Ad Placement

Aplikasi Pajak Online Yang Terpercaya Dan Lengkap

Aplikasi Pajak Online Yang Terpercaya Dan Lengkap

aplikasi pajak online




Kurang lebih sudah 3 tahun saya memiliki NPWP, saat itu daftarnya bersamaan dengan teman yang memang memiliki penghasilan yang lumayan tinggi, masih muda, sadar pajak, idaman banget. Saya mengiyakan untuk ikutan bikin NPWP karena saya akan mengikuti liputan acara yang diharuskan memiliki NPWP untuk proses administrasi berkaitan dengan penghasilan.

Teman saya selalu mengingatkan untuk tidak lupa lapor SPT tahunan. Karena memiliki sistem self assessment yang mengharuskan Wajib Pajak untuk melakukan proses daftar, hitung, bayar, dan lapor secara mandiri.

Kewajiban perpajakan.

Untuk membuat NPWP bisa melalui offline atau KPP (Kantor Pelayanan Pajak) terdekat yang ada di kotamu maupun secara online. Kemudian hitung sesuai dengan peraturan yang ada.

Pasti kamu tidak asing dengan pelaporan menggunakan e-Filling, tapi kamu apa sudah mendengar tentang e-billing? Pembayaran pajak secara elektronik yang bertujuan untuk kemudahan dan kenyamanan untuk Wajib Pajak.


Berikut 4 hal yang perlu disiapkan untuk membuat kode e-Billing :

  1. NPWP Penyetor Pajak.
  2. Kode Jenis Pajak dan juga Kode Jenis Setoran.
  3. Masa Pajak dan Tahun Pajak.
  4. Jumlah Pajak yang akan disetorkan.

Apabila terdapat kesalahan pengisian pada kode billing atau masa berlakunya telah habis, kamu masih bisa membuat kembali. Teliti juga untuk menentukan jenis pajak, agar tidak salah dalam penghitungan.

Pembayaran pajak yang dilakukan secara online, pembayarannya ke rekening kas negara, melalui ATM, Internet Banking, EDC maupun mobile banking.

Sesuai peraturan yang diterapkan, ada batas waktu untuk melaporkan SPT tahunan ;

Batas waktu penyampaian SPT tahunan (WP Pribadi) adalah paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak (tanggal 31 Maret tahun berikutnya).

Batas waktu penyampaian SPT tahunan (WP badan) adalah paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak (tanggal 30 April tahun berikutnya).


Apabila terjadi Kekurangan pembayaran pajak yang terutang berdasarkan SPT Tahunan PPh, Wajib Pajak harus dibayar lunas sebelum SPT PPh disampaikan.

Kadang sebagai Wajib Pajak juga merasa bingung tentang peraturan pajak penghasilan, akhir-akhir ini juga santer terdengar tentang perubahan nominal PTKP.

Untungnya, saya dapat informasi tentang web yang lengkap, ada 6 layanan PJAP, dan layanan penunjang lainnya tentang pajak, bisa digunakan untuk perorangan maupun perusahaan, memiliki layanan konsultasi pajak juga. Jadi, nggak perlu repot harus ke web djponline atau ingin daftar e-billing, e-FIN dengan web yang berbeda lagi, karena dalam satu web yang saya rekomendasikan untuk kamu bisa sekaligus e-billing dan e-Filling dan masih banyak lagi keuntungannya.


Aplikasi Pajak Online.

Ayo! Pajak merupakan aplikasi pajak online yang membantu kamu untuk menghitung pajak, membayar pajak, hingga pelaporan pajak, dan telah terdaftar resmi dan terintegrasi penuh dengan Direktorat Jenderal Pajak.

3 Fitur utama yang bisa kamu gunakan di web tersebut, yaitu :

  1. e-Filling.
  2. e-billing.
  3. e-Faktur.
  4. Dan 3 fitur yang akan segera hadir adalah e-Bukpot, e-Registrasi, dan e-SPT.

Web Ayo! Pajak bisa dipakai perorangan maupun perusahaan, loading webnya ringan dan aplikatif, langkah-langkah untuk membuat akun di sana juga sangat mudah.

Keberadaan web ini juga membantu pelaporan SPT tahunan, tenang saja laporan di Ayo! Pajak tidak dikenakan biaya sama sekali. User friendly apalagi untuk Wajib Pajak baru, kamu bisa mendapatkan informasi maupun konsultasi tentang pajak secara gratis.

Selain memudahkan untuk pembayaran hingga pelaporan pajak, Ayo! Pajak bisa untuk pengarsipan data, kita bisa menganalisa trend penghasilan dari tahun ke tahun, jenis dan alokasi penghasilan, kita juga lebih tahu tentang jenis pajak apa yang sering kita bayarkan.
Mengapa Saya Konseling? (2-end)

Mengapa Saya Konseling? (2-end)




Suatu prose yang tidak mudah, dan akhirnya saya bisa melewatinya. Beberapa minggu yang lalu, merupakan hari terakhir saya untuk konsultasi ke psikolog, dan butuh waktu juga untuk menuliskannya karena bingung juga ingin bercerita.

Awalnya saya menulis karena ingin mengambil hak saya untuk membela nama baik saya. Tidak pernah menyangka perkataan buruk ke luar dari (mantan) orang yang saya cintai di depan keluarganya. Jika ingin bersama wanita lain, mengapa harus mengorbankan nama baik saya.

Saya tidak tau harus bagaimana, terputusnya komunikasi, jarak yang jauh, dapat perlakukan dengan perpisahan yang tidak adil, ditambah lagi dengan nama saya dijatuhkan begitu saja.

Saya sudah baik-baik minta penjelasan, tapi hanya tuduhan yang nggak berdasar menimpa saya. Bingung, apa yang harus saya lakukan… saya tidak tahu harus bagaimana..

