Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sabtu, November 12, 2016

Mengenal lebih jauh tentang Eco Driving

"Eco Driving, mau gak tekor? begini caranya."

“Tahukah kamu, pada tahun 2010, populasi kendaraan bermotor menyentuh angka 1 Milyar diseluruh dunia, bisa dibayangkan berapa banyak konsumsi bahan bakar, dan populasi kendaraan bermotor setiap tahun yang terus meningkat. Bagaimana dengan kondisi 5, 10, atau 20 tahun yang akan datang? “

Sudah menjadi suatu hal yang lumrah kalau kota Surabaya dalam kesehariannya identik dengan macet, meskipun belum separah Ibu Kota, tapi macet di Surabaya membuat para pengendara elus – elus dada untuk sabar atau mungkin sudah terbiasa menghadapi kemacetan di Surabaya.

Seperti halnya saat aku dan temanku segera melaju dengan motor untuk segera hadir di acara gathering Mobil 123 Portal Otomotif No.1. Lokasi acara nggak seberapa jauh, tapi yang bikin lama sampainya ya karena dilanda macet ditambah cuaca yang cukup terik, merupakan kondisi yang membuat stok kesabaran perlu ditambah lagi. Nah, cocok banget nih gathering mobil 123 akan membahas seputar kendaraan, yaitu tentang Eco Driving.

makan siang dulu, ya.

Apa sih Eco Driving itu?

Gathering Mobil123 berlokasi di Buro café, Surabaya. Sebelum acara dimulai, blogger dan media disuguhkan makan siang yang lezat dan ditemani oleh suara indah dari band akustik yang lagunya bikin adem suasana.

Bapak Sugihendi (baju abu - abu)

Pematerinya adalah Bapak Sugihendi, perwakilan dari Nissan. Tujuan mengadakan gathering yang mengambil tema “Eco Driving, mau nggak tekor? Ini caranya.” Adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang Eco Driving. Jujur aja nih, sebelum datang ke acara gathering Mobil123 ini, pengetahuanku tentang Eco Driving hanya sebatas pemilihan bahan bakar yang ramah lingkungan loh. Eh ternyata pembahasan Eco Driving cakupannya masih luas.

Meskipun cakupan Eco Driving yang luas, tetapi Bapak Sugihendi menjelaskannya langsung masuk ke dalam otak, detail dan mudah dipahami. Pemaparan pertama adalah tentang latar belakang tercetusnya Eco Driving, yaitu karena timbul keresahan tentang populasi kendaraan yang setiap tahunnya mengalami tren positif (terus meningkat) tentu semakin banyak populasi kendaraan, semakin banyak pula konsumsi akan bahan bakar. Teman – teman pada tahu kan ya kalau sumbangan terbesar dari polusi udara yang berasal dari asap kendaraan. Wah, kalau dibirakan saja, nggak bisa ngebayangin deh apa yang terjadi 5 tahun kemudian. Dari keresahan tersebut, munculah Eco Driving yang diharapkan mampu berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan.

Driving skill memiliki 3 aspek :

1. Defensive Driving : Mengemudi untuk nyawa, waktu dan uang.

2. Safety Driving : Mengemudi aman dan selalu berpikir jauh ke depan serta waspada terhadap segala resiko yang terjadi.

3. Eco Driving : Mengemudi untuk menghemat waktu, biaya dan ramah lingkungan.


Pak Habibi (tengah), kepala cabang Surabaya dan sekitarnya, menyempatkan diri untuk datang ke acara ini. Sukses ya, pak :)

Persiapan sebelum berkendara.

Agar tercipta Eco Driving, sebelum berkendara wajib nih untuk melakukan persiapan. Berikut empat tahap untuk melakukan persiapan sebelum berkendara :

1. Gunakan bahan bakar yang sesuai dengan nilai oktan (dianjurkan untuk bahan bakar yang memiliki nilai oktan tinggi, 92 untuk nilai oktannya). Pengaruhnya apa sih nilai oktan ini? Bagi yang belum tahu, nilai oktan akan menentukan pembakaran yang sempurna, sehingga dapat berpengaruh terhadap tenaga yang dihasilkan oleh mesin dan akan menghasilkan gas buang yang lebih bersih. Eh tapi, ada gak yang menggunakan bahan bakar oplosan (campuran), lebih baik hindari penggunaan bahan bakar oplos karena dapat merusak mesin. Seperti ini contohnya, saat menggunakan bahan bakar dengan oktan besar, kendaraan melaju dengan mulus, eh saat bahan bakar dengan oktan rendah mulai bekerja, lah kendaraan yang tadinya mulus aja, langsung jadi lemot.

