Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sabtu, Juli 06, 2013

Bukan Teman Melainkan Sahabat

Berapa teman yang kamu miliki? Berapa sahabat yang kamu miliki? Nah loh, apa bedanya teman dan sahabat? Contoh gampangnya niy, berapa teman di facebook mu? Ada seribu lebih? tapi berapa sahabat yang kamu miliki? cuma lima? Ya! karena sahabat lebih dari teman (bukan TTM =,="). Jadi sahabat itu memiliki satu tingkat lebih tinggi dari teman. Sahabat itu yang mengerti kamu luar dalam, tak peduli sesibuk apapun kamu, sahabat akan memakluminya dan bukannya menganggap kamu sombong. Tak hanya menerima semua kelebihanmu, tapi juga dengan tangan terbuka menerima kekuranganmu.

Apa pernah sahabat melukai kamu? Jawabanku sih pernah, dan itu wajar karena orang terdekat kita yang akan sering menyakiti kita, tapi dalam catatan menyakiti yang nggak berlebihan, misalnya salah paham, egois yang dominan. Beda kasus ya kalau nikung cowok sahabat, hehehe.. amit-amit deh.

Menemukan sahabat itu susah-susah gampang, dibutuhkan "rasa" tapi jika sudah yang menemukan yang "klik" wah senengnya minta ampun. Dan, aku sudah menemukannya, sahabat yang mulai dari SMP sampai hari ini, meskipun kita sama-sama sibuk (ya, dilihat dari statusnya yang sudah menikah, tapi aku masih lajang *mewek*). Kami tetap saling kontak, tak ada rasa "terlupakan", toh jika ada waktu kosong, memang disempatkan untuk bertemu.

Ada sih kejadian yang kurang enak dijalani, ketika pertama kali bekerja. Di tempat tersebut menemukan teman yang "klik" kemudian aku sudah menganggapnya sahabat, bahkan saudara sendiri. Kejadian tidak mengenakan muncul ketika dia berhutang kepadaku, alasannya sih untuk anaknya (memang dia sudah berkeluarga). Cukup besar sih yang dipinjam, dan itu merupakan gaji pertamaku yang dia pinjam, eh dia ternyata tiba-tiba mengundurkan diri dari tempat dia bekerja dan astagaaaa ternyata bukan aku saja dia berhutang, melainkan kepada teman-teman lainpun dia berhutang, setelah ditagih sana-sini ada yang dilunasi tetapi hutang di aku tak kunjung dia lunasi, malah beberapa minggu kemudian ternyata dia pindah rumah (rumah sebelumnya adalah kontrak). hmmm pernah sih aku menemui dia, menemui ditempat kerja yang baru dan yang lama, tapi gak ada hasilnya, malah aku tidak menemukan batang hidungnya di tempat kerja dia yang baru, entah beneran kerja di tempat yang baru atau hanya bualan. Saat itu juga aku memutuskan untuk tidak lagi mengontak dia, dan bersikap pasrah aja, insya ALLAH ada gantinya, dan berpikiran positif aja deh. life must go on.

Buat apa mempertahankan orang yang tidak peduli dengan kita, lebih baik menjaga hubungan baik dengan sahabat, dan orang-orang yang care disekeliling kita.



Tulisan ini dibuat untuk mengikuti kontes #Julingeblog #Day6

2 komentar:

  1. dan jangan lupa juga sahabat itu bagai kepongpong, heheheheh

    salam kenal mba

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)