 

Dengan menulis…

Mengambil hak saya untuk bersuara, saya marah, saya bingung, saya sedih, saya kecewa dan semua perasaaan saya ungkapkan lewat tulisan. Itu salah satunya cara yang bisa saya lakukan…


https://www.sariwidiarti.com/2021/05/mengapa-saya-konseling.html



Dengan menulis…

Saya mengetahui perjalanan saya untuk menemukan jati diri saya kembali. Tidak mudah untuk menulis sebuah proses ke psikolog.


Tenang saja, saya tidak mengumbar aib, tulisan di blog tidak begitu detail ketika saya berdoa kepada Tuhan maupun ketika sesi konseling.


Ternyata, ketika saya menulis, ada yang memberi semangat, dukungan dan virtual hug. Banyak juga yang bercerita tentang pengalaman tentang mental health, tidak hanya tentang percintaan, tapi ada cerita lainnya.


Dengan menulis…

Saya ingin membantu orang-orang atau kaum perempuan yang merasa struggle tentang permasalahan, kemudian saya menulis tentang cara ke psikolog. Alhamdulillah ada yang apresiasi karena sudah bertahun-tahun dia memendam “luka”, dan ngga tau harus bagaimana.

Saya tahu, memutuskan untuk pergi ke psikolog merupakan suatu keputusan yang paling berat, banyak pertimbangan yang mengitarinya.


https://www.sariwidiarti.com/2021/05/bagaimana-caranya-ke-psikolog.html



Saya tidak menjadikan mental health sebagai “tameng” agar dikasihani. Justru saya ingin tahu lebih banyak, maka saat sesi konseling sering bertanya meskipun di luar topik permasalahan utama.

Kita semua rentan terhadap luka, semua orang memiliki luka, dan cara untuk menangani luka itu juga berbeda.

Bagi saya, luka yang saya alami saat kemarin, merupakan pengalaman yang “baru”. saya tahu, sebelum-sebelumnya saya pernah patah hati, tapi tidak seprti ini.

Putus cinta kali ini berdampak pada psikis maupun fisik saya. Secara fisik, saya merasa mual, muntah, tiba-tiba nangis yang nggak tau apa sebabnya, bahkan dari dapur (waktu itu setelah selesai makan) menuju kamar tidur saya, tiba-tiba nangisnya deras.

Ketika itu saya sulit mendeskripsikan apa yang saya alami, ini tidak seperti saya yang biasanya.

Saya tidak bisa mengatasi perasaan yang saya alami, hingga sulit tidur, kalau sulit tidur (bahkan sering mimpi buruk), saya selalu merasa capek saat siang hari.

Daripada “perubahan” yang terjadi pada saya berdampak ke teman atau keluarga yang saya cintai. Saya butuh pertolongan.

Perjalanan konseling…

Saya sudah menulis tentang prosedur secara umum jika ingin konseling, untuk prosesnya tentu berbeda-beda setiap orang.

Pertama kali bercerita, mengungkapkan apa yang saya rasakan, hal yang bagi saya menyiksa. Awal pertemuan, saya menangis nggak terkontrol, menyakitkan rasanya diberi pertanyaan tentang masa lalu, “memanggil” kembali kenangan masa lalu.

Tentu saja karena manusia memiliki emosi yang berlapis-lapis, saya rasanya pengin nyerah ketika pertengahan, merasa kayak mengalami kemunduran. Berasa kayak nggak mampu meneruskan.


Tapi pelan-pelan saya paksa, saya tidak boleh mundur atau kabur dari permasalahan yang saya hadapi.

Percayalah, ke psikolog tidak akan menghakimi kamu, tidak mencari siapa yang salah, siapa yang benar, tidak pula diberikan kata-kata atau quote positif.

Insya Allah saya benar-benar ikhlas untuk konseling, saya sadar karena memulai dari awal. Saya menerima jika saya mungkin tertinggal dari teman-teman yang lain, saya memaafkan diri saya sendiri, tidak apa-apa jika saya “berjalan” perlahan-lahan, bahkan berhenti, yang terpenting saya tidak menyerah dengan apa yang saya jalani.


Menikmati setiap prosesnya,

Ternyata saya memahami dan saya menerima jika perubahan emosi saat awal mula, itu merupakan bagian dari diri saya.

Ternyata setelah rutin konseling, saya klop banget lah sama alur, ternyata Mbak Dhea (psikolog) memberitahu saya untuk mengakhiri konseling.

Kaget juga sih, ketika saya ingin “keluar”, menghentikan sesi, ternyata saya masih butuh bantuan. Ketika saya merasa nyaman, dan saya ikuti setiap arahan, ternyata saya harus mengakhiri.


Apakah ke psikolog membuat ketergantungan?


Saya dapat jawaban seperti ini ;

Psikolog hanya membantu klien untuk mandiri, berfikir dengan terbuka, dan mengatasi permasalahannya sendiri dengan berbagai sudut cara pandang..

Dengan bisa self healing dan mulai terbiasa, mulai tau mana pemicu yang harus dihindari, bagaimana rasa gundah itu muncul dan healing..


Oiya, ini sekedar pendapat, jangan dijadikan patokan untuk mendiagnosa diri sendiri, kita butuh bantuan profesional untuk masalah mental.


Setelah selesai konseling…

Saya dilatih untuk mandiri, mengurai permasalahan. Meskipun itu sulit dan tidak lantas cliiing.. ada jalan keluar atau permasalahan langsung selesai.

Setidaknya membantu saya untuk tidak overthingking, judgement secara sembarangan, atau tiba-tiba ke-trigger dengan luka masa lalu.

Setelah selesai dengan rangkaian konseling, saya tidak merasa paling benar, tidak merasa memiliki super power, tapi proses yang saya alami, lebih terarah untuk memutuskan suatu solusi.

Dapat masukan lagi, jika move on itu menerima, dan setelah itu tentunya bagaimana reaksi atau sikap kita setelah menerima.

Ke psikolog bukan untuk merasakan I Feel Better (ya tentu saja saya lebih baik dari keruwetan pikiran), tapi lebih dari itu. Sadar penuh dengan apa yang terjadi saat ini, bukan penyangkalan ketika dapat masalah.

