sariwidiarti

Blogger lifestyle Surabaya, berbagi cerita tentang kuliner, wisata, parenting, dan gadget. semoga bermanfaat

Sabtu, November 03, 2018

[Relationsweet] Fase – fase Kehidupan: yang menjalani siapa, yang ribet siapa.

amor


Aku tahu kalau aku orangnya alay, sering dong ya saat fase – fase kejombloan, maunya dapat jodoh secepat mungkin, galau karena belum nikah juga, galau karena teman – teman pada nikah, eh malah dikatain :

“Kamu pilih – pilih sih sar sama cowok”

“Kamu orangnya jahat mungkin sar ke cowok, makanya nggak ada yang deket sama kamu”
Dan sebagainya…

Hadeeeh… kalau seperti ini, Marimar bisa apa?! Kruwes – kruwes mulut jahat? Marimar tidak bisa, Marimar kan baik hati, tidak sombong, dan rajin menabung.

Sebenarnya aku termasuk yang masa bodo dengan perkataan orang, nggak peduli dengan omongan orang karena ya ini hidupku, yang menjalani ya aku, tapi ternyata tidak semudah itu, kita hidup selalu bertemu dengan orang, berdampingan dengan tetangga dan tidak lupa kalau hidup ini juga dipenuhi dengan netijen.

Sekarang udah nggak jomblo lagi masih ada dapat omongan :

“Kamu nggak salah pilih, Sar?”

“Kamu kok mau sama dia?”

“Kamu kan pacarnya si anu, gini aja kok nggak tahu”
“Enak ya jadi kamu sar, kalau nikah nggak bingung, mbak iparmu kan punya WO, gratis ya sar?”
Dan sebagainya..

Ya Tuhan, berikanlah Maria mercedez ini kekuatan sehingga dapat menikah dengan damai bersama Jorge Luis.



Mungkin hanya segelintir orang yang tahu tentang jalan cerita kehidupan percintaan aku dan masnya, karena aku sukanya curhat ke satu orang saja, yang membuat aku nyaman untuk curhat dan tentunya orang yang dapat aku percaya, berhubung hubungan ini tidak biasa, seperti drama – drama percintaan sosyial mediah, jadinya ada beberapa yang tahu karena mereka kepo sendiri atau terlihat dengan jelas bagaimana sikap masnya kepadaku, ya gitu deh pokoknya, dan aku berusaha untuk menahan rasa kekepoan para masyarakat internet dan menahan agar tidak lebih lebar lagi yang dulu – dulu itu.


Sekarang yang mereka tahu, aku dengan masnya, ciyeeeee gitu dong😂😍😎, tidak tahu bagaimana latar belakang drama percintaan. Hmm.. tapi bukan drama, beneran terjadi di kehidupan aku, duuuh ya sari kok kuat gitu ya menghadapai semuanya. Dan aku sekarang berada dalam keadaan yang lelah, capek sekali karena tenaga dan pikiranku terkuras dengan kejadian yang dulu itu. Kepo yaaaa..😋😏😏😂


Dengan keadaanku yang seperti ini, setidaknya wajar jika aku ingin menikmati masa – masa dengan masnya, pengin menikmati moment berdua dengan masnya, pengin alay – alay kayak anak SMA yang suka gombal – gombal nggak jelas kalau lagi pacaran, ya aku ingin menikmati yang namanya pacaran, ingin menikmati masa – masa penyesuaian, jelas dong sikap kita berdua bertolak belakang, salah paham sering terjadi, maka dari itu pengin banget yang namanya pacaran, merasakan rindu – rindu yang merasuk di jiwa, manjah – manjah nggak jelas, eh tapi ternyataaa ada yang bilang :

“Ngapain sih pacaran, nikah aja napa”
“Nikah aja, udah berumur”

“Nunggu apa sih, burunan nikah”

dan sebagainya

Hei wahai sodara sebangsa dan setanah air, emangnya situ mau bayarin pernikahan saya?! Huhuhuhu rasanya Kajol ingin bersandar pada Shahrukh khan.

relationship


Aku tahu kok kalau jalan ini sebisa mungkin menuju ke pernikahan, dan aku tahu pernikahan butuh persiapan yang banyak khususnya mental, aku tidak menutup mata dengan apa yang akan aku jalani. Ibaratnya anak mahasiswa semester satu, udah dikasih pandangan tentang skripsi, judul skripsi harus begini, dosen pembimbing begini – begitu, kan langsung lemes duluan, tahu kok kalau jadi mahasiswa nantinya bakalan menghadapi yang namanya skripsi, namun masih harus menjalani yang namanya semester dua, semester tiga hingga nanti memang harus mengerjakan skripsi. Aku ingin menjalani setiap proses, aku ingin menikmati perjalanan ini, bertengkar sama masnya, rindu sama masnya, cium – cium layar hape, senyum – senyum sendiri, aku ingin menikmati proses seperti itu hingga akhirnya, Bismillah, saya siap menikah dengannya.

Klise ya? kadang untuk beberapa hal aku orangnya konservatif, jadul gitu, hmmm.. pantas saja aku suka dengan lelaki yang berumur.😂😂

Tenang aja, meskipun pernikahan memang menjadi bahan pemikiran dan pembicaraan setiap hari, Insya Allah tidak membuat lalai akan tugasku, aku tahu mana yang prioritas untuk dikerjakan, masih ingin mencapai ini itu, tidak membuat kegiatanku berantakan, malah membuatku fokus untuk menta masa depan, tsaaaaaah..

Misalnya saja, perhatianku ke Bapak tidaklah terbagi, meskipun Bapak sering banget bilang kalau Bapak nggak apa – apa, bisa urus sendiri, yang penting aku dapat menjalani apa yang aku inginkan. Tapi kan pengin banget perhatian sama Bapak, masak untuk Bapak, jalan – jalan bareng Bapak, karena nantinya tanggung jawabku bukan di lagi berada di pundak Bapak, akan berpindah di pundak suami. Sebelum masa itu terjadi, kan pengin menghabiskan waktu bersama Bapak.

Mungkin semua yang dikatakan (kadang julid banget) atau sikap yang diterima oleh aku adalah bentuk kecintaan mereka kepadaku, tapi kadang cinta yang berlebihan. membuat terkekang, tidak bebas. Cukuplah cinta kalian ke aku dibuktikan dengan memberiku semangat, memberikan doa yang tulus akan kelancaran rencanaku dengan masnya untuk ke depannya.

Dengan apa yang aku terima, jadi membuatku lebih berhati – hati dalam berucap maupun bersikap kepada teman – teman yang masih jomblo atau masih bingung dengan masa depan, jika tidak mampu berkata baik, maka lebih baik diam, atau jadi pendengar saja ketika ada yang curhat.

Intinya sih, jalani sesuai dengan keinginan kamu, jangan lupa untuk terbuka dengan pasangan, kalau ingin nggak terburu - buru untuk menikah, ya katakan dengan jujur beserta alasan, biar nggak dikira PHP, kalau pengin cepat - cepat, katakan juga kalau ingin menikah, berapa bulan lagi, tapi jangan lupa, udah siap belum dananya, udah siap belum mentalnya, udah siap belum visi dan misnya, udah siap belum hal - hal yang nantinya bikin ribet, sekecil apapun itu. Menikah tidak hanya milik dua individu namun juga untuk dua keluarga besar, selamat untuk menjajaki fase - fase kehidupan, nikmati aja, dan terimakasih untuk kalian semua, yang kasih semangat atau yang omongannya terlalu jujur 😂😂 berkat kalian, bisa jadi satu postingan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)