Ide Bisnis Menguntungkan Sekaligus Ramah Lingkungan




Isu tentang lingkungan masih menjadi topik hangat, dimulai dari sekitar seperti pemilihan sampah organik dan anorganik di setiap rumah, hingga daur ulang plastik untuk pelestarian lingkungan.

Jika melihat dengan kacamata yang lebih luas lagi, Indonesia memiliki kebijakan pembangunan rendah karbon, antara lain ;

  1. Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi menjadi 26%-41% pada tahun 2025.
  2. Target untuk mencapai 23% pemakaian energi terbarukan daripada energi utama (energi fosil) pada tahun 2025 dan 32% pada tahun 2050.
  3. Tujuan pembangunan berkelanjutan.

Apa itu green jobs


Dikutip dari web coaction,
Green jobs merupakan jenis pekerjaan yang layak dan ramah lingkungan, dijelaskan lebih dalam lagi, Menurut International Labour Organization (ILO), green jobs menjadi lambang dari perekonomian dan masyarakat yang lebih berkelanjutan dan mampu melestarikan lingkungan, baik untuk generasi sekarang maupun untuk generasi yang akan datang. Jenis pekerjaan ini berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan.

Green Jobs menjadi perhatian karena tidak hanya berfokus pada ramah lingkungan tapi juga memperhatikan pembangunan yang berkelanjutan, peningkatan ekonomi lokal, pembukaan lapangan kerja, hingga ketahanan pangan, seluruh aspek menyangkut hidup orang banyak.

Sekarang ini sudah memasukan revolusi 4.0, industri semakin kreatif dan serba digital, pekerjaan tidak hanya berkutat secara administratif, tapi bermunculan pekerjaan baru, kita tidak menyangka jika sekarang ini jika influencer adalah pekerjaan, dulu berpikirnya kalau sudah lulus SMA atau kuliah, kerjanya di kantor, namun saat ini banyak peluang yang bisa kita raih dengan majunya teknologi.

Menurut sumber World Economic Forum, ada 6 pekerjaan yang peminatnya kurang dan ada 6 pekerjaan yang peminantnya meningkat (tersedia lowongan atau membuka pekerjaan baru yang masih ada kaitannya pada bidang tersebut).

6 pekerjaan (bidang) yang mengalami peningkatan adalah bussines & financial, management, computer and mathematical, architecture engineriing, sales and related, education and training.

Penerapan Green Jobs ini tidak hanya di Indonesia, tapi di seluruh dunia. Bisa dilihat dari penanganan pemulihan akibat pandemi. Menurut Vivid Economics, 2020. sudah banyak negara yang meningkatkan pendanaan, untuk energi bersih (dan terbarukan), meningkatkan sistem perekonomian untuk infrastruktur yang berkelanjutan.

Seperti yang terjadi pada negara Korea Selatan, memiliki “Green New Deals” pada Juli 2020 memiliki strategi untuk menciptakan 659.000 pekerjaan dan membantu mengatasi krisis ekonomi dengan memperhatikan iklim dan lingkungan. Memiliki rencana juga perbaikan public rental housing dan membangun sekolah yang zero-energy, melakukan transformasi daerah perkotaan menjadi smart green cities.

Negara Inggris memiliki rencana untuk memenuhi target zero greenhouse gass emission pada tahun 2050, maka emisi dari pemanas gedung perlu dikurangi secara maksimal. 2 Miliar akan disediakan untuk mendukung homeowners dan landlords agar membuat rumah mereka lebih hemat energi (tahun 2020-2021), pendanaan ini bisa mendukung lebih dari 100.000 pekerjaan ramah lingkungan.

Sedangkan Indonesia mengeluarkan kebijakan untuk pemulihan ekonomi dengan cara subsidi listrik, subsidi bahan bakar, dana bantuan langsung tunai yang sifatnya masih praktis dan belum menjangkau infrastuktur keberlanjutan.

Tapi, nggak perlu pesimis, Pemerintah masih memiliki komitmen untuk green recovery yang ditegaskan oleh Sri Mulyani, Menteri Keuangan Indonesia. Beliau mengatakan optimisme jika Indonesia bisa pulih dan menciptakan lapangan kerja sekaligus mengatasi isu yang berkaitan tentang lingkungan.

Menurut International Labour Organization (ILO), peran Green Jobs, dapat membantu ;

  1. Melindungi dan memulihkan ekosistem.
  2. Meningkatkan energi dan efisiensi bahan mentah.
  3. Meminimalkan limbah dan polusi.
  4. Membatasi / mengurangi emisi green house gass.
  5. Mampu beradaptasi karena efek dari perubahan iklim.

Pemerintah melakasanakan perannya untuk membuat kebijakan, sebagai masyarakat, bisa lho untuk peran aktif dalam menciptakan Green Jobs.


Apa yang bisa kita lakukan?

Karena pembahasannya termasuk berat, bukan berarti kita sebagai masyarakat tidak bisa ikut berperan aktif untuk pelestarian lingkungan, dimulai dari kebiasaan sehari-hari.

Mulai dari bangun tidur, lebih baik memanfaatkan sinar matahari dan mematikan lampu. Memanfaatkan udara pagi daripada masih menyalakan AC, mematikan kran saat tidak dipakai atau bak mandi sudah penuh. Membawa bekal dari rumah ketimbang membeli makanan siap saji yang menimbulkan banyak sampah. Kegiatan mudah yang bisa dilakukan sendiri.