Hmmm… bahasa lebih sederhananya, lebih memahami diri sendiri, mandiri, lebih wow dari sebelumnya, dan membuat saya lebih banyak belajar tentang perasaan.

Marah, sedih, senang, takut, dan segala macam, itu berlapis-lapis, ada sedih karena bahagia, ada sedih karena tersakiti,dll.

Ketika saya dapat masalah, saya lebih bisa memahami perasaan yang saya alami, memilah-milah juga, meski kalau dikerjakan ya sudah juga. Tapi nggak ada kata menyerah, atau keluar dari masalah yang hanya menimbun beban pikiran.


Apa selanjutnya?

Beberapa kali, saya mendapatkan pertanyaan seperti itu. Setelah ini, rencanamu apa? Saya malah bingung. Mbak Dhea juga beberapa kali tanya, saya cuma bilang dengan datar; “Belum punya rencana apa-apa? Tidak masalah kan jika manusia hanya ingin melewati harinya tanpa ada

Mungkin; kejadian kemarin adalah pengalaman buruk yang pernah saya alami dalam hal percintaan. Di sisi lain, saya menemukan diri saya, lebih mencintai diri sendiri.

Karena perjalanan hidup masih panjang, nantinya akan banyak menemukan pengalaman lain, jika terjadi ketidakberuntungan dalam hal percintaan (semoga cukup sekali saja pengalaman paling pait), pertama kali yang akan saya lakukan adalah memeluk diri sendiri, menyelematkan diri, memahami dan mencintai diri. Jangan pernah meninggalkan dirimu dalam kesedihan yang terlalu lama. Dirimu berharga, Sari.

Saya menerima segala kejadian di masalalu, tapi saya belum memaafkan apa yang ia lakukan terhadap saya.

Tenang saja, saya tidak dendam, hanya memang belum memaafkan orang itu. Saya tahu bagaimana menghandle perasaan ini. Tidak mengganggu aktivitas saya. Hanya belum memaafkan, itu saja.

Saya juga dapat masukan jika ingin membuka hati dan memulai hubungan baru dengan laki-laki baru. Meskipun saat ini, percintaan bukan prioritas saya, karena ingin berhati-hati untuk memilih pendamping. Tapi, saya tidak menutup diri.

Dan, akhirnya…

Saya merasakan perjalanan hati yang luar biasa, mendapatkan lebih dari yang saya kira, dan tentu saja, saya sudah mulai mencicil DL, tugas, dan menyusun rencana masa depan.

Semoga kita menjadi orang yang penuh cinta dan kasih sayang pada sesama, dan semua ciptaanNya.
Bagaimana Rasa Saus Cajun McDonalds

Bagaimana Rasa Saus Cajun McDonalds

rasa saus cajun McD



Postingan sebelumnya menceritakan pengalaman saya "berburu" menu BTS Meal, dan "strategi" agar tidak ikutan antri yang panjang banget.

Kali ini mau cerita tentang rasa saus Cajun yang termasuk dalam BTS Meal. oiya, menunya terdiri dari Mc Nuggets, Kentang goreng ukuran medium, Coke, dan 2 saus yang baru launching yaitu Cajun dan saus pedas manis.

Harga menu meal tersebut, sekitar 50ribu (sudah termasuk PPN), bisa dibeli di drive thru, aplikasi Gofood, Grabfood dan Shopee food. Event ini berlaku hingga sebulan dan bisa dipesan mulai pukul 11.00WIB, ternyata ada beberapa teman saat hari pertama tidak bisa order karena melonjaknya antrian, dan hari kedua ternyata menunya tidak tersedia. Semoga hari selanjutnya sudah bisa dipesan dan ada solusi tentang ramenya pemesanan.

Saya juga ikutan pesan, tapi pesannya lebih pagi, terus-menerus refresh aplikasi pemesanan online agar gercep untuk pesan. Alhamdulillah bisa cepat terima meal dengan harga yang murah karena dapat potongan harga.



Rasa Saus Cajun

Saat hari H (tanggal 9 Juni 2021), saya nggak langsung menghabiskan meal yang sudah dibeli, bingung juga antara sayang banget kalau dimakan semua, tapi penasaran sama rasanya, tapi pengin bikin konten juga.

Akhirnya memutuskan untuk makan terlebih dahulu coke, kentang goreng dan beberapa McNuggets, dua saus baru nggak dibuka dulu, besok aja bukanya, sekalian mau review.

Menu ini merupakan menu regular, tanpa ada event kolaborasi dengan BTS, kamu bisa beli kentang goreng, McNuggets dan Coke, yang istimewa sausnya. Untuk harga 50ribu termasuk murah karena kemasannya juga spesial, purple you.

Nah, berikut review ala Sari setelah menikmati kedua saus, saya bukan pengamat kuliner yang wow, hanya masyarakat biasa aja, jadi ini berdasarkan lidah dan selera pribadi :


Saus Cajun


Saya belum merasakan saus Cajun yang otentik seperti apa, jadi belum bisa membandingkan antara rasa yang ori dengan saus yang sedang hype di McD.

Menurut lidah saya, cajun saus yang nikmati bersama BTS Meal, dominan rasa mustard yang masam. Namun, ada rasa manis dan pedas, teksturnya lebih kental dan berwarna kuning sedikit ada taburan cabe bubuk (?) yang menandakan jika saus ini ada rasa pedasnya, namun setelah dicoba, nggak terlalu pedas, dominannya masam.

Untuk yang belum merasakan mustard, mungkin sausnya terasa aneh, tapi cocok sebagai cocolan kentang goreng maupun McNuggets.


mcd kolaborasi BTS




Sweet chili sauce


Selain ada si Cajun, tersedia sweet chili sauce sebagai teman santap meal, sweet cjili sauce atau bisa disebut saus pedas manis ini malah dominan manis dan asamnya, malah nggak terlalu pedas.

