Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Selasa, Juli 18, 2017

Bagaimana Menstimulasi Anak Agar Mahir Berbahasa Inggris?

EF Surabaya
yuk belajar bahasa inggris


Sebagai orangtua, pasti mau dong yang terbaik untuk anak, dan rasanya setiap orangtua sangat detail untuk tumbuh kembang anak, apakah semua hal baru harus diajarkan kepada anak, termasuk bahasa asing. Banyak orangtua yang memiliki banyak pertanyaan, diantaranya; kapan sih anak – anak boleh belajar bahasa asing? Bagaimana langkah awal mengajarkan anak bahasa asing? Apakah ada dampak jika anak terlalu dini diajarkan bahasa asing? Dan masih banyak pertanyaan lainnya.

EF Talk show

Beruntung, aku dan teman – teman blogger menghadiri talk show “Bagaimana Menstimulasi Anak Agar Mahir Berbahasa Inggris?” bersama Roslina Verauli, S.Psi., M.Psi., Psikolog yang biasa disapa dengan Mbak Vera, yang biasanya nonton di salah satu televise swasta, pasti nggak asing dengan Mbak Vera.

Mbak Vera memulai pembahasannya dengan menjabarkan mitos – mitos yang sering kita dengar tentang pembelajaran bahasa inggris kepada anak – anak.

Mitos yang pertama adalah :


Bayi harus menguasai bahasa Ibu terlebih dahulu.

Faktanya :


Perkembangan area berbahasa pada korteks otak justru di 6 tahun pertama, dengan puncaknya di 1 tahun pertama kehidupan bayi.

Anak yang berumur satu tahun mengalami golden moment, karena anak akan merekam semua di sekitarnya. Jadi umur satu tahun merupakan umur yang tepat jika orangtua mengajarkan bahasa inggris kepada anaknya. Anak yang berumur 6 tahun memang masih bisa diajarkan bahasa inggris, namun lebih efektif jika anak mulai belajar pada umur 1 tahun.

Mitos selanjutnya :


Banyak yang bilang jika bayi yang bilingual akan mengalami keterlambatan bicara.

Faktanya :


Bayi yang mengalami keterlambatan bicara bukan karena pembelajaran bilingual, melainkan ada faktor lainnya. 

Teori perkembangan berbahasa (Naom Chomsky) : Dalam otak manusia, sudah lebih dulu ada program “Language Acquisition Device (LAD) yang memungkinkan bayi melakukan analisis dan memahami aturan dasar bahasa yang mereka dengar. Bayi memiliki kapasitas bawaan menguasai bahasa.

Perkembangan kemampuan berbahasa atau fungsi bicara sangat kompleks, melibatkan; SSP dan area berpikir (seperti; interprestasi bunyi, kemampuan verbal, memori, banyak aspek emosi dan sosial individu).

Bagaimana sih cara mengajarkan anak yang berumur satu tahun untuk berbahasa inggris? Pertama megucapkan kata – kata yang sederhana dan berulang – ulang, seperti : Mom, dad, fly, shirt, yellow balloon, dan sebagainya. Selanjutnya gunakan gerakan yang mewakili kalimat yang diucapkan, misalnya mengucapkan hallo dengan melambaikan tangan, I am hungry dengan cara memegang perut, lakukan step by step , jika anak sudah bisa meniru, selanjutnya orangtua juga mengoreksi jika anak ada salah eja, misalnya anak menyebutkan kata harry tapi yang dimaksud adalah hungry, orangtua membetulkan kalimat dengan benar dan lakukan berulang – ulang kalimat yang benar.

Mitos :


Anak bilingual mengalami bingung bahasa?

Fakta :


Bingung bahasa atau code switching atau language mixing bagian dari proses menguasai kedua bahasa dengan baik. Seiring usia kondisi ini akan hilang dengan sendirinya.



Monolingual VS Billingual.


Terdapat perbedaan secara kognitif, sosiokultural dan personal :

Kognitif : 


Anak bilingual memiliki performa IQ lebih baik dalam tes atensi, penalaran analitikal, pembentukan konsep, dan kemampuan verbal, dan fleksibiltas berpikir.

