Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, November 25, 2013

Proyek Monumental Tahun 2014 : Dari Warga Untuk Indonesia

Kurang lebih sudah 20tahun besar di Sidoarjo, meskipun lahirnya di Surabaya. Tetapi bangga jika disebut sebagai Yuk Sidoarjo. Selama itu pula belajar, berteman, mencari uang atau menghabiskan uang juga di Sidoarjo. Seperti numpang hidup saja di Sidoarjo, padahal juga mengikuti perkembangan Sidoarjo seprti apa, misalnya berita lokal yang menjadi nasional adalah berita Lumpu Lapindo. Ya, dari awal yang heboh-hebohnya akan membuat tanah Sidoarjo ambles (meskipun memang terjadi penurunan tanah) tetapi Alhamdulillah tidak sampai di rumhaku, lah kalau sampai ke rumah, kasian dong bandara Juanda. Sekarang tragedi Lumpur Lapindo saling lempar tanggung jawab, entah sudah bergulir sampai mana. Tetapi untung, sekarang infrastuktur mulai dibangun, jalan TOL sudah beroperasi dan mulus sekali jalannya, jadi nggak perlu macet-macet di Porong, bisa loh dari Malang ke Sidoarjo atau terus ke Mojokerto lewat TOL.

Sementara saya, saat heboh-hebohnya kasus, dimanakah saya? Hmm.. aku nggak ikut demo mahasiswa, aku juga nggak ikut demo di tanggul lumpur. Kenapa nggak ikut? Kalau lihat demo rasanya takut, serem aja muka yang demo itu, mending diam-diam bantu korban dengan cara menyumbang atau dengan memiliki prinsip yang masih saya pegang saat ini, yaitu TIDAK MENDATANGI LOKASI LUMPUR LAPINDO, mungkin terdengar aneh, namun maaf lokasi itu bukan tempat wisata, meskipun saat ini menjadi lokasi wisata Lumpur Lapindo yang dikelola warga sekitar. Bagi saya tempat itu bukan lokasi, melainkan kuburan. Semua harapan, impian, masa depan warga terkubur karena ulah manusia. Jadi, sampai sekarang, saya nggak pernah mau kalau diajak ke sana, percaya atau tidak, selalu terenyuh kalau sedang melintasi lokasi tersebut.
Ketika semua sorotan tentang Sidoarjo selalu identik tentang Lumpur Lapindo, terdengar gosip kalau ada pembangunan di daerah Waru akan dibangun layaknya Dufan, dan katanya sudah ada ijin pembangunan, tinggal proses pengerjaan saja. Entah itu gosip atau fakta, saya ingin menulis sebuah buku untuk Sidoarjo, bukan membahas Lumpur Lapindo, tetapi lebih ke unsur wisata yaitu wisata kuliner di Sidoarjo, untuk judul bukunya masih bingung menentukannya.



BACA JUGA : BANDARA JUANDA ITU DI SIDOARJO




Mengapa menulis buku wisata kuliner?
Karena setiap orang yang berwisata pasti akan mencari sajian kuliner yang Khas dan tentunya Enak.

Judul Bukunya?
Masih bingung sih, tetapi agar lebih mudah untuk menyusun di dalam satu buku, pasti membutuhkan satu tema. Maunya sih menulis tema wisata kuliner yang merupakan ikon dari Sidoarjo itu sendiri.

Pelaksana?
Saya sendiri dong, tetapi pasti dalam sebuah proses menulis buku membutuhkan survey dari orang - orang yang memang dapat membantu melist warung makan apa saja yang merupakan ikon dari Sidoarjo.

Dimana?
Di Sidoarjo. Baik di Kota maupun di Kabupaten. Tergantung survey yang saya lakukan.

Bagaimana?
Sebenarnya saya sudah mendokumentasikan beberapa lokasi wisata kuliner di blog kuliner. Karena ini bertujuan untuk menuliskannya di buku. Pasti penjelasan dan penulisan sangat berbeda ketika saya menulisnya di blog. Tetapi dokumentasi di blog, membantu pendataan lokasi kuliner.

1. Tahap Pendahuluan
    - Survey tempat, bisa didapatkan melalui informasi dari teman, keluarga, tetangga maupun survey kecil - kecil.
    - Melakukan survey lapangan (bisa diartikan incip - incip / wisata kuliner )

2. Tapa pelaksanaan :
    - Menentukan layout.
    - Menulis naskah
    - Menentukan foto yang akan digunakan di buku.
    - Editing.

3. Pendanaan : Kantong sendiri, wisata kuliner nggak harus mahal, yang ramah dikantong, tetapi rasanya maknyus itu yang paling dicari. Apalagi kalau ada yang traktir, nggak akan nolak.

Setidaknya ketika ada yang nyeletuk kata "Sidoarjo" bukan hanya kata lumpur Lapindo yang ada di benaknya Wisata Kulinernya juga nggak kalah keren kok!
credit

Artikel ini diikutsertakan pada kontes  Unggulan : Proyek Monumental 2014

6 komentar:

  1. perencanaannya udah bagus mbak, tinggal pelaksanaanya aja ini mah :D

    BalasHapus
  2. semoga proyek monumentalnya bisa lancar terlaksana ya

    BalasHapus
  3. Moga terpenuhi proyek monumentalnya yaaa :)

    BalasHapus
  4. Wah, rasanya belum pernah ada yang bikin buku seperti ini, Sari...buku kuliner di Sidoarjo...keren pastinya!
    saya juga tidak setuju kalau lumpur Sidoarjo itu dijadikan obyek wisata sampai ditarik uang segala. Kesannya seperti memanfaatkan musibah gitu lo...iya kan, Sar?
    *minta persetujuan*
    :D

    BalasHapus
  5. waaah pasti laku niy nanti bukunya secara yg kuliner2 itu kan sekarang banyak dicari orang... didoakan sukses yaaa

    BalasHapus
  6. wah.. serru ini...
    ikutan Ga PAK DHE nih...
    ikutan juga ah...

    teirmakasih udah beri tahu infonya..

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)