Hadirnya saus pedas manis mungkin saja sebagai alternatif yang nggak terlalu suka rasa mustard yang ada di Cajun, jauh dari ekspetasi karena tekstur sausnya beneran merah dan tampilannya seperti ada si cabenya, ternyata rasanya dominan manis.


Di antara kedua saus yang launchingnya sepaket ini, saya lebih suka si Cajun, karena rasanya nggak bikin bingung, Cajun itu dominan rasanya seperti mustard, nah berarti bisa dong berekspektasi rasa mustard tuh seperti apa.

Sedangkan saus pedas manis malah dominan rasa manis dan asam, kalau dibilang dupe-nya Cajun, jauh banget.


Apakah saus Cajun bisa dibeli terpisah di McDonalds?

Kalau dari desas-desus yang ada, sepertinya setelah event BTS Meal, si Cajun ini bakalan ada tetapi dia dibeli terpisah, nggak termasuk paket apapun. Ini hanya teori aja sih, semoga beneran jadi menu tetap meskipun dijual terpisah.

Seandainya nih, ternyata respon tentang saus ini kurang ada peminatnya, secara pribadi saya senang bisa merasakan meskipun hanya di event saja.

Setelah browsing tentang rasa atau bahan pembuatan yang ras otentik, sepertinya lebih dominan rasa pedas dari paprika dan rempah. Sebenarnya bikin penasaran rasa Cajun yang otentik itu seperti apa, atau memang mirip yang ada di McD?

Kolaborasinya tidak hanya tentang meal saja, melainkan ada merchandise dan konten digital, sepertinya akan diungkap behind the scene dari pembuatan saus Cajun, tungguin saja di akun media sosial Mc Donalds.

harga saus cajun
kentang goreng dan cokenya sudah dimakan terlebih dahulu :))


BTS Meal, Kolaborasi Antara McDonald's dengan BTS.

BTS Meal, Kolaborasi Antara McDonald's dengan BTS.

BTS Meal



BTS Meal merupakan kolaborasi antara McDonalds dengan BTS. Sudah dari bulan April, akun twitter McD mengupload clue akan kolaborasi dengan salah satu boyband dari Korea Selatan.

Sebenarnya, launching di Indonesia bulan Mei, entah kenapa bisa dilaksanakan pada tanggal 9 Juni 2021. Selain Indonesia, negara-negara lainnya sudah lebih dulu mencicipi meals dengan kemasan serba ungu ini.


BTS Meal, Kolaborasi antara McDonald's dengan BTS.

Pada tanggal 19 April 2021, akun McDonald’s memposting gambar berupa kentang goreng yang bentuknya seperti logo BTS, wah langsung seneng dan penasaran dong, pasti McD akan kolaborasi seperti apa, seperti teaser gitu, masih sabar menunggu kepastian.

Terpilihnya boyband asal Korea Selatan ini karena popularitas di U.S, di menu mealnya memperkenalkan juga saus celup baru yang berasal dari Korea Selatan, yatis saus cajun.

Beberapa hari setelah pengumuman teaser kolab, ternyata ini eventnya secara global, bisa dinikmati di (kurang lebih) 49 negara. Amerika merupakan negara pertama yang menikmati event BTS Meal ini yang eventnya diselenggarakan pada tanggal 26 Mei 2021.

Harga BTS Meal



Selain meal, juga kolaborasi dalam bentuk merchandise dan konten digital lainnya, sesuai dengan timline yang sering dibagian di akun media sosial McD.

Sayangnya, BTS Meal tidak termasuk photocard atau merch lainnya, karena akan dijual terpisah (bisa dibeli di weverse). Meskipun begitu, animo Army di berbagai negara sangat antusias, karena kemasannya, serba purple dan ada logo BTSnya, dengan kemasan yang cantik ini, masih bisa loh dijadikan koleksi, I Purple You.

Isi dari BTS Meal : 10 McNuggets, Kentang goreng ukuran medium, dan coke ukurang sedang, nah sausnya juga jadi highligt nih, yaitu sausnya, terdiri dari saus cajun, saus cabe manis dan saus regular sachetan yang biasa kita temui di McD.

Oiya, dapat info dari base atau komunitas, mengapa kolabnya hanya meal, tidak berupa burger juga? Saya dapat info, karena ini merupakan event global, BTS juga mempertimbangkan umat muslim, karena di sebagian negera, daging di burger ada yang memang nggak halal, jadi berupa meal aja, tanpa memasukkan burgernya. Oiya, saus cajun dijamin halal.



Baca juga (klik) : Bagaimana rasanya saus cajun Mcd (BTS Meal)


BTS Meal Indonesia.

Tanggal 9 Juni 2021 merupakan launching BTS Meal di Indonesia. Event ini berlangsung selama 1 bulan, namun antusiasnya dari para Army tidak bisa dibendung, karena tidak hanya di Indonesia, bahkan dengar-dengar nih, stok meal di negera tetangga saat event berlangsung, cepat ludesnya.

Sehari sebelumnya, saya sudah deg-degan, kebagian BTS Meal atau tidak, karena di akun McD hanya ada pemberitahuan jika tidak diperbolehkan dine in atau makan di tempat, harus beli lewat drive thru, McDelivery, atau lewat aplikasi Grabfood, Gofood dan Shopee food.

Desas-desusnya, di negara lain (sebelum Indonesia) ternyata beli BTS Meal berasa kayak war ticket konser, limited, atau ada kuotanya. Nah, belum tau bagaimana dengan di Indonesia.

Saya secara pribadi punya stategi, karena ingin menikmati dengan sobat, kami pesan di WTC Mall Surabaya, karena mall ini sebelahan sama McD Delta Plaza, tujuannya biar irit ongkir, sekaligus bisa makan bareng mealnya.

Berangkat ke WTC Mall juga sedikit lebih pagi dari biasanya, agar siap strategi agar gercep beli mealnya, karena pembelian bisa dilakukan dimulai pada pukul 11.00 WIB, kemudian saya dan sobat memilih untuk beli di Shopee food karena aplikasi ini baru launch di Surbaya, ada diskon 20ribu dan free ongkir, dan juga tergolong baru, jadi belum banyak yang pakai Shopee food.

