Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, April 03, 2017

Cantik dan Gaya Yang Nggak Bikin Kantong Jebol.

perancanaan keuangan
sudah tampil cantik hari ini/



Setiap wanita, mau dong kalau tetap cantik, gaya dan duit di dompet nggak jebol. Menjadi cantik merupakan hak setiap wanita, meskipun definisi cantik begitu luas, boleh saja menganggap cantik itu wajah yang mulus, putih dan flawless, mungkin juga nih yang berkata seperti itu setiap harinya berhadapan dengan banyak orang, dituntut untuk tetap segar setiap saat, nggak heran kalau mengutamakan perawatan wajah yang intensif, ada juga yang berpendapat, kalau cantik nggak hanya wajah, dari ujung rambut dan ujung kaki harus sempurna dan yang melihat dibikin terpesona.

Tak sedikit wanita melakukan perawatan untuk menunjang penampilan. Secara pribadi, aku melakukan perawatan tak hanya untuk tetap cantik, melainkan sebagai reward untuk diri sendiri. Setelah kerja keras, boleh dong yang namanya memanjakan diri, biar yang namanya stress bisa terhempas bebas. Yang bisa membuat diri kita bahagia, ya diri kita sendiri, lakukan sesuatu yang menyenangkan, karena bahagia itu penting.

Melakukan perawatan selain untuk kecantikan, juga untuk kesehatan. Pernah nih dicurhatin sama teman kalau dia punya jerawat yang membandel, kecil – kecil tapi banyak, jerawatnya “nongkrong” cantik di area pipi dan dahi. Setiap bulan, temanku ini keluar masuk yang namanya klinik kecantikan, untuk perawatan wajah, karena jerawat yang membandel. Kalau nggak kenal akrab sama temanku, pasti dikira horang kayah, yang menghamburkan uang. Padahal kalau jerawat dibiarkan begitu saja, malah bikin kulit semakin nggak sehat, apa ya istilahnya, kayak bopeng – bopeng gitu. Serem kan!

Tapi, ada juga kendala untuk tampil cantik dan gaya, apalagi kalau masalah dana. Mau cantik, tapi kok mahal ya perawatannya? Mau gaya, tapi kok harus beli ini itu ya?

Intip yuk, tips Cantik dan Gaya Yang Nggak Bikin Kantong Jebol :


1. Tentukan skala prioritas. Setelah menerima gaji atau upah, simpan dulu duitnya. Catat apa saja keperluan yang harus diutamakan. Seperti bayar cicilan, atau bayar utang, wajib didahulukan ketimbang yang lain.

2. Jangan menabung dengan “uang sisa”, setelah utang, prioritaskan untuk menabung, tentukan berapa persen gaji kita untuk menabung setiap bulannya. Mengapa menabung? Karena kita nggak bakalan tau nasib di masa mendatang, bisa jadi terkena musibah. Bisa juga menabung dengan tujuan tertentu, seperti menabung untuk menunaikan ibadah haji atau menabung untuk traveling ke luar negeri. Dengan menentukan tujuan menabung, membuat kita selalu bersemangat mengumpulkan pundi – pundi uang untuk mencapai tujuan.

3. Tentukan berapa persen gaji kita untuk perawatan wajah. Kalau aku sih, dua bulan sekali perawatan wajah yang perawatan pada umumnya, seperti facial, creambath, dll. Aku pilih perawatan yang alami, biar lebih aman, fresh dan jauh dari stress, karena hampir setiap hari selalu “berteman” dengan laptop. tentunya setiap orang memiliki jenis perawatan yang berbeda, namun ada juga kondisi kulit yang memang harus intensif, lebih baik langsung ke dokter spesialis kulit, iya sih mengeluarkan duit lebih banyak, Insya Allah kulit akan lebih tertangani ketimbang pilah – pilih kosmetik yang belum tentu cocok dengan kondisi kulit wajah. Untuk kulit normal seperti aku, jangan coba – coba untuk gonta – ganti produk kecantikan ya, sekali nggak cocok, uh.. bisa pusing karena kulit wajah bisa rusak.

4. Ingin tetap fashionable, manfaatkan mix and match outfit yang kamu punya. Percantik dengan aksesoris agar tampilan semakin sempurna.

5. Jika sudah bosan dengan koleksi bajumu, jangan dibuang deh, bikin garage sale. Uang yang kamu dapat bisa untuk beli baju yang sedang kamu impikan. Bikin garage sale dengan teman – teman, biar semakin meriah dan banyak pembeli yang datang.

6. Lakukan pekerjaan sampingan yang berkaitan dengan hobimu, misalnya menjadi consultant fashion, membuka toko fashion, dan masih banyak lagi.

apa itu LPS?
Menikmati hasil dari kegiatan menabung memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, maka dari itu perlu mencatat skala prioritas untuk melakukan perencanaan keuangan. Semakin dini menabung, semakin besar manfaat yang akan diterima dikemudian hari. Menabung jangan dihitung setiap hari, yang penting berkelanjutan. Nanti tiba – tiba, “Eh, duit tabungan banyak juga”.

Agar duit tabungan tidak “menggoda iman” untuk diambil, lebih baik menabung di Bank. Daripada ditabung di rumah, keinginan untuk menghamburkan uang pasti lebih besar. Cantik dan gaya itu sah – sah saja, tapi jangan jadi wanita yang boros.

Pisahkan rekening yang untuk menabung dengan rekening untuk membayar cicilan, transfer, dll. Fungsi dari membedakan rekening, agar bisa mengontrol pengeluaran, jadi masih ada duit di rekening yang benar – benar untuk menabung.


Menabung di Bank sudah dijamin oleh LPS (Lembaga Penjamin Simpanan), nggak perlu khawatir deh kalau tiba – tiba bank favoritmu tiba – tiba tutup karena dilikuidasi. Tak hanya Bank konvensional, Bank syariah dan BPR (Bank Perkreditan Rakyat) juga dijamin oleh LPS, jadi semua bank di Indonesia telah dijamin oleh LPS.


Ingat 3T


Inget 3T, syarat simpanan layak bayar :


1. Tercatat dalam pembukuan bank.

2. Tingkat bunga tidak melebihi tingkat bunga penjamin LPS.

3. Tidak melakukan tindakan yang merugikan Bank (kredit macet).


Sedangkan untuk Bank Syariah, syaratnya 2 T : Tercatat dalam pembukuan bank dan tidak melakukan tindakan yang merugikan Bank. Klaim dibayarkan maksimal 5 hari kerja setelah verifikasi dan rekonsiliasi data simpanan. 2 Miliar maksimal yang dijamin pernasabah perbank.
jenis - jenis simpanan yang dijamin oleh LPS.

Jenis – jenis Simpanan yang dijamin oleh LPS :


a. Bank konvensional

1. Giro

2. Deposito.

3. Sertifikasi Deposito.

4. Tabungan.

5. Bentuk lain yang dipersamakan dengan itu.




b. Bank Syariah.

1. Giro Wadiah dan Mudharabah.

2. Tabungan Wadiah dan Mudharabah.

3. Deposito Mudharabah.

4. Simpanan lain yang ditetapkan LPS.



Apapun jenis simpananmu, LPS menjaminnya #LPSSahabatNasabah.

1 komentar:

  1. Bener banget, nabung dengan 'uang sisa'.. nyisainnya pasti dikit, tabungan nggak kekumpul-kumpul deh. Pas gajian, harus langsung pisahin budget untuk saving ke rekening khusus saving. Kalo nggak mah, ya nggak bakalan bisa nabung.. hihii

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)