Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jangan Biarkan Mata SePeLe Merusak Momen Jalan-jalan Menikmati Suasana Surabaya Bersama Sahabat

museum pendidikan
Museum pendidikan Surabaya


Sejak tiga bulan yang lalu, saya dan sahabat ingin merencanakan liburan bareng. Awalnya ingin pergi ke luar kota, namun karena jadwal kerja kami berdua yang semakin padat akhirnya memutuskan untuk jalan-jalan sekitar Surabaya saja, paling penting momen kebersamaannya yang tidak boleh dilewatkan.

Meskipun tempat tinggal kami berdua jaraknya tidak begitu jauh, ternyata akhir-akhir ini semakin susah untuk bertemu sekedar ngobrol sambil ngemil di kafe. Kesibukan yang seakan tidak ada jedanya, maka harus sempatkan waktu untuk ngobrol yang tujuannya agar persahabatan kami tetap langgeng, ibaratnya temu kangen.

Tanpa pikir panjang, kami langsung menyusun rencana matang untuk menjelajahi sudut-sudut Kota Pahlawan yang belum kami jelajahi. Seperti menjelajahi museum ikonik yang ada di Surabaya, pasti semakin banyak bahan obrolan dan tidak lupa mengabadikan momen dengan berfoto.

Agar terasa lebih istimewa, akhirnya kami memutuskan jalan-jalan ke Surabaya menggunakan bis SSCT (Surabaya Sightseeing and City Tour) , semacam bis wisata yang setiap harinya sudah ditetapkan jalur perjalanan wisata. Saya memesan tiket bis dengan tujuan Alun-alun Surabaya, Museum Pendidikan, SKG Siola dan Museum Surabaya, kemudian balik lagi ke Alun-alun Surabaya, dengan merogoh uang sepuluh ribu rupiah saja sudah bisa menikmati gedung ikonik Surabaya.

Rencana Tidak Sesuai Ekspektasi

Hari minggu merupakan hari yang saya nantikan, bertemu sahabat sekaligus jalan-jalan menikmati Surabaya. Cuaca Surabaya siang itu sedang sangat terik, khas kota pahlawan yang kaya akan sinar matahari. Kami berdua sudah sampai di Alun-alun Surabaya lokasi semua peserta berkumpul untuk naik bis SSCT.

Perjalanan menuju ke Museum Surabaya dengan ekspektasi yang menyenangkan sekaligus sudah siap untuk bikin konten yang sudah saya siapkan dari rumah. Naik bis keliling Surabaya dengan cuaca terik malah bikin makin semangat.

Ternyata ekspektasi tak seperti kenyataan, saya mengalami momen yang kurang nyaman, saat turun dari bis untuk menuju ke museum mata terasa agar sepet dan seperti ada yang mengganjal, ditambah lagi waktu itu ada angin yang bikin mata sedikit perih, langsung refleks kucek mata malah semakin bikin tidak nyaman.

Sebelumnya memang mata sudah mulai tidak nyaman karena cukup lama berjalan di area alun-alun Surabaya kemudian langsung pindah ke ruangan yang berAC untuk istirahat sebentar membeli minuman, sudah mulai perih tapi saya biarkan saja.

spot di museum pendidikan
spot favorite di museum pendidikan



Gejala mata kering yang mencakup mata SEpet, PErih, dan LElah atau yang bisa juga dikenal gejala SePeLe, bisa jadi sensasi yang saya rasakan seperti sepet dan perih itu merupakan gejala mata kering karena karena debu halus atau perubahan suhu dari jalan-jalan di luar ruangan tiba-tiba ke ruangan berAC.

Dikutip dari laman web Siloam Hospital, Penyebab mata kering dibagi menjadi dua, yaitu penurunan produksi air mata dan peningkatan penguapan air mata. Kondisi penurunan produksi air mata, salah satunya karena usia. Nah, penyebab lainnya adalah peningkatan penguapan air mata, kondisi ini bisa disebabkan beberapa hal, seperti:
  1. Defisiensi vitamin A.
  2. Terpapar polusi udara atau udara kering.
  3. Reaksi alergi pada mata.
  4. Gangguan pada kelopak, seperti ektropion (kelopak mata berbalik ke luar) atau entropion (kelopak mata berbalik ke dalam).
  5. Kebiasaan membaca atau menatap layar gadget dalam jangka waktu lama.
  6. Menderita penyakit Parkinson sehingga membuat seseorang jarang berkedip.
Nah, sepertinya pengalaman gejala mata kering yang saya alami bisa jadi karena terpapar terpapar polusi udara atau udara kering, terlalu sering menatap layar ponsel. Selanjutnya dijelaskan tentang gejala yang sering dialami oleh penderita mata kering, seperti:

