Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, November 25, 2016

Tumbuh Kembang Anak


Meskipun belum menikah, boleh dong ya membahas tentang tumbuh kembang anak 😁. Sedikit curhat saja sih, karena masih menjadi topik hangat tentang kenakalan remaja. Tapi, bukan curhat tentang kenakalan, tapi perkembangan anak. sempat juga ngobrol ringan dengan Mama tentang gimana sih dulu saat mengasuh aku dan kakak – kakakku. Katanya sih, sekarang lebih enak mengasuh anak, sekarang jaman internet, banyak situs – situs yang membahas tentang tumbuh kembang anak, buku tentang parenting juga banyak, talkshow parenting banyak tersebar di mana – mana, kalau dulu Mama merasa kesulitan dan harus pintar untuk mengasuh anak, tahu sendiri dong, jaman tahun 80an belum ada internet, televisi saja masih hitam putih. Orangtua dituntut lebih kreatif dan pintar. Apalagi, Mama tinggalnya jauh banget dari Orangtua.

Nggak ada salahnya kalau masih single mengikuti talkshow tentang parenting 😎, karena ilmu pasti ada manfaatnya, ya bisa dibilang nabung ilmu terlebih dahulu. Sependek pengetahuanku tentang perkembangan anak, dimulai dari si bayi berada dalam kandungan, katanya si masa – masa emas yang memang harus terpenuhi seluruh nutrisinya.


Ternyata beda lagi cara asuhnya ketika anak – anak berusia 2 tahun dengan usia 4 tahun. ada yang merasa kalau anak atau adek atau keponakan yang masih kecil sukanya aktif banget, itulah salah satu cara anak – anak kenal akan lingkungannya, serba ingin tahu, esplorasi dunianya sendiri atau kadang – kadang suka meniru apa yang ada di sekitarnya. Beda lagi dengan anak yang berusia 4 tahun, mulai diajarkan mana yang tidak boleh dan boleh dilakukan, kosakata sudah lebih banyak yang dikuasai.


Bagaimana cara mendidik anak usia dini yang baik dan benar? Selain memberikan nutrisi lengkap, ciptakan juga lingkungan yang ramah anak, dimulai dengan lingkungan keluarga. Keluarga yang aktif dengan perkembangan anak, misalnya memberikan permainan edukatif untuk kemampuan motoriknya, orangtua memberikan teladan yang bai untuk anak. lakukan hal baik meskipun kecil karena anak akan meniru apa yang dilakukan oleh orangtua. Biasakan memberikan contoh yang baik di depan anak, misalnya membuang sampah pada tempatnya. Saling menyayangi antar anggota keluarga. Selain mengajarkan kecerdasan intelektual kepada anak, kecerdasan emosi juga perlu diajarkan. Seperti berteman dengan teman, berkata jujur, berani bercerita di depan kelas atau teman – temannya. Karena anak dengan kecerdasan emosi dapat mudah bergaul dengan lingkungannya.


Tentunya gampang – gampang susah untuk mengajarkan anak, terkadang kalau menghadiri talkshow parenting sepertinya mudah dipraktekkan tapi kenyataannya kok ya susah juga. yang paling penting adalah peran serta kedua orangtuanya, bagaimana menerapkan kecerdasaan emosional maupun intelektual kepada anaknya,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)