3 Tugas Bloger yang Masih Jadi PR

cara jadi bloger


Kata orang, “Nulis aja dulu" tapi nyatanya ketika memutuskan untuk jadi bloger banyak hal yang harus dilakukan, butuh modal banyak, kecuali kalau ngeblog hanya dijadikan sekadar hobi.

Entah kenapa meskipun tergolog susah untuk dilakukan, tetap aja dilakukan demi ngeblognya semakin semangat dan semakin banyak pundi-pundi uang yang dihasilkan.

Tugas Bloger yang Masih Jadi PR.

Kurang lebih sudah 5 tahun menjadi bloger dan banyak banget ketemu teman-teman lintas generasi hingga lintas benua, semua teman yang aku temui, banyak sekali memberikan ilmunya, pernah langsung nyontek ilmunya, pernah juga dimodif agar sesuai dengan kebutuhan blog yang aku miliki.

Ilmu gratisan ataupun berbayar selalu ada manfaatnya, nggak ada ilmu yang sia-sia, kalau belum berhasil, mungkin saja metodenya perlu dimodif sedikit. Trial and error. Jangan mudah menyerah.

Hingga saat ini, aku masih punya 3 Tugas (untuk diriku sendiri) yang sampai saat ini masih jadi PR.

Konsisten dengan satu niche.


Ada beberapa teman bloger, mantan kekasih hingga gonta-ganti kekasih hati, pernah mengatakan, jika bikin blog, harus blog yang 1 niche. Hal itu tidak hanya terkait dengan branding, tapi biar mudah memberikan related link ketika mau nulis postingan baru. Katanya juga, kalau ada ahensi atau brand cari bloger dengan spesifik niche, kamu bisa jadi pilihan utama (branding).

Tapi, serius deh, penuh tantangan ketika berusaha konsisten menulis konten dengan satu tema. Maka dari itu aku memiliki blog lebih dari satu, susah sih  punya lebih dari satu, tapi kalau dijalani dengan santai tapi serius, mengerjakan hal yang kita sukai tidak terasa lelah.

Meskipun berusaha konsisten, tetap aja jalannya nggak selalu “lurus”, agak belok dikit. Blog sebelah yang sering bahas tentang beauty, sesekali ada konten lain yang nylempit, seperti tulisan tema liburan, kuliner dan parenting, meskipun nggak dominan, hanya beberapa biji, tapi merasa gagal karena tidak konsisten nulis dengan tema kecantikan.

Apalagi blog ini, campur aduk tapi berkedok “Lifestyle”. 


Nulis tekno, ayo!

Nulis otomotif, kuy!

Nulis keuangannya, Lets go!

Nulis kesehatan, Gaskeun!


Jujur aja nih, alasan blog ini jadi campur aduk, karena bertebaran peluang job dengan fee yang wow. Ambil saja yang penting sesuai dengan kriteria klien, Gass!

Untuk ke depannya, blog ini masih tetap campur aduk, tapi lebih mulai ke spesifik, seperti tulisan tentang tekno (masih newbie), keuangan, otomotif, dan bisnis. Beberapa tema tersebut dilihat dari banyaknya artikel yang mengulas dengan tema sejenis.

Ada juga keinginan untuk spesifik dengan tema tertentu, tujuannya agar pembaca blogku lebih nyaman. Kalau lebih spesifik, berarti si pengunjung sariwidiarti.com, merupakan pengunjung yang mencari info tentang (misalnya) gadget murah.

Meskipun kontennya random, tapi masih ada aja pengunjung baru. Bersyukur banget. Nanti deh kalau sudah mantap, bakalan lebih fokus ke niche tertentu. Sekarang masih menikmati blog “Lifestyle” ala ala.

Algoritma Google dan Per-SEO-an.

Tak dipungkiri, cari duit di lahan Google harus menaati aturan Google. Insya Allah untuk aturan dasar, aku nulis nggak aneh-aneh, tidak melakukan hal terlarang. Hanya saja yang bikin ekstra kerja keras adalah menyesuaikan Algoritma Google.

Perubahan Google ini pernah membuat aku ekstra kerja keras karena tiba-tiba PV turun drastis. Pernah juga postingan kena sandbox, entah karena kelalainku atau Mbah gugel lagi sensitif, artikel yang kena sandbox nggak bisa diapa-apain, hanya bisa elus dada dan bikin artikel baru lagi.

Banyak banget materi SEO yang bisa dipelajari, tapi kalau sudah diterapkan ternyata gampang-gampang susah, kadang tekniknya berhasil di mentionsari.com tapi belum berhasil di sariwidiarti.com. Tapi basic SEO harus tetap dilakukan agar banyak menyaring pembaca baru, nggak hanya modal blog walking. Pengin lebih luas untuk menjaring pembaca.

Sekarang masih terus belajar, sebelum konten itu masuk sandbox, masih bisa dipoles sana-sini, masih bisa disundul backlink. Semangat!!!

Ijo-ijo Klub.


Selain menulis di blogspot, aku juga menulis di platform Wordpress. Karena dulu sempat jadi penulis konten di sebuah web (sekaligus submit di web berbasis WP), makanya pengin eksplore lebih jauh tentang platform yang banyak plugin-nya ini.

Pengguna Wordpress pasti nggak asing dong dengan All in SEO, Yoast dan Rankmath? Aku pengguna All in SEO (AIS) karen gampang banget untuk pemula, punya juga blog yang pakai plugin Yoast. Lebih enak AIS karena cepat untuk nulis Meta description, dll. Alhamdulillah PV juga memuaskan.

Eh ternyata aku baru tahu kalau AIS update, dan ternyata mirip Yoast, ijo-ijo klub. Waduh! Lemah di bagian ijo-ijo (SEO dan konten) dan ada ada scorenya juga, mikir banget harus 100/100, tapi masih mentok ke angka 82/100, nanggung amat ya..

harus tetap berjuang


Namun, dengan adanya perubahan AIS, membiasakan diri untuk menulis sesuai dengan kaidah per-SEO-an, meskipun nulis di Ms. word merasa udah benar, tapi saat pindah ke WP, score masih kurang, jadi harus dipoles lagi.

Tapi, nggak saklek juga harus nurut sama plugin, kadang score nggak sampai 100, atau masih ada yang oren, meskipun sudah aku poles, ya udah tetap aku publish. Setidaknya sudah mengenal tools yang seperti ini, karena lowongan pekerjaan untuk penulis konten, sering ada syarat "Memahami Wordpress", latihan aja kalau nanti kerja jadi penulis konten lagi.

Beberapa hal yang aku bahas lebih banyak ke teknisnya. Kalau konten, masih terus mengeksplore. Kadang juga nulis tergantung brief *eh*. Hal teknis yang bikin puyeng karena berhadapan dengan mesin. Berusaha biar ijo, berusaha biar nggak kena sandbox sama Mbah gugel, PR banget. Kalau konten, tulisan bisa beradaptasi sesuai dengan target pembaca.

Semoga tetap istiqomah menjadi bloger yang lurus jalannya.

0 comments

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)