Terimakasih Oktober

cr: pexels (paropak)

Kenapa judulnya terimakasih Oktober? Bukan karena tidak mengucapkan terimakasih kepada Sang pencipta, bukan berarti bulan-bulan sebelumnya nggak mengucapkan terimakasih, di bulan ini sesuatu yang spesial saja. Ya, suka-suka yang nulis juga sih mau kasih judul apa. πŸ˜†

Saya orangnya jika sudah berkecimpung lama di dunia A, ingin dan merasa tertantangan dengan dunia B, C, D, ada yang seperti itu? Bukan berarti cepat bosan, dunia A yang saya geluti masih saya nikmati, hanya saja ingin tantangan, ini sesuatu yang baru.

Karena punya keinginan yang tak terbendung, akhirnya curhat ke partner. Tapi jawabannya, “Udah, fokus aja ke blog, bla bla bla bla”. dapat jawaban gitu langsung gondokπŸ˜†πŸ˜†πŸ˜‹ . Nggak salah juga sih, daripada nggak fokus dan hasilnya jadi setengah-setengah, mending mendalami hal yang sudah dikerjakan. Masnya memang punya pikiran yang old school gitu ya, dan seusia dia memang butuh yang stabil, kalau di bidang A bisa menghasilkan, ya sudah ditekuni daripada melirik B yang belum tentu bisa totalitas.

Tapi… tapi… tapi kan beda orang beda pemikiran, saya pengin ada sesuatu yang bisa mengeluarkan kemampuan saya di bidang yang berbeda, memaksimalkan potensi, dan pastinya segala ilmu juga “nyambung” nantinya. Kalau dipikir-pikir, bener juga sih, harus ada yang stabil dari saya, duit. Setiap bulan setidaknya saldo aman-aman saja, jangan sampai nantinya berkecimpung di dunia baru tapi nggak menghasilkan, malah buang-buang uang. Waduh, jangan deh.

Pemikiran itu sudah ada jauh sebelum bulan ini, mungkin awal tahun, atau akhir tahun 2018. Saya tidak ingin serakah, jadinya saya endapkan dulu keinginan, memikirkan hal-hal ; apa ada manfaatnya, apa saya mampu membagi waktu? Saya harus yakin dengan apa yang saya kerjakan kelak mendapatkan pengalaman baru, dan harus nyambung ke kegiatan utama untuk menambah skill, memperbanyak portofolio. Karena niatnya bukan mencari hobi baru.

Akhirnya, setelah dipikir, saya ingin mencari pekerjaan yang stabil, okelah mulai dari cari pekerjaan sistem kontrak. Cari lowongan di sosmed, di segala penjuru, akhirnya ketemu lowongan yang sesuai dengan minat. Seneng sih tapi nggak pede juga, lowongan seperti itu yang di share secara publik, pasti banyak peminatnya, sudah cocok atau belum ya, jika blog ini saya jadikan portofolio. Langsung tepis aja pemikiran yang mengkerdilkan diri sendiri, pede aja yang penting sudah mengirim sesuai syarat, konten blog (menurut saya) juga sudah sesuai, sudah bisa dijadikan protofolio.

Oiya, blog dengan satu niche memang memberikan kemudahan jika nantinya ingin memiliki penghasilan dari blog (kecuali kalau dijadikan hobi aja). biar nantinya orang yang hire kita tuh nggak bingung, atau kalau memang isinya campur-campur, pastikan navigasi blog mudah untuk ditelusuri. Kelompokkan postingan sesuai dengan label. Banyak kok contoh blog yang keren memiliki 1 niche saja, atau blog yang isinya campur-campur, tapi mudah untuk ditelusuri jika ingin membaca tema tertentu.

cr: pexels (Aleksandra)


Alhamdulillah, seminggu sebelum tanggal 29 Oktober, tanda tangan kontrak. Berasa kayak, “loh, aku diterima”. Antara seneng dan nggak percaya, biasanya kalau sudah apply langsung cari info lowongan yang lain, eh jangan lupa berdoa, dan masih banyak kesempatan di luar sana.

Akhirnya tanggal 29 Oktober mulai kerja. Seneng karena punya pengalaman baru, briefnya mudah dipahami. Alhamdulillah.

Memiliki 2 blog dengan niche yang berbeda memang butuh fokus yang lebih. Tidak lupa memberdayakan blog sebelah dan IG untuk review-review produk kecantikan. Saya menggunakan cara yang berbeda, meskipun sama sih dasarnya "blog sebagai portofolio". Kalau blog kecantikan, lebih melakukan pendekatan ke platform kecantikan, ikutan challenge , ikutan review tanpa bayaran, ikutan bahas atau komen dengan topik tertentu. Lakukan semuanya dari hati dan konsisten, meski hanya dapat barter dengan produk saja, lakukan yang terbaik, saya selalu menganggapnya sebagai tambahan portofolio (nambah pageview juga) dan untuk mengasah kemampuan foto produk kecantikan. Dari kegiatan yang dilakukan, setiap bulannya menarik perhatian beberapa brand untuk kerjasama yang ada bayarannya plus produk.

