Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, Januari 15, 2016

Kebiasaan aneh

Menjadi orang “normal” sangat susah, apalagi kita tidak tahu bagaimana standar untuk menjadi orang “normal”. Bukan, bukan mengenai fisik, kenormalan bisa juga menyangkut tentang cara berpikir. Jika orang pada umumnya, jika ada pertanyaan 2 + 2 = 4. Bisa saja segelintir orang akan menjawab 6,8,99,102 dan semacamnya, maka segelintir orang ini akan dicap “aneh” karena nggak sesuai dengan yang biasa kita jalani. Padahal untuk cara berpikir, terkadang tidak hanya mencari mana yang benar atau salah, tetapi bagaimana kamu mengalami sebuah proses untuk menemukan suatu jawaban *halah ini penjabarannya kok ya bikin mengerut dahi*.



Bukan mau nulis yang gimana – giman sih, hanya tulisan ringan. Kalian pasti memiliki hobi kan ya? Pada umumnya hobi diisi dengan hal – hal yang menyenangkan, bisa membuat kerajinan, berolah raga, menanam bunga, atau hal yang bisa mengalihkan kita dari kegiatan sehari – hari yang super padar. Tapi, seperti ada yang nggak wajar dengan hobiku yang satu ini, ya selain sering menimbun buku daripada membacanya. Ada satu lagi sebenarnya yang bukan kebiasan, tetapi lama – kelamaan menjadi kebiasaan. Rasanya agak malu gitu kalau nulis di blog ini, bukan memalukan tetapi konyol aja.

Apakah kamu kayak aku yang gunting tuh label baju yang ada di krah (yang di leher itu loh).

Sama seperti kebiasaanku? Plis, ada yang sama dong, biar nggak merasa sendirian *halah*.

Sebenarnya ini sepele. Tapi penting. Entah berawal dari kejadian apa, tapi risih loh kalau ada label yang letaknya di leher, bikin geli dan pernah juga bikin merah kulit, entah apa karena bahan labelnya yang bikin kulit nggak nyaman, atau malah kulitku yang sensitif.

Percayalah, perkerjaan untuk gunting semua label baju yang ada di krah, merupakan hal yang bisa dijadikan hobi yang mengasyikan, nganggur bener deh sukanya gunting label. Waktu beli kemeja, baju, atau bahkan daster, langsung deh ambil gunting. Pernah loh aku mencoba menghentikan kebiasan ini, bagaimana caranya? Ya dengan membiarkan saja label yang ada di baju. Apa yang terjadi? Huwo, ternyata nggak bisa tidur, ada yang mengganjal di leher, bikin geli tapi risih.

Apa yang harus aku lakukan agar menghentikan kebiasaan ini? Ada yang bisa bantu? Atau biarkan saja karena nggak mengganggu.

Eh ternyata nggak hanya label baju yang aku gunting, melainkan benang – benang yang kiwir-kiwir, apa ya bahasa Indonesianya, itu loh kalau kita melihat di pojokkan baju, biasanya ada sisa benang yang bergerombol dan berayun – ayun bebas, rasanya paling risih lihat benang tipis atau yang gerombol di sudut. Meskipun nggak bawa gunting dan sekitar nggak ada gunting, langsung main cabut aja tuh benang dari baju, eh ternyata malah sobek, waduh!

Tanpa ada alasan, rasanya hanya mengganggu aja, nggak rapi kalau dilihat, cabut cus!

Selanjutnya kebiasaan yang sebenarnya bukan kebiasaan juga sih, seperti sikap menjaga diri dari hal – hal yang aneh. Yaitu nggak mau angkat telepon dari nomor yang nggak dikenal (tidak ada di daftar kontak hape). Bawaannya horor aja. Awal kebiasaan ini karena saat itu ditelpon dari pihak Bank apa gitu, tiba – tiba ketiban rejeki duit gede, lama – kelamaan ya tahu kalau itu penipuan. Pernah juga ditelepon modus penipuan juga, terus ada juga telepon iseng yang tiba – tiba minta kenalan yang suaranya agak gimana gitu, rasanya pengin nampol orang itu.

Akhirnya, sampai saat ini nggak berani nerima telepon dari nomor asing. Meskipun saat ini banyak teman yang baru sudah tahu nomor teleponku atau pihak brand/perusahaan/agency tahu nomor teleponku, setidaknya kalau mengajak kerjasama lewat email, kalau ingin telepon pasti, ada konfirmasi terlebih dahulu.

Gara – gara ketakutan ini, hampir dimarahi oleh mas salah satu ekspedisi yang ingin antar barang ke rumah, telpon aku untuk konfirmasi kalau paketnya mau dikirim hari ini. Beberapa kali telepon aku, nggak ada jawaban, kemudian aku sms ingin mengetahui, siapa yang barusan telepon aku, eh ternyata pihak ekspedisi, huahaha. Duh gimana ya bisa menghilangkan kebiasaan ini, apa ini paranoid ya? Huhaaa jangan sampai dibilang paranoid.

4 komentar:

  1. Untuk yg nomor telepon kayaknya harus diubah mbak. Mulai dri sekarang berpikir positif saja.

    BalasHapus
  2. Saya juga punya kebiasaan seperti mba juga. Saya juga kadang malas mengangkat telepon yang tidak masuk dalam daftar kontak (Contact Number). Biasanya sih takut aja kalau ada yang nagih sesuatu heihiehiehiehiehhieee

    BalasHapus
  3. Mbak, kalo soal guntingin label di kerah baju, aku pun suka begitu mbak haha tak peduli baju itu merk terkenal atau biasa, sukanya aku potong itu label. Abisnya kagak nyaman dipake, gesrek gesrek kulit tengkuk yg sensitif : :D

    BalasHapus
  4. Standar untuk jadi orang normal emang kadang suka ngebingungin hehe. Tapi justru ada orang yang ngelakuin suatu hal di luar normal malah dikiranya aneh, padahal ngga semua yang anti mainstream itu aneh. Btw, saya juga punya kebiasaan nimbun buku tapi belom kebaca :p

    Kalo soal label pakaian, saya ngga begitu risih, masih setia dibiarkan pada tempatnya. Lain ceritanya kalo ada benang yang kiwir-kiwir (ikut aja deh istilahnya hehe), bawaannya langsung pengen nyabut aja. Bener tuh, kalo ngga ada gunting pasti pengennya langsung nyabut, eh malah sobek :D

    Untuk masalah telepon dari nomer yang ngga dikenal, well... namanya ketakutan pasti ada, apalagi modus penipuan via telepon pun masih ada. Saya pun masih suka begini, cuma dalam beberapa kasus masih saya angkat, khawatir dari orang yang emang ternyata bener-bener butuh bantuan kita. Berdoa aja dulu sebelum ngangkat telepon dari nomer ngga dikenal, insya allah ngga akan ada yang macem-macem :)

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)