2. Periksa tekanan angin ban. Jika tekanan ban kurang, akan menyebabkan keausan pada ban dan akhirnya akan boros pada pemakaian bahan bakar.

3. Hindari muatan yang berlebih. Hayo, siapa yang suka bawa barang banyak atau bahkan memaksakan kendaraan untuk mengangkit beban berkilo – kilo? Tahu gak sih, kalau setiap beban berat yang harus dibawa dengan kendaraan akan memakan tenaga yang besar pula, sehingga konsumsi bahan bakar akan semakin banyak.

4. Service kendaraan secara berkala. Tujuan melakukan service berkala adalah untuk mengetahui apakah ada knalpot yang bocor, adakah oli yang kotor, busi yang aus, dan juga untuk mengontrol emisi. Lakukan service secara berkala agar performa kendaraan dapat maksimal. Jika sistem kontrol emisi bermasalah dapat mengakibatkan meningkatnya konsumsi bahan bakar. Kendaraan baru atau sudah lama harus service secara berkala ya, biar tetap optimal ketika dipakai.



Selain melakukan persiapan sebelum berkendara, dibutuhkan juga Eco Driving skill. Yuk lah dicek apakah sudah benar skill kita saat berkendara, simak yuk :

1. Saat menekan pedal gas, lakukan secara perlahan atau bertahap. Siapa di sini yang suka injek gas sampai dalam? Nah loh, kalau injek gas sampai dalam, bisa mengakibatkan pemborosan bahan bakar loh.

2. Jika ingin pindah gigi, sebaiknya pindah saat 2000RPM untuk menjaga agar tetap ekonomis tanpa harus kehilangan torsi untuk menggerakkan kendaraan. Selain itu transmisi otomatis putaran mesin dapat dijaga di sekitar 2000RPM, agar pemakaian bahan bakar dapat maksimal. Coba deh kedua tahap ini dijalankan, pengendara akan merasakan perbedaan untuk penghematan bahan bakar.

3. Antisipasi terhadap kondisi lalu lintas untuk menghindari akselerasi mendadak yang terus menerus. Siapa nih yang punya kebiasan saat traffic light berwarna ijo langsung tancap gas begitu aja? Ternyata salah loh berkendara seperti itu, harus gas secara perlahan atau bertahap agar pembakaran bahan bakar terjadi secara optimal. Ya meskipun kita gas secara perlahan pasti kena “semprot” sama pengendara yang berada di belakang kita, hehehe. Kebiasaan yang baik harus dimulai dari diri kita sendiri. Oiya, Eco Driving mengajarkan akan kecepatan aman bukan mengajarkan kecepatan tinggi. Harus waspada ya saat berkendara, pastikan juga jarak aman antar kendaraan.

4. Jangan meletakkan kaki pada pedal kopling (transmisi manual) saat berkendara atau berkendara setengah kopling, karena menyebabkan kopling akan cepat panas dan boros bahan bakar.

5. Jangan nge-rem secara mendadak. Kurangi kecepatan terlebih dahulu, kemudian rem.

6. Pertahankan pada kecepatan yang wajar di jalan tol.

7. Hindari mesin idling (menyala dalam kondisi netral). Biasanya nih bagi teman – teman yang sedang menunggu adek atau anaknya pulang sekolah, lebih baik matikan mesinnya, karena bisa menghemat bahan bakar.

8. Aktifkan AC pada temperature yang tidak terlalu dingin, kalau temperature AC sangat dingin akan membebankan mesin.

9. Tutup jendela pada kecepatan tinggi. Mengemudi dengan jendela terbuka dengan kecepatan tinggi akan mengganggu aerodinamika kendaraan dan menurunkan nilai ekonomis bahan bakar.

10. Jangan mengemudi secara agresif, karena bisa menyebabkan kita akan menginjak gas yang lebih dalam. Nah loh, yang nggak sabaran saat berkendara, harus perhatikan keselamatan diri sendiri dan pengendara yang lain. Kalau suka ngebut, malah boros pemakaian bahan bakar.



Dari penjelasan di atas, siapa nih yang sudah menerapkan Eco Driving skill? Kalau sudah menerapkan kesepuluh tahapan yang sudah dijelaskan, apa sih manfaatnya? 

Manfaat Eco Driving.

Manfaatnya adalah penghematan biaya, hemat biaya bahan bakar dan biaya perawatan. Mengurangi polusi udara. Mengurangi tingkat stress saat berkendara, dan mengurangi resiko kecelakaan.

Wuiih materinya padat dan bergizi, semoga bermanfaat ya. Selain penjelasan materi Eco Driving, ada juga sesi pertanyaan dan pengundian dorprize. Selamat untuk para pemenang.

selamat ya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)