Sudah duduk manis di foodcourt WTC Mall, saya nyeletuk ke sobatku, Indah, untuk segera beli, karena jam hampir menunjukan pukul 11.00 WIB, kemudian Indah refresh melulu aplikasi si shopee..

Taraaaaa…. ternyata jam 11 kurang dikit, menu BTS Meal sudah muncul, kami berdua langsung gercep, kami belinya di masing-masing aplikasi, dapat diskon 20ribu dan free ongkir.




Harga BTS Meal kisaran 40ribu sekian (sebelum PPN), setelah PPN harganya sekitar 50ribu, pesan di Shopee food dapat diskon 20ribu dan free ongkir, Alhamdulillah cuma bayar 33ribu aja. Senangnyaaaa…

Kami menunggu sekitar setengah jam (mungkin kurang dari itu), itupun saya memanfaatkan waktu menunggu dengan foto-foto di foodcourt WTC yang memang suasananya ala rooftop.

Tergolong mudah, cepat dan murah saat pesan BTS Meal, setelah makan dan buka medsos ternyata lagi rame antrian. Saya dan Indah cuma melongo, saya kira eventnya memang rame, tapi bisa terkendali, ternyata sambutannya luar biasa.

Pro kontra memang sudah biasa, tapi jangan menyalahkan pembeli (army maupun masyarakat umum yang membeli BTS Meal), kami sudah menaati untuk membeli lewat aplikasi, sayapun mengira bakalan ada kuota pembelian perhari, sepertinya tidak ada.

Beberapa teman-teman komunitas membeli dengan nitip salah satu temannya di drive thru agar tidak ada antrian panjang, ada yang memberi tip ke pak ojol sebagai ucapan terimakasih hingga ada yang memberi sembako untuk pak ojol.

Sebagai pembeli, saya juga punya strategi agar tidak ikut menyumbang antrian, dengan cara berangkat lebih pagi dari biasanya, dan ternyata lancar.

Karena event ini berlaku hingga sebulan, semoga lebih baik daripada hari pertama. Setiap orang memiliki kesenangan yang berbeda, biarkan orang lain menikmatinya. Semoga pihak McD juga lebih matang persiapannya karena masih dalam suasanya pandemi.


Terimakasih juga untuk para driver, sehat-sehat semuanya tanpa terkecuali…

kemasan mcd bts


Bagaimana Caranya ke Psikolog?

Bagaimana Caranya ke Psikolog?

bagaimana caranya ke psikolog



Menuliskan postingan ini, karena tercetus sebuah pertanyaan di pikiran saya, "Di luar sana, ada nggak sih wanita yang kesulitan dalam permasalahan mental (persoalan apapun itu)?

Kemudian saya mulai menulis, mungkin saja tulisan saya bermanfaat, mungkin dengan cara ini, saya setidaknya ikut untuk membantu wanita di luar sana yang mungkin sedang mengalami kesulitan, bingung dengan langkah yang akan diambil.

Mungkin, langkah saya tidak langsung berdampak besar, mungkin postingan saya belum tentu bisa nongkrong di halaman pertama gugel. Setidaknya, saya mencoba untuk membantu, dimulai dari langkah kecil saya dengan cara menulis.

Saya menulis ini dalam bentuk pertanyaan, semoga bisa dipahami dengan jelas :


Bagaimana caranya ke psikolog?

Mungkin di beberapa kalangan, ngomongin masalah mental dan psikolog masih tabu, ada stigma negatif, dikira lemah iman, dikira manja "masalah gitu doang, harus psikolog", atau dianggap gila.

Kita sebagai penonton, tidak tahu apa seseorang sedang perjuangkan, bagaimana lelah jiwanya. Kita tidak pernah tahu bagaimana kondisi luar dalam seseorang.

Kadang kita lupa, kita hanya sebagai penonton, hanya melihat dari luar, kemudian merasa lebih banyak tahu hanya karena, "Lebih tua, lebih banyak pengalaman", lupa jika dunia ini terus mengalami perubahan, lupa jika jaman dulu dan sekarang tidak bisa dibandingkan.

Sayangi dirimu, kenali dirimu, maka orang sekitar akan merasakan ketulusan dari dirimu. Bagaimana jika ketulusan kita tidak tersampaikan pada orang lain, ya berarti "radarnya" nggak sampai, eh becanda..

Sudah biasa pro dan kontra orang lain dalam melihat apa yang kita perbuat, kita tidak bisa menyenangkan semua orang. Jadilah dirimu dalam versi terbaik.


Bagaimana caranya ke psikolog?

Cara yang paling mudah adalah ke psikolog yang ada di Puskesmas, mungkin penyebutan layanan psikolog setiap daerah berbeda, tapi tujuannya sama, yaitu untuk konseling.

Jangan khawatir untuk biaya, bagi kamu pemegang kartu BPJS Kesehatan, gratis lho! Alias biaya ditanggung BPJS.

Jika di Puskesmas di daerah tidak ada layanan psikolog, langsung minta rujukan ke Rumah Sakit yang ada layanan psikolog. Namun, seringnya kalau RS hanya ada layanan psikiater.

Saya juga mengalami kesulitan, karena di puskesmas tidak ada layanan konseling, ternyata dibantu untuk rujukan ke RS. Dokter yang ada di Puskesmas bilang ke saya, nanti saat ke RS bilang saja, kalau minta ke Psikolog, bukan ke Psikiater.

Jika kamu memiliki dana lebih dan memang ingin yang berbayar. Banyak klinik konseling. Tapi lihat dulu spesialisnya. Biasanya klinik tersebut sudah memberikan rincian layanan. Misalnya, klinik A khusus untuk bimbingan khusus untuk anak dan remaja.