Green jobs tidak hanya pekerjaan yang secara langsung (proses produksi) berkaitan dengan lingkungan, bisa juga termasuk green jobs tapi tidak secara langsung, misalnya karyawan di perusahaan yang menerapkan cinta lingkungan, hemat energi, atau bisa jadi pekerjaan kamu menyangkut tentang lingkungan, atau kamu pemakai produk yang ramah lingkungan, seperti pembeli tas daur ulang dari kemasan deterjen, dan masih banyak lagi.

Peluang ini yang masih bisa kita bidik, untuk membuka peluang kerja sekaligus berkontribusi terhadap lingkungan.

Ini peluang yang bisa kamu ciptakan


Selama pandemi, ada yang memperhatikan nggak, trend atau yang lagi viral di medsos? Waktu itu masih ingat viral tentang dalgona dan sekarang muncul hobi bertanam yang semakin marak.

Ternyata pandemi membuat kita semakin kreatif, menciptakan sesuatu yang akhirnya menjadi trend, jika diperhatikan bisa lho hobi bercocok tanam yang lagi ngetrend dijadikan peluang usaha.

Sayapun juga ikut merasakan senangnya hobi mengoleksi tanaman, bisa menjadi healing tersendiri, lihat yang ijo-ijo (selain duit) membuat hati jadi adem, sejuk, tentram dan damai.

Ecopreneur.

Mungkin saat ini saya masih menikmati menjadi pembeli tanaman, tetapi saya juga ingin berbagi ide peluang usaha yang menguntungkan sekaligus turut melestarikan lingkungan.

Saya pernah membaca berita di salah satu lama berita nasional, seorang mahasiswa yang mampu mendapatkan keuntungan dengan berjualan kaktus. Berawal dari hobi, akhirnya merintis bisnis, sehingga mendapatkan perhatian dari kampus, akhirnya mendapatkan dana hibah setelah mengajukan proposal kewirausahaan.

Peluang usaha bisa ditemukan tergantung seberapa ulet kita untuk menekuni suatu hal. Apalagi generasi muda, banyak ide untuk menciptakan hal yang baru.

Keberadaan Ecopreneur saat ini sangat dibutuhkan, karena tidak hanya membuka peluang kerja melalui kewirausahaannya, tetapi juga ikut peduli dengan isu lingkungan.

Ide bisnis menguntungkan sekaligus ramah lingkungan  :

Menjadi Ecopreneur tidak harus dimulai dengan modal yang banyak, bisa dilakukan dengan modal kecil atau bisa kolaborasi dengan teman untuk membangun usaha.

  1. Juragan tanaman : Tidak ada salahnya mengikuti trend, menjadi juragan tanaman jika kamu sudah memiliki modal yang lebih, bisa langsung jadi juragan tanaman. Meskipun juragan, bukan berarti harus kerja rodi, bangun tim agar bisnis tidak sekadar lewat, tapi tetap bisa bertahan dan berkembang.
  2. Reseller : Belum punya 
  3. Chef rumahan : Hobi bertanam tak hanya jenis tanaman hias saja, bisa memanfaatkan toga (tanaman obat keluarga), hasilnya bisa diolah menjadi minuman kesehatan, biasanya ada yang menyebutkan dengan jamu. Nggak hanya orang tua saja, tapi jamu bisa untuk semua kalangan, dengan kemasannya yang cantik dan kekinian, bisa juga menarik kalangan anak muda.
  4. Desain kemasan : Semakin banyak bermunculan para wirausaha muda, bisa membuka peluang pekerjaan baru, salah satunya adalah desain kemasan, untuk menjadi beda dengan usaha sejenis, berikan sentuhan kepeduliannya terhadap lingkungan. Kemasan yang ecofriendly, kemasan yang tak hanya sekali pakai, tapi bisa didaur ulang dan bisa dimanfaatkan untuk fungsi lain.
  5. Pelatihan online : Jangan ragu kalau ingin membuka usaha dengan modal minim, gunakan keahlian kamu untuk membuka pelatihan online, misalnya cara menanam sayuran anti gagal, cara membuat pupuk organik, dan lain sebagainya. Pelatihan online saat ini banyak digemari karena tidak membutuhkan lokasi untuk meet up, materi bisa dibaca kapan saja, dan bisa membentuk grup support untuk melihat hasil pelatihan para peserta.
Jangan lupa untuk mendukung usaha teman-teman kalian atau UKM untuk membeli produk yang merka tawarkan agar semakin cepat modal berputar, tentu usaha yang telah dirintis akan cepat berkembang dan bisa berinovasi.

Kalau saya, masih sebatas sebagai pengguna atau konsumen dari produk ramah lingkungan, seperti beli parfum kopi bali yang dibungkud dengan karung goni, beli tanaman hias di teman sekaligus ingin merintis usaha juga, meskipun masih mengikuti pelatihan untuk mengolah minuman kesehatan, awalnya pengin bikin minuman kesehatan untuk diri sendiri, jika nanti sudah berhasil, akan saya tawarkan ke tetangga atau teman terdekat. 

Selain menjadi pembeli atau konsumen, dalam keseharian juga menerapkan cinta lingkungan dimulai dari sendiri, ke mana-mana bawa totebag, peralatan makan sendiri dan bawa botol minuman sendiri.

Nggak nyangka ya, hal kecil bisa berdampak bagi lingkungan. Bayangkan saja jika 1 orang melakukan diet kantong plastik, apabila diikuti oleh 50 orang, 100 orang, 1 kota, 1 Negara, Seluruh dunia, pelestarian lingkungan akan berdampak lebih luas, kita nggak akan baca berita hewa laut mati karena makan sampah plastik yang sudah mencemari laut.

Upaya betapa pentingnya melestarikan lingkungan, jangan hanya berhenti di kamu, yuk ikut jadi bagian untuk jaga lingkungan dimulai dari sekitarmu.

0 comments

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)