Dear SEO Moms




Dear SEO Moms, yang sudah saya anggap anak sendiri.

Awal kelahiranmu, tercetus dari buah pikir seseorang yang saya cintai. Saya hanya tersenyum ketika ia begitu menggebu menceritakan rencana-rencana yang menurut saya ambisius, kelas SEO untuk para wanita.

Saya ingin mengaminkan segala hal yang ia rencanakan, sungguh. Tapi, saya juga memiliki kekhawatiran dengan anggapan negatif di luar sana.


Halah kelas gratis, nanti ujung-ujungnya ada maksud terselubung..

Halah.. siapa sih Q, dia punya bakat apa? punya prestasi apa? (Mereka belum tau jika ia pegiat SEO jalanan, terselubung, mulai muncul di permukaan (dunia bloger).


Tapi, kekhawatiran saya sedikit menghilang karena kamu lahir dari niat tulus orang yang saya cintai.

Dia yang antusias akan kelahiranmu, sedangkan saya khawatir, mau dibawa ke mana nanti kamu?


Bulan Januari tahun lalu, kamu lahir (entah tepatnya tanggal berapa). Maaf saat kamu lahir, saya masih takut memegang kamu, menimang kamu, menyuapi kamu, karena saya belum sreg di hati. Karena saat itu si dia tidak ada rencana apapun, yang penting jadi kelas, siapa saja boleh ikut, tidak ada aturan, bebas..

Maklum saja, ia seorang lelaki yang penuh dengan kejutan, tanpa rencana, yang penting kalau sudah ada kemauan, harus dilaksanakan.

Saya menolak untuk ikut membesarkan kamu, karena saya takut, cemas, dan khawatir, melihat peserta yang ikutan, pada senior semua. Saya takut kalau saya tegur, ada yang tersinggung, saya juga masih anak kemarin sore tentang SEO.

Beberapa waktu kemudian, ia curhat ke saya jika tidak sesuai dengan seharusnya, banyak yang nggak aktif, mungkin karena masih pelajaran SEO basic, bahkan ada beberapa yang meremehkan Q (bukan semuanya, karena ada yang menyimak dengan tekun).

Karena curhatannya, Saya mulai usul, dibuatkan sistem di kelas. Lebih baik begini, lebih baik begitu. Ternyata ia langsung punya ide, “Kamu aja jadi co-foundernya”


Sebagian jiwa saya ada di SEO Moms.


Sudah 2 kali ini saya memiliki pacar di dunia profesi yang sama. Keduanya memiliki nama yang cukup populer, sedangkan saya merasa seperti upik abu. Saat saya menjalin hubungan kekasih, saya tulus mencintai orang yang ada di samping saya. Meskipun ada suara sumbang yang sempat memyerempet di telinga. Paling banyak yang terdengar “Sari cuma ndompleng nama”.


Halah Sari jadi co-founder cuma ndompleng, kebetulan saja pacaranya si Q, makanya jadi co-founder.


Perjalanan saya dimulai dari SEO Moms angkatan 2, mulai membuat email, mulai membuat akun media sosial, membuat form merekap data member, seleksi siapa saja yang bisa ikutan kelas.

Oiya, saya belum pernah ikutan kelas SEO secara khusus, saya menerapkan itu karena saya banyak gabung di beraneka komunitas bloger dan job. Perlahan-lahan Saya mulai menerapkan sistem pada SEO Moms.

Meskipun SEO Moms 2 masih ada kekurangannya, setidaknya sudah sesuai dengan “jalur” yang diterapkan.

Dia kalau ngajar, tidak pernah ada kisi-kisi, atau slide, langsung aja sesuai hati. Namun, pelan-pelan saya mengingatkan kalau sesuai jadwal, dan ada kisi-kisi materi untuk seo basic.

Hai anak saya yang paling saya banggakan, percayalah, saat beradu argumentasi antara saya dan dia sangat seru, maklum kami berdua anak terakhir (bungsu), sama-sama ngototnya. Pernah dia bangkang nggak ikut apa kata saya, tapi ada kejadian jika omongan saya benar, kemudian ia percaya dengan omongan saya. Dia cuma bisa cengengesan aja.. senyum-senyum tentang apa yang saya maksud saat itu

Maklum saja, dia tidak ada pengalaman untuk mengenal, memahami dunia bloger seperti apa. Perbedaan antara saya dan dia selalu ada, tapi nggak apa-apa, semuanya demi SEO Moms tumbuh dengan baik.

SEO Moms membuat saya dan ia saling belajar untuk saling memahami, berkembang lebih baik ke depannya.

