sariwidiarti

Blogger lifestyle Surabaya, berbagi cerita tentang kuliner, wisata, parenting, dan gadget. semoga bermanfaat

Jumat, Agustus 03, 2018

Investasi Untuk Pemula : Pahami Agar Terhindar dari Investasi Bodong

investasi untuk pemula
apa perlu investasi?


Sebelum berinvestasi, sebaiknya memahami mengapa harus berinvestasi? Apa gaji dan tabungan masih kurang untuk memenuhi kebutuhan hidup? Investasi apa yang tepat untuk pemula? Apa ada risiko saat berinvestasi? Pasti memiliki banyak sekali pertanyaan tentang investasi.

Mengapa kita perlu berinvestasi ?


Saat ini, berapa penghasilan yang kamu miliki? Dengan penghasilan yang dimiliki apa sudah cukup untuk memenuhi segala kebutuhan? Bisa dilihat dari harga kebutuhan pokok, dari tahun ke tahun mengalami kenaikan, biasanya uang 50 ribu bisa untuk seminggu, sekarang uang 50 ribu hanya untuk 3 hari. Penurunan daya beli karena meningkatnya harga, bisa disebut juga dengan inflasi.

Memang, usia produktif memiliki badan yang sehat bugar untuk terus beraktifitas dan menghasilkan banyak uang. Apa pernah berpikir, saat usia memua, apa mampu menghasilkan uang sama seperti saat masih muda?

Kalau sudah punya tabungan, apa bisa merasa aman untuk masa depan? Bisa dilihat dari bunga tabungan, pertahun rata – rata hanya 1%. Sedangkan setiap tahun mengalami inflasi sekitar 5%. Diperlukan produk investasi yang bisa melebihi dari infalsi. Tabungan bukanlah produk investasi, karena memang untuk saving aja, agar uang nggak hilang, ditempatkan di tempat yang aman, tapi lama – kelamaan akan tergerus inflasi dan juga biaya administrasi.

Direncanakan lebih lanjut lagi, kapan waktunya pension, apa sudah memiliki dana untuk pensiun? Sangat dibutuhkan yang namanya perencanaan keuangan, yang paling sederhana adalah mengetahui apa itu kebutuhan atau hanya keinginan. Perlu hidup irit atau hemat, tapi kadang kala yang namanya anak muda kalau sudah menerima penghasilan, ingin langsung menghabiskan uang yang diterima. Padahal, lebih baik mengalokasikan uang untuk menabung atau investasi, selanjutnya biaya bulanan, kalau ada sisa uang, boleh untuk belanja baju, nongkrong, atau hiburan. Ini yang namanya pay yourself.

Konsep “rezeki nggak akan kemana” menjadikan seseorang enggan untuk berinvestasi, padahal rezeki yang kita harus dikelola sebaik mungkin, agar nantinya saat tua tidak menjadi beban anak kita. Ada orang yang berinvestasi karena ingin kaya banget, orientasi kekayaan atau ingin masa depan (pension) terjamin.

Sebenarnya, tabungan dan investasi ada kemiripannya, yaitu mudah untuk ditarik / ambil uang, hanya saja investasi ada jangka waktu, ada tujuannya, untuk investasi jangka pendek atau investasi jangka panjang.

mari berinvestasi


Investasi yang sering kita dengar adalah property, deposito, dan emas. Kelemahan dari property adalah membutuhkan dana yang besar, dan tidak mudah untuk menjual property. Investasi emas juga memiliki kelemahan, tahu nggak sih kalau emas sebenarnya bukanlah investasi? Sebenarnya emas adalah cara untuk melindungi nilai (harta) dari inflasi. Karena pertumbuhan emas sama dengan inflasi. Nggak ada keuntungan didapat, kalau jual emas saat harga tinggi, ya sama saja nilainya seperti inflasi, harga emas naik saat harga – harga cenderung naik juga. Begitu juga dengan deposito, nilainya lebih kecil atau sama dengan inflasi.

Jika ingin berinvestasi memerlukan :


Uang : setidaknya sejumlah minimum dari setiap instrumen investasi.

Pengetahuan : untuk mengambil keputusan.

Waktu : untuk memonitor setiap instrumen yang kita miliki.



Berkenalan dengan reksadana.


Reksadana adalah program investasi yang menggabungkan modal dari banyak investor, dan berinvestasi pada beragam instrumen, serta dikelola secara professional oleh perusahaan pengelola aset (Manajer Investasi).

Kelebihan dari reksadana, yaitu :

Fleksibel : Banyak pilihan Produk sesuai kebutuhan investasi.

Likuid : bisa dicairkan kapan saja, tanpa jangka waktu.

Aman : terdaftar dan diawasi oleh OJK.

Bebas pajak : hasil investasi reksadana tidak dipotong pajak.

Terjangkau : mulai 10.000! 


mari belajar




Saya masih pemula, tapi tertarik untuk investasi di reksadana.


Perlu diingat hal yang paling mendasar saat berinvestasi :
Return tinggi, resiko juga tinggi. Resiko rendah, return juga rendah. Tidak ada return tinggi dengan resiko yang rendah, harus waspada kalau ada iming – iming seperti itu, bisa jadi investasi bodong!

Macam – macam reksadana :


Reksadana pasar uang : reksadana yang paling tepat untuk pemula, jangka waktu yang disarankan adalah >1tahun. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil. Bisa dibeli mulai dari 10.000 dan dapat dicairkan kapan saja.

Ada beberapa macam reksadana, tapi untuk saat ini, membahas reksadana pasar uang yang cocok untuk pemula. Jika baru pertama kali berinvestasi, investasi sedikit terdahulu, pantau pergerakan investasi. Lambat laun akan paham dan bisa berinvestasi di instrumen lainnya.

Saat berinvestasi di reksadana, dana kita akan dibelikan “unit” reksadana. Selanjtnya, nilai investasi kita akan naik – turun seiring dengan nilai unit reksadana. Unit suatu reksadana bisa ditukar dengan unit lainnya. Kapanpun bisa dicairkan, saat nilai unit kita berkembang cukup banyak, boleh dicairkan. Beli unit menggunakan harga sekarang, dan saat pencairan, menggunakan harga saat pencairan.

Tidak kalah pentingnya saat berinvestasi adalah memilih manajer investasi karena dana kita akan dikelola oleh manajer investasi, lihat track record manajer investasi, bisa dilihat di OJK. Saat investasi, kita juga berhak memperoleh laporan kinerja setiap bulan atau harian.

PT Manulife Asset Manajemen Indonesia sudah 19 tahun beroperasi di Indonesia, dan memiliki tim investasi yang berpengalaman, rata – rata 12 tahun. TOP 3 Manajer Investasi terbesar di Indonesia, juga memiliki produk investasi syariah. Bisa klik MAMI.COM untuk lebih dekat, di MAMI bisa melakukan investasi secara online.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)