Jujur saja, untuk komunitas beauty, masih sebatas anggota komunitas yang di media sosial, belum yang intens untuk ikutan komunitas tertentu, karena ritmenya belum bisa saya ikuti, padahal mau banget ikutan. Cara di atas udah umum untuk dilakukan, disesuaikan dengan kemampuan aja, banyak platform beauty yang beredar, hanya beberapa yang saya ikuti.



Lanjut curhatnya…



Bulan Oktober ini, muncul kembali keinginan untuk membiasakan baca buku. Menurut saya, semuanya harus seimbang, kerja harus ada waktunya, harus ada jedanya untuk istirahat dan melakukan hal di luar pekerjaan. Saya memilih untuk kembali ke buku, karena akhir-akhir ini mulai terbiasa untuk mencari sumber yang menunjang tulisan, ujung-ujungnya ke web orang luar ataupun ke channel youtube.

cr : Pexels (scott)


Sudah mulai kegiatannya, sehari minimal membaca buku selama 15 menit, saya memilih buku cerita anak-anak, random sih tapi seru.

Ngobrolin tentang kehidupan yang seimbang, sebelumnya yang bikin PR banget adalah mengenal diri sendiri, lebih mengenal dan mencintai diri sendiri. Kalau sekarang menjalani kehidupan yang seimbang, berasa kayak challenge setiap bulan yak, selalu ada tema yang ingin dibahas πŸ˜†

Karena mikirnya kan untuk ke depannya, nggak ingin sendiri mulu, ingin memiliki pendamping. Jika sudah memutuskan ingin membangun rumah tangga, saya sudah tuntas dengan persoalan diri sendiri, lebih mengenal diri sendiri, mencintai diri sendiri, agar nantinya jika berdua (menikah) nggak merasa hidup saya"dirampas", "kok rumah tangga kayak gini", dll, yang sebenarnya diri sendiri belum tuntas dengan permasalahan yang dipendam atau mungkin trauma-trauma masa lalu belum terselesaikan. Rumah tangga bukan sebuah akhir perjalanan cinta, bakalan ada tantangan baru. Kalau diri sendiri masih ada yang mengganjal, ada "kerikil kecil" yang belum bisa terastasi, ya malah semakin berat menjalani hidup, ujung-ujungnya malah menyalahkan diri sendiri, jangan sampai seperti itu.

Sekarang temanya keseimbangan hidup, dimulai dari hal yang sering dihadapi, yaitu pekerjaan. Memang butuh duit sih, namun nggak melulu "memeras" blog, jangan lupa fungsi utama blog adalah tempat berbagi, perbanyak juga postingan organik, blog dioptimasi juga. Cara setiap orang berbeda-beda untuk optimasi, ada yang ikutan blog walking, IG walking, bikin ads, semua terserah bagaimana caranya, pemilik blog akan tahu kebutuhan blognya.

Tapi perlu diingat juga aturan-aturan baru Google, bagaimana menyematkan link, apa itu bounce rate, apa itu spam score,algoritma dll. Meskipun bikin mumet kepala, harus dipelajari pelan-pelan, namanya juga blog, suatu ilmu yang punya ritme kayak roller coaster, bikin deg-degan kalau ada aturan baru.

Sesadar-sadarnya jika freelance memang "kejam", saya mengimbangi dengan memiliki jadwal setiap harinya, meskipun tiba-tiba ada email penawaran dengan DL yang mepet, setidaknya jangan tidur larut malam, lebih baik bangun lebih awal. Untung ya badan ini kalau lagi capek banget, butuhnya cukup tidur aja, dan memang saya ini anak rumahan ya, rebahan sambil nonton drakor udah seneng. 

Keseimbangan dana, sudah terpampang nyata di blog ini, banyak bahas tentang duit, khususnya investasi sebagai tanggung jawab masa depan, kalau sering lihat saya pakai baju itu-itu doang, berarti memang butuh untuk menggendutkan rekening πŸ˜‚. Tapi nggak baik juga kalau fokus dan bersusah payah untuk menimbun harta, sesekali bisalah untuk menyenangkan diri sendiri. Keseimbangan.

Jadi, dari awal sampai akhir postingan, isinya apa? Isinya pengin curhat doang πŸ˜‚. Apapun tujuan ngeblog, totalitas aja, nggak boleh minder atau berkecil hati. Oiya, hal baru yang ingin saya lakukan juga bebarengan dengan pekerjaan baru, so excited! yeaaay!

Posting Komentar

0 Komentar