Saya bangga dengan SEO Moms 2, kemudian saya masukan jadi satu dengan angkatan sebelumnya, karena ada interaksi, angkatan sebelumnya menjadi antusias untuk belajar SEO, padahal materinya sama saja seperti sebelumnya.

Mulai ada perombakan besar di SEO Moms 1, tentu untuk tujuan yang lebih baik.

Akhirnya, SEO Moms punya hajatan pertama, membuat kompetisi mini SEO “Rina resep”. deg-degan sekaligus antusias.. banyak hal yang ingin diceritakan, tapi inginnya bercakap-cakap bukan lewat tulisan.

Sejujurnya, saat saya mulai membenahi SEO Moms. Tujuannya, karena saya ingin dilihat sejajar dengan pasangan saya di mata publik. Saya nggak ndompleng nama, ketika Sari mencintai seseorang, ia akan mencintai dengan tulus karena kepribadiannya.

Tapi, kemudian saya lempar jauh-jauh pemikiran seperti itu, tidak perlu membuktikan kepada siapapun. Saya insya Allah ikhlas untuk membesarkan anak kesayangan saya. Lebih baik fokus dengan orang-orang yang peduli dan cinta dengan saya, fokus dengan apa yang membuat saya bahagia.


Karir saya adalah perjuangan saya sendiri (dan doa orangtua). tanpa mendompleng nama siapapun. Sari memiliki pesonanya sendiri.


SEO Moms 3 lahir, saya ingin memperkuat sebuah sistem. Sudah sejak SEO Moms 2 saya sudah mendesak ia untuk membuka lowongan admin, kami berdua tidak akan sanggup jika menangani member yang semakin banyak. Tapi ia ragu untuk merekrut admin, mungkin saja karena tidak ada dana untuk bayar admin, karena program kelas ini adalah benar-benar untuk almarhumah ibunda Q.

Tetap saja ia masih ragu membentuk tim.

Saya ingin membangun sistem pada "tubuh" SEO Moms. Karena saya tidak tahu, sampai kapan saya bisa menemani Q, sampai kapan saya bisa selalu di samping Q. saya tahu bagaimana perjuangannya menemani ibunda, bolak-balik ke rumah sakit, betapa marahnya ia ketika Ibunda telah tiada di pelukannya.

Saya merasakannya, saya memahaminya, karena saya pernah di posisi seperti itu, kehilangan Mama. Sepi, kosong, marah, rindu, kecewa, menyesal, entah rasa apalagi yang berkecamuk saat itu.

Q yang baik banget sampai tidak tau jika ia dimanfaatkan oleh temannya. Q yang masih sering diremehkan orang, hingga membuat saya geram. Hingga sampai sekarang, saya selalu mengingatkan, mana teman mana yang hanya memanfaatkan kamu, memberikan cara untuk pamer secara elegan agar tidak diremehkan sama orang lain, sesekali bolehlah menyentil orang lain kalau memang meresahkan.

Q yang bagi saya masih polos, belum tau dunia bloger yang luas. Saya selalu mengingatkan untuk selalu peka.

Sistem yang ingin saya bangun, semata-mata untuk Q, agar ia tak sendiri, agar ia tak dimanfaatkan orang lain, agar ia banyak yang membantu, agar ia ada yang melindungi, agar ia tak merasa kesepian untuk melanjutkan niat awal membentuk SEO Moms.

Saya tidak pernah tau, umur saya sampai kapan. Saya tidak tahu sampai kapan akan terus di sampingnya. Apa yang sudah diniatkan, yang sudah saya mulai, harus totalitas.


Satu tahun SEO Moms


Alhamdulillah memiliki sudah satu tahun terlewati, sudah punya tim meskipun masih banyak penyesuaian, tapi saya dan Q merasa terbantu banget dengan adanya tim ini.


Saya bangga dengan tim saya.

Setinggi-tingginya rasa bangga saya. Pokoknya bangga banget.


Dan, sekarang saatnya saya meninggalkan anak kesayangan saya. Maafkan saya SEO Moms yang jarang saya sebut di akun media sosial saya. Karena menurut saya, cukup ia yang lantang membicarakan kamu pada dunia, bagian saya di belakang layar. Saya yang memantau, memberi arahan SDM, manusianya agar sama-sama sesuai dengan jalurnya.

Mempersiapkan langkah-langkah apa saja yang akan dituju grup belajar ini, mengayomi admin, dan member. Menyatukan visi, memahami motivasi para member, memberikan arahan. Berusaha memberikan yang terbaik untuk semuanya.

