Bahaya Terlalu Sering Mengetik Di Depan Laptop Atau Smartphone

Bahaya Terlalu Sering Mengetik Di Depan Laptop Atau Smartphone

Pengalaman ini saya alami ketika sering mengetik di depan laptop atau smartphone. Saya sudah sering membaca atau mendengar jika tidak baik terlalu sering menggunakan gadget, nanti matanya lelah dan banyak anggota tubuh yang akan terganggu. Semuanya itu saya anggap angin lalu saja. Beberapa minggu yang lalu saya merasakan akibat kelalaian saya sendiri, lengan bagian kanan terasa sakit. Saya semakin cemas karena bebeapa hari tidak berangsur membaik malah membuat semakin tidak nyaman dan saat malam hari membuat saya susah tidur.

Entah awalnya rasa nyeri muncul dari mana, apakah saya sering mengetik, salah posisi tidur, atau sering membawa tas ransel dengan beban yang berat. Setelah diingat mungkin karena sering mengetik dan membawa beban di bahu yang berat. Selalu mencari penyebabnya sebelum mengobati. Langkah pertama, saya membeli welmov, saat itu terpikirkan sendi yang sakit, setelah meminum sesuai dengan petunjuk, lengan agak enak’an, tapi besoknya kambuh lagi. Baru kali ini saya bingung sebenarnya yang sakit daerah mana, sendi, otot atau tulang.

Rasa Nyeri di Bagian Bahu dan Lengan.


Hal yang membuat saya tersika adalah saat menggerakan tangan ke atas, rasa nyeri yang luar biasa, saat pakai baju rasanya tersiksa dan memakan waktu yang lama, begitu juga saat mengerjakan pekerjaan rumah, nyuci piring rasanya sakit banget. Kemudian memiliki inisiatif untuk membeli counterpain, saya oles di daerah bahu hingga lengan di tangan kanan, ada sensasi panas tapi nyaman, sesekali saya pijat, beberapa kali pakai ternyata tidak ada hasilnya. Nyeri masih terasa hingga membuat saya susah tidur.

Anehnya, saat posisi mengetik di laptop, saya tidak merasa sakit, tapi saat tidak melakukan apa-apa atau saat posisi tidur, rasa nyeri menyerang, menusuk. Bahkan menentukan posisi tidur yang nyaman sangat susah. Berawal dari hal ini sepertinya ada yang salah dengan kebiasaan saya saat posisi mengetik di depan laptop. Kalau dibilang workaholic, tidak juga. Mungkin dikarenakan saya full time freelance, jadinya meskipun tidak ada kerjaan selalu membuka laptop, ngetik draf untuk postingan organik atau sekedar ngetik untuk coba dikirim untuk lamar content writer freelance ataupun ada aja yang dikerjakan daripada bengong.

Selain laptop, sangat akrab juga dengan smartphone, kemana-mana dibawa, seringnya nonton film atau drama korea. Seharusnya saya beli lazy pad, bukan tangan sebagai tempat penyangga smartphone. Meskipun masih bisa nge-rem untuk mengambil jeda waktu nonton, tapi kan nonton satu episode saja bisa menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam, kasihan anggota tubuh.

Pengobatan Untuk Mengatasi Rasa Nyeri


Karena melihat dari banyaknya kesalahan di masa lalu, dan ternyata tidak bisa diobati dengan obat-obatan yang dijual bebas. Rasa sakit yang tak tertahan, saya langsung pergi ke Puskesmas. Kenapa ke Puskesmas? Karena kalau ke dokter di dekat rumah, praktiknya sore hari, saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi dengan menahan rasa sakit. Selain itu, Puskesmas dekat rumah merupakan faskes pertama di kartu BPJS saya, jadi kalau saya kenapa-kenapa, bisa enak minta surat rujukan untuk berobat ke rumah sakit.

Sekilas mendapat info dan juga waktu dulu pernah datang di event blogger tentang kecanduan gadget harus melalui terapi, bahkan saya sudah menyiapkan diri jika nanti harus terapi, tapi semoga tidak karena saya termasuk orang yang tidak sabaran dan mengetik merupakan kegiatan yang membuat saya senang, saya seperti memiliki dunia sendiri. Bagaimana jika saya haru beristirahat, tidak melakukan apa-apa dalam waktu beberapa minggu? Terasa hampa. Padahal sebelum saya ke Puskesmas, istirahat untuk tidak membuka laptop. saya masih curi-curi waktu untuk nulis di smartphone.

Saat diperiksa, saya curhat tentang kebiasaan yang memicu rasa nyeri di lengan bagian kanan. Saya tidak paham istilah kedokterannya. Tapi yang saya dengar, di lengan kurang lancar peredaran darahnya, antara pengin ketawa tapi hanya bisa senyum-senyum doang, kalau peredaran darah kurang lancar, berarti kurang olahraga dong. Astaga, padahal pagi hari sering keliling ke pasar apakah itu tidak termasuk olahraga? Oh mungkin kurang pemanasan atau stretching.

Kemudian saya diberik obat an****** sengaja tidak ditunjukan mereknya karena obatnya harus ada anjuran dokter, dan obat yang diberikan tidak sembarangan, sepertinya ada peringatannya, kalau ada yang alergi obat, tidak boleh konsumsi obat ini, nanti ada obat lain sebagai pengganti, dan dosisnya juga harus sesuai dengan resep dokter. Bahkan dokternya bilang kalau muncul alergi seperti bintik-bintik merah, jangan melanjutkan minum obat tersebut. Tenang aja, obatnya bukan antimo, meskipun inisialnya hampir mirip.

Alhamdulillah tidak muncul alergi setelah meminum obat tersebut, sedikit lega karena bisa menerukan untuk meminumnya sesuai anjuran dokter. Setelah itu, saya langsung ngantuk banget, cocok lah karena sudah beberapa hari saya susah tidur karena rasa nyeri ini. Selanjutnya, saat bagun tidur, lengan sudah agak mendingan, saya minum teratur hingga obatnya habis, Alhamdulullah berangsur-angsur kembali normal. Bahagia! Dapat obatnya hanya satu jenis saja, selain itu juga dapat vitamin B komplex, sepertinya saya kekurangan vitamin tersebut atau kurang mineral gitu deh. Setelah obat dan vitaminnya habis, saya membeli vitamin B kompleks untuk menjaga kesehatan.

Jadi, semua hal yang berlebihan itu tidak baik. Meskipun doyan kerja, meskipun menulis ada sebuah kesenangan, semua harus ada porsinya. Harus ada jadwalnya agar tubuh tidak dipaksa untuk melebihi kapasitasnya. Jaga kesehatan, semuanya!

Posting Komentar

0 Komentar