Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, Desember 01, 2014

Ideku Untuk Suramadu.

Jembatan Suramadu (Surabaya - Madura), digadang - gadang sebagai jembatan terpanjang di Indonesia. Letaknya di daerah Kenjeran, jembatan Suramadu tampak gagah meskipun dilihat dari jarak jauh. Jika melintasi jembatan Suramadu harus berhati - hati aka kondisi cuaca. Maklum, jembatan tersebut menghubungkan dua pulau, "musuh" alaminya merupakan angin kencang. Tak jarang ada sistem "buka - tutup" saat melintasi jembatan tersebut, apalagi ketika pengendara sepeda motor ingin melewati jembatan Suramadu saat cuaca tak bersahabat, tak segan - segan petugas akan memberikan arahan agar tidak melewati jembatan Suramadu dengan alasan keselamatan. Lain halnya saat menikmati keindahan jembatan Suramadu saat malam hari, dapat melihat berbagai macam kilauan warna dari lampu jembatan Suramadu. Begitulah sensasi saat menikmati jembatan Suramadu.

Dikutip dari BPWS (Badan Pengawas Wilayah Surabaya-Madura) pemilihan lokasi Jembatan yaitu di Kenjeran, dikarenakan 3 pertimbangan yaitu :

  1. Lintasan kapal relatif kecil, lebih kecil dari 2000GRT. Tidak mengganggu kebutuhan manuver kapal feri.
  2. Kedua ujung jembatan merupakan daerah yang relatif datar dan terbuka, tidak banyak perumahan, dan dapat terhubung langsung dengan rencana jaringan jalan tol.
  3. Di sisi Madura, ujung jembatan berada pada daerah perbukitan dengan dengan ketinggian 2-17 meter di atas permukaan laut yang merupakan perbukitan dengan kemiringan 2-15%.
Pembangunan Jembatan Suramadu tidak hanya sekedar membangun jembatannya saja tetapi yang lebih penting adalah meningkatkan perekonomian Madura yang tertinggal dibandingkan dengan daerah lain di Jawa Timur.

Sebagai tambahan, untuk teman - teman yang ingin melewati jembatan Suramadu bisa menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Kalau ingin menikmati dengan kendaraan umum, bisa menggunakan bis jurusan Surabaya - Madura, naik di Bungurasih (Terminal Purabaya - Surabaya).

Agar jembatan Suramadu tak hanya difungsikan sebagai jembatan saja, dan lebih memiliki manfaat yang lebih luas khususnya perekonomian Surabaya dan Madura lebih berkembang. Berikut ideku untuk Suramadu.