Sependek pengetahuan saya, jika ke Psikiater jika pasien butuh pengobatan. Tapi kalau bingung harus ke psikolog atau psikiater, kamu konsul aja ke Psikologi, kalau memang ada penanganan lebih lanjut, akan diberikan rujukan ke Psikiater.


Kapan saya harus ke Psikolog?

Saya sama seperti manusia lainnya, memiliki teman, curhat cantik, punya keluarga, cerita tentang ini itu, memiliki Tuhan, berdoa sekaligus curhat pada Tuhan. Saya melakukan hal yang seperti manusia lakukan, komunikasi dan berinteraksi, saya bagian dari masyarakat.

Namun, dalam perjalanan hidup, ada hal (atau beberapa hal) yang bisa memengaruhi psikis. Seperti trauma masa kecil, bullying, penghianatan, dan segala sesuatu yang bisa mengubah dirimu tidak seperti biasanya.

Sayangi dirimu, itu yang paling penting. Kamu tahu apa yang terjadi pada dirimu. Sejak peristiwa perpisahan yang tidak saya kehendaki, ada perubahan pada diri saya.

Kenali dirimu, jangan memendam atau mencoba melupakan, karena sewaktu-waktu jika ada hal yang me-trigger kamu, efeknya nggak hanya di dirimu kamu, tapi orang sekitar, contohnya anggota keluarga. 



Bagaimana sikap saya jika teman saya melakukan konseling ke Psikolog?

Jangan menghakimi. Kita tidak tahu bagaimana seseorang melewati hidupnya. Seseorang memutuskan untuk pergi ke Psikolog merupakan keputusan yang sangat besar, beri ia dukungan.

Masih ada pandangan negatif untuk orang yang konsultasi ke psikolog. Padahal psikologi merupakan salah satu ilmu pengetahun, sumber segala ilmu berasal dari Allah SWT, mengapa harus mengerdilkan salah satu ilmu dariNya?

Saat saya memberanikan diri konsultasi, saya beneran ikhlas jika perjalanan saya lebih lambat dari teman-teman seusia saya, nggak apa-apa kalau langkah saya terasa pelan, bahkan nggak ada progress, tapi saya harus bisa melewatinya, agar nanti saya bisa menjalani dan menikmati masa depan, agar masa lalu tidak menjadi trigger masa depan saya.

Saya berkeyakinan, konsultasi merupakan bagian dari ikhtiar saya. Saya sadar jika membutuhkan proses yang tidak sebentar, saya melalui prosesnya hadir secara utuh (setiap proses konseling, saya akan fokus bukan pikiran saya melayang).


Apa yang harus dilakukan saat ke Psikolog?

Ini berdasarkan apa yang saya lakukan. Setelah melakukan proses adminitrasi seperti pendaftaran, dll. Nantinya akan menuliskan informasi dasar, seperti ; “Apakah sebelumnya sudah pernah ke Psikolog?”, “Apa permasalahanmu?”, “Apakah ada keinginan untuk bu*nuh di*ri, dll. Isi informasi dasar dan pernyataan dengan seseungguhnya.

Kemudian akan diberi info berapa jam setiap sesinya, kemudian lanjut dengan sesi konseling. Awalnya sih ditanya tentang kabar, kemudian berlanjut pertanyaan lain sesuai dengan fokus permasalahan.

Saat awal-awal melakukan konseling, saya menangis sejadi-jadinya. Tak apa, itu merupakan sebuah proses. Perlahan-lahan, yang penting jangan mundur. Hadapi semuanya.


Apakah ke Psikolog hanya diberikan afirmasi positif?

Dulu, saya punya pikiran seperti itu, kalau ke Psikolog, paling cuma diberi afirmasi positif, harus sabar, quote yang menenangkan.


Ternyata tidak..


Saat awal-awal konseling, malah saya diperbolehkan untuk marah. Saya harus merasakan emosi apa yang saya rasakan.


Ketika saya bertanya, apakah saya harus bersikap positif? Saya tidak disuruh untuk seperti itu.


Ternyata ada tahapannya, tidak langsung tiba-tiba disuruh bersikap sabar, positif, blablabla. Semua ada prosesnya.


Ke Psikolog tuh, bukan sekedar curhat, tapi lebih dari itu. Memang prosesnya seperti curhat, tapi kita curhat ke orang yang memang berkompeten.

Meskipun saya ke Psikolog, saya tetap curhat dengan teman, tetap curhat dengan Tuhan. Namun, bedanya ke Psikolog, seperti diberikan sudut pandang yang lain, dibantu mengurai apa yang membuat kita rumit, apa yang membuat kita "sakit". Kita semakin dalam mengenal diri.

Sayapun tidak malu mengatakan jika saat proses konseling, saya mengalami “kemunduran”, ada hal yang bikin trigger. Tapi saya tidak menyerah dengan proses untuk menjadi lebih baik.

Perasaan manusia itu berlapis-lapis, jika ada yang terluka, pasti kita disuruh membuka kotak ingatan, satu lapis dibuka, kemudian lapis ingatan berikutnya dibuka, memang menyakitkan, tapi semakin membuat saya memahami diri sendiri, semakin cinta dengan diri saya.


Kapan waktu yang tepat untuk ke Psikolog?

Segera! Tubuhmu akan mengirimkan sinyal


Psikolog menangani kasus apa saja?

Banyak sih. Seperti trauma masa kecil, tentang kenakalan remaja, urusan pekerjaan, bullying, banyak kok.

Mungkin banyak yang mengabaikan karena sudah mengkerdilkan diri sendiri, “Ah masalah gini doang, ke Psikolog segala?”, “Lemah banget, gini aja curhat ke Psikolog”.

Carilah support system, membantu banget untuk kamu yang masih maju mundur ke Psikolog atau sedang ragu untuk konseling.


Tapi, jika ada orang sekitarmu yang seharusnya butuh pertolongan tapi dianya nggak mau, jangan dipaksa. Kita adalah orang lain, tidak berhak untuk menyetir apapun dalam kehidupannya. Usaha kamu, cukup memberi dukungan, misalnya memberikan waktu luang kamu untuk mendampi dia jika ia takut ke psikolog.