Untuk para admin,

Q masih belum banyak pengalaman memahami para bloger, masih belum peka. Dia selalu memberikan lebih banyak dan semakin banyak, hingga ia lupa bersikap keras dan tegas, juga diperlukan. Para member diberikan kail, bukan ikan.


Untuk para member,

Terimakasih telah mempercayakan kami untuk belajar SEO lebih banyak dan lebih dalam. Grup yang Moms tempati adalah grup belajar, grup diskusi. Lakukanlah setiap pemateri (Q) arahkan, kerjakan terlebih dahulu, jika kesulitan, silakan bertanya.

Setiap bloger, memiliki garis start yang berbeda.

Ada yang mengawali dari curhat di blog.

Ada yang mengawali langsung dioptimasi.

Ada yang mengawali dengan membeli blog dengan DA yang tinggi.

Banyak sekali cara untuk mengawali jadi bloger.


Tolong, berusaha terlebih dahulu sesuai dengan arahan, lebih banyak praktik, membiasakan diri untuk menulis sesuai dengan kaidah SEO, tak hanya saat ada job saja. Jadikan SEO sebagai rutinitas.


Kenali blogmu, maka kamu akan tau apa kebutuhan blogmu. 
Jika kamu tidak mengenali blogmu, bagaimana dengan orang lain?

Jangan ada mental block. SEO bisa dipelajari oleh siapapun yang ingin belajar. Jangan memberikan asupan pada pikiran, “Saya tidak bisa SEO”, tapi diubah dengan “Saya saat ini sedang belajar SEO”.

Tetap rendah hati, karena yang dipelajari masih basic, SEO merupakan hal yang selalu saja ada update, dan selalu terbuka dengan pendapat yang berbeda di luar sana.

Perpisahan selalu menjadi hal paling sulit yang saya lakukan. Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, saya akhirnya tahu, sudah saatnya saya mengucapkan perpisahan. SEO Moms sudah tumbuh besar. Sudah bisa ditinggal.

Saya ikut senang pernah menjadi bagian SEO Moms, bahkan separuh saya adalah SEO Moms, semua pemikiran, semua ide, gagasan, aturan, arahan, saya curahkan semuanya ke anak saya ini.

Banyak kerikil juga dalam perjalanan membesarkan anak kesayangan, tapi tidak akan saya ceritakan, saya ingin bercerita yang bagus-bagus. Biarkan pengalaman tidak mengenakkan disimpan dalam hati saya dan dia.

Saya sudah pernah bertemu dengan (almh) Emak, saya dengan tulus ikut membantu Q. mungkin saya bukan lagi bagian dari SEO Moms, tapi saya tidak menelantarkannya, saya akan melihatnya dari jauh dengan rasa bangga.


“Dear SEO Moms yang saya anggap anak sendiri, anak kesayangan.

Semoga ke depannya semakin kokoh, semakin mengayomi member.

menjadi tempat berkumpul yang hangat, saling mendukung satu sama lain.

Dear SEO Moms, jika nanti semakin besar, nanti akan ada angin besar yang menerpa.

Kokohkan akarmu. Selalu berpijak pada bumi.

Berikan manfaat pada masyarakat luas.
Terimakasih pernah menjadi bagian hidup saya. 
Meskipun perpisahan tidak ada yang menyenangkan. Tapi, perpisahan ini agar kamu semakin tumbuh dewasa”.

SEO Moms tidak ke mana-mana, sekarang semakin banyak yang sayang. Untuk para admin yang meluangkan waktu, mohon maaf jika selama saya membimbing, atau mengarahkan ada yang sakit hati. Mohon maaf untuk semua member jika ada perkataan saya yang kurang menyenangkan. Semata-mata agar semuanya sesuai dengan jalurnya. Saya sayang kalian.

SEO Moms akan tumbuh menjadi dewasa, dan saya akan mengejar impian saya.

Sangat.. sangat.. sangat.. amat sangat mencintai anak saya, menyanyangi admin dan member. Bangga dengan semuanya. Maaf, saya harus mundur.

6 komentar

  1. Endingnya sedih mbak. Semangat selalu mbak Sari. Sukses selalu SEO Moms

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan sedih ya. SEO Moms masih ada kok.. sukses juga untuk kamu

      Hapus
  2. Huhuhu terima kasih atas kerja kerasnya. Keren banget Mbak Sari. Aku ga pernah ikut ngapa2in karena hiatus nulis lam sekali.

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)
EmoticonEmoticon