  1. Menyediakan web / blog khusus untuk Suramadu. Sebenarnya ada web dari BPWS yang mengulas tuntas tentang perkembangan Suramadu dilihat dari berbagai aspek (ekonomi, pariwisata, SDM, dan lain sebagainya). Namun, web/blog yang aku maksud, merupakan pusat segala aktifitas yang diselenggarakan di jembatan Suramadu. Web/blog yang menautkan segala widget media sosial untuk mengetahui segala aktifitas pengunjung/pelancong jembatan Suramadu. Web/blog akan terlihat dinamis, apalagi jika ada "keyword" untuk memantau aktifitas pengunjung/pelancong. Misalnya dengan menggunakan # (hastag) tertentu ketika share foto perjalanan ke jembatan Suramadu, atau share tentang lalu lintas atau cuaca di sekitar jembatan Suramadu.
  2. Setelah menyediakan web, coba saja untuk menyelenggarakan lomba desain karakter Suramadu atau lomba logo Suramadu, Dengan diadakannya lomba desain ini, akan lebih mengakrabkan diri kepada semua kalangan secara visual. Pastinya, logo maupun karakter yang nantinya bisa menjadi merchandise, juga sarat akan filosofi tentang latar belakang dibangunnya jembatan Suramadu.
  3. Pendekatan dengan berbagai komunitas. Seperti dilakukan BPWS saat ini yang menggandeng komunitas blogger Plat M. Untuk urun rembug kemajuan Surabaya dan Madura khususnya setelah dibangunnya jembatan Suramadu. Berikut komunitas yang sekiranya mampu meningkatkan perekonomian maupun pariwisata Suramadu.
  • Komunitas fotografi. Tidak dipungkiri, jika keindahan laut yang terbentang luas jadi objek foto yang memanjakan mata apalagi pemandangan saat malam hari. Melakukan hunting foto di jembatan Suramadu menjadi tantangan terseniri. Bisa diadakan setiap bulan dengan tema foto yang berbeda.
  • Komunitas yang peduli akan lingkungan khususnya yang konsentrasi dengan perikanan dan pertanian. Karena letaknya di Kenjeran yang memiliki hasil laut yang berlimpah, dengan "merangkul" komunitas perikanan, bisa saja menemukan hasil laut yang khas dan hanya ditemui di Kenjeran. Pedagang kceil yang berjualan di sekitar Suramadu, bisa diajak untuk pelatihan bagaimana mengelola hasil laut yang memiliki nilai ekonomis. Dengan adanya home industry dibidang perikanan, bisa menambah daftar tujuan wisata, yaitu jalan - jalan ke jembatan Suramadu dan singgah ke home industry, bisa juga langsung membeli hasil olahan dari home industry tersebut. Lain halnya jika ada "merangkul" komunitas pertanian atau lebih tepatnya komunitas berkebun. Memang, cuaca di jembatan Suramadu sangat terik dan terkesan gersang, apalagi memang tempatnya di atas laut yang memiliki terik matahari cukup intens. Jika ada kegiatan untuk menambah sejuk dan asri jembatan Suramadu dengan penghijauan alangkah segar sekali jika dipandang. Tak hanya gencar melakukan penghijauan, namun juga melakukan perawatan tanaman secara berkala.
  • Komunitas Blogger. Komunitas ini memang juara untuk publisitas berbagai event yang ada di jembatan Suramadu. Seorang blogger ibaratnya sebagai bagian Humas dari suatu perusahaan, menjelaskan kegiatan yang sedang berlangsung, tujuan dan manfaat dari kegiatan tersebut. Karena influence dari seorang blogger cukup tinggi, dan banyak sekali dari masyarakat untuk mencari segala informasi melalui internet.
  • Komunitas pelari dan pesepeda. Tidak dipungkiri, sekarang aktifitas lari dan sepeda sedang hits sekali, banyak event seperti colour running, fun walking dan acara sejenis. Untuk menjaring wisatawan, bisa memanfaatkan event yang sedang hits di masyarakat. Seperti colour running melintasi jembatan Suramadu.
Perkembangan Suramadu tidak akan terlepas dari penduduk sekitar. Perlunya koordinasi dengan penduduk sekitar untuk menciptakan suasana yang ramah, aman dan tentram. Jika penduduk sekitar menyambut ramah para tamu (wisatawan) akan menimbulkan kesan "seperti di rumah" sendiri, dan para wisatawan bisa saja melakukan kunjungan balik.


3 komentar:

  1. Saya juga tertarik untuk ikut lomba ini,namun wawasan saya terhadap Jembatan Suramadu NOL besar. Mau dipaksa paksain kalau memang tidak tau apa apa payah juga. Masa iya sih nulis untuk Lomba hanya rekaan, atau tebak manggirs hieiehihee. Insya Allah saya ikut lomba ini walau hanya sebatas "penggembira " aja hihihihi. Sukses lombanya ya mba

    BalasHapus
  2. Keren masukannya, Mbak.. Semoga bisa direalisasikan.. :D

    BalasHapus
  3. Kalo ngga bisa dibuat blog khusus.. paling ngga hrs dmuat gede2an di website pemkot/ pariwisata Jawa Timur kali ya mbak :D

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)