Memang lebih baik ke psikolog atas dasar niat dari diri sendiri, kalau dipaksa, seringnya udah apatis sama psikolognya, mudah menyerah, dll. Pelan-pelan aja beri pemahaman, jangan dipaksa.

Saya tahu jika butuh pertolongan karena tubuh saya mengirimkan sinyal (bisa dibaca postingan sebelumnya, klik aja labels self love), sinyal berupa perubahan secara emosi dan fisik.

Saya menyadari dirinya saya terluka, jika saya mengabaikan luka yang saya alami, membiarkan begitu saja. Saya merasa tidak bergerak ke mana-mana, berputar-putar dengan luka, mungkin nanti akan berdampak pada orang sekitar yang menyanyangi saya.

Kita adalah jiwa-jiwa yang indah, makhluk ciptanNya yang penuh cinta ketika dilahirkan. Kamu berharga, kamu indah, kamu berhak dicintai dan mencintai. Love💓
Mengapa Saya Konseling?

Mengapa Saya Konseling?




Saya memiliki buku yang berjudul “I Want To Die But I Want To Eat Tteopokki”. secara garis besar bukunya menceritakan perjalanan si penulis saat melakukan konseling. Buku tersebut sudah lama saya miliki dan sempat membaca, kemudian saya baca ulang, malah tercetus ingin mendokumentasikan perjalanan konseling yang saya jalan saat ini.

Meskipun permasalahan si penulis tentu lebih berat dan kompleks daripada saya. Namun, tujuan saya bukan membandingkan saya dan si penulis tersebut. Ingin menulis “perjalanan” konseling ke psikolog, bagaimana perubahan yang terjadi pada diri saya.

Tapi, bedanya jika di buku tersebut ditulis secara blak-blakan pertanyaan ketika konseling, saya masih belum nyaman membuka secara gamblang, “Apa saja pertanyaan yang diajukan”, “Bagaimana sesi yang dilakukan dari awal hingga akhir”. 


Kok bisa, Sar?

Saya kira semua baik-baik saja, sesuai rencana karena saya fokus menjalankan salah satu komunitas (atau bisa disebut grup belajar). ternyata tidak berjalan dengan semestinya.

Tiba-tiba saja harus melepaskan tanpa saya kehendaki, dengan alasan dijodohkan (namun dia mengaku di depan keluarganya hanya dikenalkan dengan seorang wanita oleh keluarga jauhnya, padahal statusnya masih dengan saya).

Tidak sampai di situ, ternyata di belakang saya, nama baik saya dijatuhkan di depan keluarganya, dijelekan mengarah ke fitnah. Saya mendapatkan kabar dari salah satu anggota keluarganya, saya beneran shock. Keputusan sepihak masih membuat hati saya terluka, ternyata ditambah lagi dengan nama baik saya yang dijatuhkan.

Saya mencoba berpikir jernih dengan cara klarifikasi, mengapa dia seperti itu? Tapi jawaban yang saya terima hanyalah tuduhan yang kasar.

Jika sudah bosan dengan saya, jika ingin menikahi wanita lain, mengapa nama saya dijatuhkan di depan keluarga besarnya? Mengapa menghalalkan segala cara termasuk mempertaruhkan nama saya?

Apakah karena saya jauh, keputusan sepihak yang diberikan membuat saya tidak bisa berbuat apa-apa, tidak bisa berkutik ketika nama saya seenaknya dijelekin, dan hanya bisa (terpaksa) menerima segala keputusan yang ia mau?

Apakah dia lupa jika saya bisa berdoa? Berdoa dengan segala rasa sakit hati yang saya terima atas perlakuannya. Berdoa tidak memandang jarak, bukan?

Tapi… saya berdoa untuk kebaikan saya, bukan untuk sumpah serapah masa lalu.

Padahal salah satu keluarganya yang membela saya sampai minta maaf ke saya, padahal salah satu anggota keluarganya tidak ada salah ke saya. Malah lelaki tersebut yang menyakiti saya, tidak ada kata maaf hingga sekarang, dan saya tidak berharap perkataan maaf dari dirinya.


Mengapa putus cinta bisa membuatmu konseling?

Bukan putus cintanya, tapi prosesnya. Semua keputusan tidak ada yang saya kehendaki tapi saya dipaksa untuk menerima. Kejadian demi kejadian yang menimpa saya, membuat pertahanan saya lemah, mental saya tidak sekuat itu.

Akhirnya terjadi perubahan dalam diri saya, secara mental maupun fisik (sulit tidur, mual dan muntah), beberapa teman mengetahui perubahan yang saya alami. Untuk rincian apa perubahan secara mental tidak saya tulis di blog, karena saya lebih terbuka ke psikolog saya.

Menghindari juga menganggap ciri-ciri perubahan mental yang saya alami nantinya digeneralisasikan sebagai depresi atau sebagainya. Jangan self diagnose ya, lebih baik langsung ke ahlinya saja, dan tidak mudah untuk mediagnosis seseorang depresi atau tidak, sayapun belum diagnosis apa-apa karena saya masih dalam proses konseling.

Saya merasa perubahan yang ada pada diri, bukan diri saya yang sebenarnya, itu bukan saya. Sari nggak kayak gini. Saya merasa perubahan ini akan memperburuk saya, dan saya tidak mau dampak emosi yang tidak stabil akan kena pada orang di sekitar saya.


Waktu tidak bisa menghilangkan luka, hanya mampu melupakan. Ketika ada satu hal sebagai pelatuk akan mengingat masa lalu, diri saya akan down. 


Saya tidak ingin diri saya larut dalam luka, saya ingin menyelamatkan diri saya. Mengapa orang yang saya cintai, tiba-tiba menjatuhkan nama saya di depan keluarganya, padahal saya tidak melakukan hal yang ia sebutkan. Saya harus terpaksa merelakan perpisahan, ditambah lagi dengan fitnah.

