Sapii dan Milo


Sudah dua kali ini, rumah didatangi oleh kucing liar. Sebelumnya, pernah ada kucing oren yang singgah di rumah, ngeong mulu di depan rumah, ternyata minta makan, setelah dikasi makan ternyata betah, tapi nggak tinggal di rumah, masih sering kluyuran tapi malamnya dia tidur di teras.

Si oren hanya singgah beberapa bulan, setelah itu pergi dan nggak kembali, mungkin dia lagi masa kawin, cari betina, mungkin lho ya..

Beberapa minggu yang lalu, ternyata di pojokan teras, ada kucing belang tiga yang lagi rebahan, ya sudah biarin aja, nggak saya usir karena kasihan dan udah malam, mungkin paginya sudah kluyuran di jalan.

Ternyata, esok paginya, di sebelahnya ada 2 anak kucing dengan warna putih dan hitam. Waduh! Kaget juga dong ya, ternyata punya bayi kucing yang lucu meskipun badannya kurus banget.

Maksud hati ingin mendekati 2 bayik kucing, eh ternyata langsung kabur ketika didekatin, kecewa dooong..

Kemudian saya bilang ke Bapak kalau ada induk dan 2 anak kucing tapi si bayi belum bisa didekatin karena langsung kabur. Kata Bapak, wajar karena belum percaya sama manusia.

Padahal saya pengin pegang, pengin elus-elus, pengin adopsi mereka, tapi mereka berdua lincah banget.

Kata Bapak harus bersyukur kalau rumah masih nyaman untuk stray cat, tapi hati-hati juga karena belum tahu mereka ke mana aja, masih belum bersih, hati-hati sama cakarnya.

Paham sih dengan arahan beliau, tapi kalau mau mereka bersih dan sehat, kan berarti harus ada yang merawat mereka. Dilema juga sih, mau adopsi tapi mereka berdua didekati eh langsung kabur. Beda sama induknya, langsung jinak sama manusia, minta dielus.


Hai, sapii dan Milo.


Satu hal yang saya bisa adalah memberi mereka makan, minum dan kardus buat mereka bertiga.

Makanan kucing masih ada, mereka nggak mau makan kalau ditungguin, kalau situasi nggak ada manusia (saya dan bapak) mereka bertiga mau makan. Kalau ada yang melihat, langsung kabur.

Beberapa hari kemudian, mereka rutin setiap malam ke rumah untuk makan, paginya langsung kluyuran entah ke mana, nggak apa-apa yang penting makannya di sini, kasihan si induknya masih tetap nen*enin kedua anabul.

Kalau dilihat, kedua anaknya masih kurus. Beberapa kali kesempatan makanannya saya kasih vitamin.

Kedua anaknya memiliki warna bulu yang sama, putih dan hitam, coraknya yang berbeda.

Sapii (i-nya dua) memiliki ekor yang pendek, badannya sedikit kurus ketimbang saudaranya, hidungnya sedikit ada luka, namun ia pelan-pelan bisa didekatin, meskipun masih belum bisa dipegang karena langsung kabur ngikutin sodaranya.

Saya beri nama Sapii karena yang paling doyan makan, yang sering penasaran sama sekelilinginya, sukanya duduk diam, tapi ikutan heboh kalau main sama sodaranya, sepertinya agak sedikit lebih lemah tapi berasa tetap semangat kalau main sama saudaranya.



Kemudian Milo, saya beri nama Milo karena aktif banget, bun! Ada orang naik sepeda, eh malah ngikutin pakai teriak-teriak mungil. Kiran ada apa, ternyata hebih sendiri.

Milo yang nggak gampang percaya sama manusia, sampai sekarang langsung kabur kalau ada manusia, padahal udah sering makan di sini, tapi tetap aja langsung kabur.

Secara fisik, Milo yang paling enerjik, ekornya panjang, seger aja gitu badannya kala dilihat secara kasat mata, dan paling susah kalau difoto, sering main sendiri karena sapii seringnya kalau capek langsung diam bengong lihat Milo yang main.

Milo suka ngumpet di bawah motor, jadi ekstra hati-hati kalau mau keluarin motor. Sapii suka bengong diem gitu, makanya sekarang pelan-pelan dekati sapii dan ajak ngobrol, tentang apa aja diajak ngobrol, mata sapii lebih polos ketimbang Milo yang penuh dengan ide untuk lompat-lompat, dan lariiii.

Makanan untuk anabul dan induknya.

Kalau ada kesempatan untuk ngobrol sama sapii, selalu saya nasihati untuk makan yang banyak, hati-hati di jalan karena banyak motor. Minta izin sapii untuk merawat mereka meskipun sampai sekarang belum keturutan karena masih pada kabur kalau didekatin.

Untuk makanan, sudah ganti, khusus kitten and mother, ternyata si bayik suka banget sama wetfood, kalau yang induk suka dry food. Bukan bermaksud gonta-ganti makanan, tapi ternyata mereka bertiga suka banget sama makanan yang aromanya nyengat, mungkin terbiasa cari makan di jalanan. Jadi, saya ganti makanan yang dulu buat oren, ganti untuk si induk dan bayik mungil.

Nggak apa-apa kalau masih terbiasa kluyuran, setidaknya mereka tahu kalau di rumah ini, mereka selalu diterima. Jaga kesehatan induk dan bayik lucuku.

0 comments

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)