangan, jangan meninggalkan sampah. Tugu Pahlawan, masih tetep kece dan bisa menjadi destinasi wisata sejarah nomer wahid.

Leyeh - leyeh


Nantikan, postingan perjalanan ke Museum Kesehatan dan House of Sampoerna.

JENG..JENG..

Posting Komentar untuk "Wisata sejarah di Tugu Pahlawan"