Reaksi dari tubuh dan pikiran saya tidak seperti biasanya. Saya butuh pertolongan. Untung masih ada teman-teman dan keluarga. Entah bagaimana saya harus bercerita, saya terharu dengan pertolongan dari arah yang tak terhingga. Saya bersyukur. Saya berharga di depan keluarga, di depan teman-teman saya.

Tak henti-hentinya, berterimakasih pada semua yang selalu di samping saya, apapun perubahan yang saya alami, saya ternyata tidak sendiri, meski tubuh dan pikiran terasa ditelantarkan, dibuang, entah pikiran negatif apa lainnya, hingga membuat saya menyelahkan diri sendiri, jika ini terjadi, teman-teman selalu menghalangi saya untuk berpikiran buruk.


Apa tidak capek melakukan konseling?


Capek, banget. Apalagi saat sesi dimulai selalu diberikan pertanyaan yang menyangkut masa lalu, saya masih terus-menerus nangis. Rasanya ingin menghilang saja atau melupakan, anggap nggak pernah terjadi.

Tapi, setelah dipikir, melupakan atau mungkin mengabaikan, bukan solusi yang terbaik untuk permasalahan saya. Setidaknya saya harus berani melewati jalan untuk kembali pulih.

Saya berusaha untuk mengendalikan diri, jika saatnya konseling, saya harus memusatkan diri dan pikiran saya untuk konseling, tidak khawatir akan hal lain, atau pikiran bercabang ke pekerjaan atau yang lain. Kalau mau nangis, ya silakan, agar terasa lebih lega.

Setelah konseling, saya harus totalitas untuk fokus dalam menyelesaikan pekerjaan, dan beraktivitas sehari-hari.

Setelah konseling juga agak lebih baik meskipun masih up and down, kadang semangat, kadang down, tapi saya harus mencintai setiap prosesnya agar tidak ada trauma dalam diri saya.

Kamu tahu, jika dinding dipukul dengan palu, pasti akan retak. Pasti pemilik rumah akan segera memperbaiki dinding tersebut. Meskipun telah diperbaiki tapi tidak bisa kembali seperti semula. Pemilik juga akan selalu ingat jika di dinding tersebut ada retakan.
Setidaknya si pemilik rumah ingin dinding tersebut lebih baik daripada membiarkan retak yang semakin melebar. Mungkin nanti, dinding tersebut dilapisi cat warna yang cerah.


Apakah saya belum bisa move on?

Justru saya konseling, karena saya move on.

Jika sakit gigi, tentu harus ke dokter gigi, bukan meminium bermacam-macam obat yang belum tentu bisa menyembuhkan.

Nikmati saja prosesnya, karena inilah jalan hidup saya yang harus saya lalui. Saya tetap terus berdoa, dan konseling ini sebagai bentuk untuk ikhtiar.

Saya dilahirkan dalam bentuk yang sempurna, dalam balutan cinta dan kebahagiaan. Ini bentuk ikhtiar saya, jika nanti saya akan "dipanggil" olehNya, saya menjadi manusia yang penuh cinta dan kebahagiaan.



Mengapa tidak ikhlas saja?

Entah saya sudah ikhlas atau belum, tapi terlalu rumit jika harus ikhlas, sementara jiwa dan raga saya disakiti. Saaya sudah menerima apa yang terjadi pada diri saya, dan saya bergerak untuk menyembuhkan apa yang membuat saya sakit.



Apakah doa tidak cukup?

Insya Allah saya selalu bersyukur, diberi kesehatan (tidak pernah ada keinginan bu*nuh di*ri), diberikan keluarga dan teman yang selalu support saya. Namun, permasalahan mental manusia sangat kompleks.

Konseling bukan karena tidak bersyukur, konseling bukan karena tidak percaya kekuatan doa. Bagi saya, konseling merupakan ikhtiar saya untuk pulih.

Saya diciptakan di dunia ini dengan penuh cinta dan kasih sayang. Saya ingin kembali untuk menghadap kepadaNya dengan jiwa yang penuh cinta juga. (jawabannya sama dengan di atas ya).



Apa kamu nggak takut jika seseorang ingin mendekat ke kamu malah mundur karena kamu konseling ke psikolog?

Kenapa harus takut, kenapa harus malu dengan keadaan diri. Bagi saya, ke psikolog yaa seperti orang sakit batuk pergi ke dokter, hanya saja penanganannya berbeda.

Jika ada laki-laki yang ingin mendekati saya, malah mundur karena membaca postingan ini atau mengetahui aktivitas saya sekarang. Ya sudah, tidak memaksa kehendak orang lain. Mengapa harus menahan seseorang yang tidak ingin di samping saya.

Saya tahu, jika stigma ke psikolog masih negatif, tak apalah, semua tidak harus sama persepsi. Selalu akan ada pro dan kontra. Saya tidak memaksa untuk sepahaman.

Saya yang mencintai diri saya, saya yang tahu apa yang saya butuhkan. Konseling merupakan ikhtiar saya agar tidak ada trauma.

Saya tidak ingin orang yang di sekitar saya mengalami dampak akan perubahan saya. Maka saya cari pertolongan.

Saya ingin menjalani hubungan baru dengan laki-laki baru, saya ingin mencintai dan dicintai, saya ingin percaya dan dipercaya. Hal yang sederhana, tapi saya masih dalam proses untuk bisa menghadapi masa depan yang lebih baik, tidak ingin masa lalu menjadi kerikil yang menyakitkan ketika saya berjalan.

Menulis hal ini sebagai dokumentasi bagaimana perjalanan diri saya dari waktu ke waktu (progress) saat melakukan konseling. 

Tulisan ini bukan menjadi salah satu "spoiler" tentang langkah atau tahapan konseling, karena penanganan setiap permasalahan akan berbeda. Jika kamu merasa butuh bantuan, segera ke psikolog, jangan self diagnose. Blogpost selanjutnya, bagaimana caranya ke psikolog, gratis atau berbayar. Tunggu ya. Love.