sariwidiarti

Blogger lifestyle Surabaya, berbagi cerita tentang kuliner, wisata, parenting, dan gadget. semoga bermanfaat

Minggu, Maret 11, 2018

4 Tips Terbaik Memulai Bisnis Properti untuk Sukses Berinvestasi

property



Bisnis properti tidak pernah berhenti dilirik oleh calon pengusaha atau pengusaha lama yang sudah berpengalaman. Bahkan bisnis ini pun berani dimulai oleh orang yang tidak punya latar belakang bisnis sebelumnya. Hal ini didorong oleh keuntungan yang menggiurkan daripada bisnis lainnya dengan modal setara. Meski sebenarnya besar keuntungan tersebut tidak lepas dari ‘tangan dingin’ pebisnis atau pengusaha itu sendiri.


Jadi, meski menjanjikan untung besar, tidak sedikit pebisnis pemula maupun berpengalaman yang bisa mengalami kerugian karena bisnisnya ini. Nah, untuk meminimalisir kemungkinan terjadinya kerugian ini, Anda harus memperhitungkan dengan matang business plan Anda. Apa saja? Berikut 4 tips terbaik yang bisa membantu kesuksesan investasi.



1. Pertimbangkan Harga 


Bisnis ini memang selalu menjanjikan keuntungan yang besar. Ya, dan itulah kelebihannya, daya tarik utamanya. Tapi, Anda juga harus tahu bahwa perlu modal yang sangat besar untuk memulainya. Oleh karena itu, mengenai harga, baik harga beli maupun harga jual, harus dipertimbangkan dengan sangat matang.


Khusus hunian, selain harga produk, Anda juga perlu mempertimbangkan biaya lainnya seperti mengurus sertifikat, keamanan, perawatan, dan lainnya. Anda bisa menentukannya setelah melakukan observasi atau survei harga jual dan beli ini dengan banyak cara.


Bisa melalui jual beli di internet, mendatangi berbagai bazar, sampai mengunjungi langsung dari pemiliknya. Termasuk jika Anda tidak hanya menjual, tapi menyewakannya juga. Setelah itu, Anda bisa menyesuaikannya dengan bujet yang Anda miliki.


Pertimbangan harga ini berlaku untuk semua jenis bisnis properti yang Anda pilih, baik itu tanah maupun hunian seperti rumah, ruko, vila, dan lainnya. Kemampuan dalam bernegosiasi sangat penting untuk melancarkan tips yang satu ini. Jadi, selain menambah referensi seputar harga jual pasar, Anda juga perlu membekali diri dengan kemampuan negosiasi dan berkomunikasi.


2. Memperhitungkan Jumlah Permintaan


Tips kedua yaitu memperhitungkan jumlah permintaan. Meski bisnis ini termasuk salah satu jenis usaha yang tidak pernah mati, Anda tetap perlu memperhitungkan kebutuhan calon konsumen Anda. Salah satu hunian yang bisa dijangkau oleh semua lapisan masyarakat adalah hunian dalam bentuk rumah, bisa landing house atau rumah susun (rusun).


Jadi, bagi Anda yang masih bingung memutuskan ingin menekuni bisnis yang mana, apakah rumah, ruko, kontrakan, tanah, atau lainnya, membuat diverensiasi produk usaha sepertinya langkah paling tepat untuk diambil. Tapi, jika membuka banyak bisnis, Anda perlu modal lebih besar dan menarik banyak investor sehingga mau menjalin kerjasama dengan Anda.


Oleh karena itu, sebaiknya ajak rekan bisnis sebagai rekan kerja atau investor Anda. Dengan tips ini, Anda bisa dengan tepat mengetahui selera pasar terkini. Selain jual dan beli, Anda juga bisa menyewakannya. Karena, tidak sedikit konsumen yang butuh (khususnya hunian) untuk 1-2 bulan saja. Misalnya, para pelancong, traveler, dan pengusaha dari luar kota.


3. Menentukan Tujuan Bisnis


Tips ini tidak kalah penting dari dua tips sebelumnya. Anda harus menentukan tujuan bisnis Anda. Semua hal akan lebih mudah untuk sukses jika dari awal kita sudah punya tujuan dan plan yang jelas. Selain itu, hal ini sangat penting untuk menarik banyak investor, terutama saat Anda mengajukan proposal kerjasama dengan mereka. Rencanakan dengan matang apa tujuan, visi, dan misi dari bisnis yang Anda jalankan.


Selain itu, dengan jelasnya tujuan, maka bisnis Anda akan semakin terarah dan memiliki manajemen perusahaan yang profesional. Selain menjadi tujuan utama para investor, konsumen juga akan semakin percaya pada bisnia yang Anda bangun ini. Agar lebih spesifik, Anda perlu menentukan tujuan jangka panjang dan jangka pendek.


Hal ini berhubungan dengan keputusan Anda untuk menjual atau hanya menyewakannya saja. Begitupula dengan keputusan dalam menentukan spesifikasi bisnisnya, apakah tanah saja, atau sekaligus dengan perluasan usaha properti lainnya seperti hunian dalam bentuk rumah, ruko, apartemen, kantor, dan lainnya.



4. Memaksimalkan Keuntungan


Keuntungan bisa maksimal jika sedikit pesaing, Tapi, meminimalisir jenis bisnis yang sama memang tidak mungkin dilakukan. Nah, Anda bisa menyiasati hal ini dengan membuat inovasi produk yang Anda jual. Caranya adalah dengan menawarkan banyak keunggulan yang bisa diperoleh konsumen jika membeli tanah atau hunian pada Anda.


Misalnya, Anda menawarkan hunian nyaman dalam bentuk perumahan komplek biasa tapi memiliki fasilitas lengkap seperti hunian modern. Jadi, selain masjid dan taman, Anda bisa menambahkan arena bermain anak, fasilitas olahraga, dan lainnya. Tentukan harga yang kompetitif jika produk yang Anda tawarkan memiliki kesamaan dengan produk saingan.


Dengan menerapkan keempat tips terbaik memulai bisnis properti tersebut, Anda telah melakukan antisipasi dalam menghadapi kerugian. Setidaknya, Anda telah mengupayakan untuk meminimalisisr jumlah kerugian yang telah diprediksi setelah bisnis ini berjalan. Mulai tertarik dan tertantang untuk memulai bisnis ini? Selamat mencoba! 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)