Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jumat, Agustus 08, 2014

Libur Lebaran Belajar Parenting

Libur lebaran tahun ini ternyata di rumah saja, hihihi berasa hopeless gitu ya? Ya gimana dong, karena tahun kemarin sudah mudik di kampung halamannya Mama, yaitu di Tegal, Jawa tengah. Sekarang giliran mudik ke kampung halamannya Bapak, sebenarnya kampung halamannya Bapak ada di Bondowoso, Jawa timur. Tapi, berhubung banyak saudara yang berada di Surabaya dan Sidoarjo, ya sudah merayakannya enggak di Bondowoso. Apalagi sekarang giliran merayakan lebaran di rumah Pak dhe yang ada di Sidoarjo. Astagaaaa enggak ada asyik – asyiknya ya.. ya namanya juga hidup, kadang ada di atas, kadang ada di bawah *apaan sih ini*.

Kembali ke topik. Meskipun lebaran hanya dirayakan di dalam kota, tapi aku punya tamu istimewa, yaitu kedatangan Mbakku (Kakak pertama) yang ada di Jakarta. Ceritanya, malah rumah Mama yang jadi kampung halaman bagi Mbakku. Nah, yang ditunggu – tunggu juga sudah hadir di keluarga kami, apalagi kumpul personil lengkap hanya pas lebaran. Aku punya dua keponakan yang imut – imut dan amat aktif sekali, Namanya Sakura dan Kenzo (nama sebenarnya). Sakura berumur enam tahun, sedangkan Kenzo berumur tiga tahun, sedang aktif – aktifnya, ceriwis gitu suka tanya ini – itu. Rumah jadi semakin ramai!

Sakura, anak pertama dari Mbakku, emang yang paling dekat denganku, ya keponakan sama tante bagaikan teman sepermainan. Tata (nama panggilan dari Sakura) selalu saja nginthil (mengikuti) aku, minta mandi sama tante, minta maem sama tante, ganti baju sama tante, main sama tante, bahkan karena deket antara tante dan keponakan, banyak yang bilang wajah kita mirip loh, yang bilang enggak hanya satu bahkan yang belum pernah ketemu kita, dan melihat kita pertama kali, langsung bilang “Kok mirip ya?” “Anaknya ya?”, waduh padahal kan aku belum menikah #jlebmoment.

Kehadiran keponakan cukup lama sih, bahkan sebelum lebaran, mereka sudah datang. Dan sudah kebiasaan kalau keponakan di sini, paling – paling yang mengasuh Tata adalah si tante, pagi – pagi sudah punya jadwal untuk memandikan si bocah ini, kalau urusan mandi paling lama, karena ritualnya selalu nyanyi di dalam kamar mandi, kalau sikat gigi harus jogged – jogged dulu, dan lain sebagainya. Tapi, kalau menyiapkan sarapan, cukup mudah karena enggak pilah – pilih makanan, malah suka banget sama tempe goreng.

Tapi, ada untungnya juga sih pas hari raya Idul Fitri, dekat dengan Tata yang suka main. Jadi, aku terhindar dari pertanyaan “Kapan nikah?” kan aku selalu wira – wiri menemani Tata main.

Tips : Agar terhindar dari pertanyaan "Kapan nikah?" untuk para lajang. Bermainlah dengan keponakanmu yang dekat banget, apalagi keponakanmu masih kecil dan aktif.


Serem amat wajahku kalau pas lagi senyum lebar gitu :)))


Segimanapun capeknya, kalau melihat keponakan sehat, cerah dan ceria, langsung maknyessssss.. Jadi pengin punya anak deh ^_^


2 komentar:

  1. hehehe, modal mbak sebelum menikah belajar parenting dulu .

    BalasHapus
  2. Kapan nikah? hihihiiii... #dududududduduuuu...

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)