  1. Sensasi panas, kering, dan sensasi benda asing.
  2. Mata terasa nyeri.
  3. Mata merah dan berair.
  4. Kelopak mata berkedut.
  5. Kelopak mata terasa berat.
  6. Terasa sulit untuk membuka mata.
  7. Sensasi tidak nyaman saat melihat cahaya terang.
  8. Terdapat lendir di dalam atau di sekitar mata, terutama setelah bangun tidur.
  9. Penglihatan kabur.

Solusi Gejala Mata Kering

Ternyata yang saya rasakan benar-benar gejala mata kering, terasa kering, panas dan di mata seperti ada benda asing. Kemudian saya baca-baca informasi tentang mata kering ini, jika dibiarkan saja dan tidak mendapatkan penanganan yang tepat, gejala mata kering ini berisiko menimbulkan gangguan kesehatan mata lainnya seperti infeksi atau gangguan mata yang lebih berisiko.

Rasa tidak nyaman akibat gejala mata kering ini perlahan mulai mempengaruhi jalannya momen penting yang sudah lama kami nantikan ini. Fokus saya yang seharusnya tertuju pada obrolan seru malah sibuk kucek mata dan sering mengeluh rasa sakit yang saya alami sehingga sahabat saya juga ikut khawatir.

Padahal saya sedang berusaha mendengarkan cerita sahabat yang seru tapi malah saya sela dengan obrolan tentang mata saya yang perih, merasa tidak enak dengan sahabat yang lagi seru bercerita berubah jadi khawatir dengan mata saya.

insto drye eyes
saran aja nih, bawa insto dry eyes sebagai P3K



Semakin tidak nyamannya mata kering yang saya alami, akhirnya inisiatif untuk ijin ke minimarket sebentar untuk membeli insto dry eyes. Pikiran saya langsung tertuju ke produk tersebut karena di rumah sudah stok #InstoDryEyes untuk menemani saya yang sering bekerja menatap layar laptop.

Setelah beli langsung tetesin insto dry eyes ke mata, kemudian menutup mata dan tunggu beberapa saat selanjutnya perlahan-lahan membuka dan terasa sudah tidak ada sensasi perih ataupun tidak ada sensasi yang mengganjal di mata.

Beruntung gejalanya tidak begitu berat, jadi langsung bisa diatasi dengan insto dry eyes. Sahabat saya juga tidak berlarut dalam kepanikan saat mata saya terasa perih, kami berdua akhirnya dapat menikmati kembali momen ngobrol seru sambil jalan-jalan menikmati suasana Surabaya.

Saran saya sih, jika terjadi gejala mata kering jangan langsung mengucek mata untuk menghindari iritasi. Selain itu, ada beberapa tips yang sering saya lakukan agar #BebasMataKering yaitu:

  1. Rajin konsumsi air minum dan konsumsi sayur dan buah-buahan.
  2. Jika sering bekerja di depan lakukan metode pomodoro, yaitu fokus kerja selama 25 menit kemudian istirahat selama 5 menit agar mata tidak lelah maupun kering.
  3. Jaga jarak mata dengan laptop.
  4. Sering melihat pemandangan yang berwarna hijau agar mata lebih segar.
  5. Jangan lupa pakai kacamata saat di luar rumah agar terlindungi dari debu halus.
  6. Punya stok insto dry eyes untuk berjaga-jaga kalau gejala mata kering terjadi.

Seriusan deh #MataSePeLeJanganSepelein karena bisa bikin momen penting tidak berjalan lancar. Sebagai langkah antisipasi agar momen penting sesuai dengan rencana, saya memutuskan untuk selalu INSTO DRY EYES di dalam tas. Jauh-jauh deh dari gejala mata kering!

Posting Komentar untuk "Jangan Biarkan Mata SePeLe Merusak Momen Jalan-jalan Menikmati Suasana Surabaya Bersama Sahabat"