Sosiokultural :


Anak yang bilingual lebih handal dalam kesadaran metalinguistik (seperti mendeteksi kesalahan dalam grammar, memahami arti dan aturan dalam percakapan untuk berespon sopan/relevan/informatif). Memiliki kemampuan komunikasi yang baik.

Personal :


Mereka yang bilingual / multilingual memiliki kemampuan bersaing dalam memperoleh pekerjaan yang lebih baik.

Banyak sekali manfaat yang didapat jika anak bilingual, kita yang sudah dewasa saja ingin sekali menguasai beberapa bahasa asing karena untuk karir pastinya akan menambah nilai plusnya jika bisa berbahasa asing. Mau dong nanti anaknya bakalan cemerlang karirnya, tentu saja peran orangtua juga sangat besar untuk kemampuan berbahasa si anak.

Stimulasi berbahasa kepada anak (Dalam “Infants and children prenatal trough middle childhood”, Laura E. Berk, 2012) :

1. Merespon bunyi – bunyi dari bayi dengan bunyi atau kata. Misalnya bayi sedang bersin, kemudian si ibu berkata, “you’re sneezing”, dan sebagainya.

2. Memberi perhatian dan komentar pada apa yang anak lihat, misalnya orangtua menunjukkan langit dengan menunjukkan tangan ke atas, “ look at the sky”, “sky is blue”, dll

3. Bermain social games.

4. Melibatkan anak – anak dalam bermain pura – pura.

5. Melibatkan anak – anak dalam percakapan sehari – hari. 

donna dan darius


Selanjutnya Donna Agnesia dan Darius Sinathrya merupakan orangtua yang memiliki anak – anak bilingual, dari kecil anak – anak mereka sudah dibiasakan untuk bilingual, tentunya sebagai orangtua pekerja kurang maksimal untuk mendampingi anak, karena itu Donna dan Darius mempercayakan pembelajaran bahasa inggri kepada EF (English First).

ef ptc surabaya
EF PTC Surabaya

Di EF tak hanya mengajarkan bahasa inggris saja, tapi juga mengembangkan karakter si anak, minimal si anak harus berani mengemukakan pendapat atau berani untuk menjawab pertanyaan dari tutor. EF sendiri membagi kelas sesuai dengan kemampuan, sebelum mengetahui si anak belajar di kelas yang mana, lebih dahulu dilakukan placement test, namun untuk usia balita pembelajaran berdasarkan umur sia anak. EF menekankan kurikulum yang berfokus pada perkembangan anak secara individu dengan melibatkan kegiatan belajar menagajar yang menstimulasi kemampuan anak berbahasa inggris, baik secara lisan, tulisan maupun kemampuan mendengarkan.

salah satu kelas.


Berkesempatan untuk keliling kelas di EF yang berlokasi di PTC Surabaya, terdiri dari dua lantai, dan melihat secara langsung anak – anak belajar. Kelasnya interaktif gitu, ada yang belajar sambil mendegarkan video berbahasa inggris, ada kelas yang sedang membahas pertanyaan, dan ada kelas listening. Di EF tutornya tak melulu berasal dari luar Negeri, namun semua tutor yang bekerja di EF sudah berstandar EF International, sebagai tutor aka nada tesnya juga loh, tesnya berstandar international. Di EF mengajarkan sesuai dengan grammar, misalnya pembelajaran, mengenal benda, “what it is?” jawabannya harus lengkap, “It is a mobile phone”, agar anak – anak terbiasa dengan structure bahasa dan tidak diperkenankan menggunakan bahasa gaul meski dalam bahasa inggris. Selain itu juga diajarkan sopan santun, misal harus mengatakan kata ajaib yaitu thank you and please.

kelas listening

dapurnya unyu :3

Ada yang menarik nih di EF, ada salah satu tempat agar anak – anak berinteraksi menggunakan bahasa inggris, yaitu di dapur. Jadi anak – anak langsung praktek, bagaimana sih caranya menyalakan kompor, mencuci piring dengan menggunakan bahasa inggris tentunya. EF juga sering mengadakan event untuk para muridnya, seperti saat Ramadan kemarin, EF mengadakan buka puasa bersama setiap harinya, dan beberapa minggu yang lalu juga mengadakan olimpiade untuk murid – muridnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)