Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Kamis, Juli 25, 2013

Cinta Pertamaku : Tenang di Surga

Apa pernah teman-teman cinta pada pandangan pertama? Ingin selalu dengan cinta pertama kita?

Ya, aku juga pernah merasakan cinta itu, cinta yang selalu ingin ku miliki sampai kapanpun. Dimulai ketika bertemu dengan tubuh mungil yang membuat miris dengan keadaan yang membuatku kasihan, waktu itu aku masih duduk kelas 5 SD. Menemukan si Meong yaitu kucing kecil berbulu cokelat dengan luka yang ada di matanya. Melihat Meong yang dalam keadaan kedinginan karena pada saat itu hari mulai mendung. Banyak teman sekolah yang merasa jijik dengan kucing kecil itu, tapi aku tidak.

Ingin rasanya memberi "rumah" yang nyaman untuk si Meong, cepat-cepat aku mengambil Meong dan membawanya ke rumah, karena saat itu masih SD belum tahu banyak soal merawat kucing, dengan percaya dirinya aku segera mencari kardus yang ada di rumah, kemudian memandikan si Meong tapi ternyata si Meong kedinginan (haduuuh semakin bersalah). Tak sanggup melihat Meong dengan keadaan kedinginan, aku mulai membalut tubuh Meong dengan handuk tebal, dan memberinya makan ikan. Untunglah Meong mau memakannya meskipun pertamanya ikan itu diendus-endus, ku biarkan Meong sendiri di dalam kardus yang aku buat cukup nyaman.


BACA JUGA : WITING TRESNO JALARAN SOKO KULINO




Ternyata suara Meong terdengar oleh Kakakku, dan nggak aku sangka ternyata marah denganku yang tiba-tiba membawa kucing di ruamh dengan alasan Kakak alerji bulu kucing karena jika ada kucing di dekatnya akan bersin-bersin, lucu memang dengar penjelasannya, tetapi aku tetap memberi penjelasan karena nggak tega melihat Meong dijalan dan diguyur hujan lebat. Hmmm.. ternyata Kakak mengadukan ke Mama, ya sudah aku mengalah dan esok hari harus melepaskan si Meong. Bingung sebenarnya melepaskan kemana, setidaknya aku ingin merawatnya seminggu atau tiga minggu agar benar-benar pulih.


Esok hari aku memutuskan untuk membawa Meong ke tanah kosong yang cukup luas dan ada sungai kecil di dekat rumah, karena memang masih ada sawah di sekitar perumahan, melepas Meong terasa berat karena Meong membawaku ke pengalaman pertama memiliki hewan peliharaan (ah , ternyata bukan sekedar hewan peliharaan).

Beberapa kemudian ada teman dekatku yang ke rumah dengan membawa berita duka, karena si Meong telah tiada. Tak percaya dengan kabar itu, tapi benar adanya ketika aku melihat kuburan si Meong. Kenapa si Meong bisa meninggal? Ternyata Meong tertabrak mobil jemputan tentannga. Dan membuatku menangis karena Meong datang ke rumahku, duduk di depan rumah, karena Meong terlihat sangat kecil, maka pengemudi mobil antar jemput tidak melihatnya, dan terjadilah musibah itu, untung pengemudi mobil masih peduli dengan cara menguburkan Meong dengan layak.

Mengenal Meong membuatku belajar akan saling mencintai sesama mahkluk hidup, saling berbagi, menyayangi. Tapi maaf, jika ternyata jika apa yang aku lakukan ternyata salah, tidak membawamu ke rumah khusus perawatan hewan atau ke dokter hewan, aku belum mengerti sejauh itu. Hmmm sebaiknya memang butuh ya pengetahuan tentang hewan sejak dini ^^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)