sariwidiarti

Blogger lifestyle Surabaya, berbagi cerita tentang kuliner, wisata, parenting, dan gadget. semoga bermanfaat

Rabu, April 04, 2018

Jatuh Cinta Saat Umur Hampir 30 tahun

menatap masa depan yang menggetarkan jiwa.


Jatuh Cinta Saat Umur Hampir 30 tahun. Eaaaakkk... curhat lagi sayaaaa. Terimakasih kepada blog kesayangan yang selalu setia dengan curhatan nggak jelas gini. Masalah jodoh nggak habis - habis untuk dibahas. 


Andai saja, umurku 18 tahun, pastilah nggak bakalan ribet jika jatuh cinta, yang penting ganteng dan tinggi, eh bukan megeneralisir tapi saat umur segitu, aku orangnya menilai dari fisik. Ganteng dikit langsung glinding dari kasur nggak karuan, kecocokan nomer sekian, yang penting kalau jalan berdua nggak malu - maluin, bangga kalau gandengan sama cowok ganteng. Iyessss, dulu aku gitu orangnya. Maklum ya umur segitu merupakan umur haus akan eksistensi, haus akan pengakuan dan pencarian jati diri.

Makin lama kok ya belum nikah juga, ada apa denganku? Apa banyak nuntut pasangan yang begini begitu? Ah nggak juga sih, kalau menuntut dalam artian yang masih positif, wajar lah ya, demi kebaikan *ehem*

Kalau orangtua yang ngomongin tentang jodoh, rasanya tuh bikin mewek, kalau temen - teman atau orang lain yang nyinggung tentang jodoh, nggak bakalan aku anggap serius, nggak bakalan aku masukkan ke hati, tapi beda lagi kalau orangtua, rasanya tuh gagal menjadi anak baik. Seringnya sih ngobrolin kalau beliau sudah tiada, akunya gimana, bakalan sendirian, nggak ada yang nemenin, hmmm nulis kayak gini aja rasanya langsung mewek, siapa sih yang suka dengan perpisahan, apalagi perpisahan dengan orangtua. Orangtuaku tahu kalau akunya tuh manja buangeeeet, ketemu kecoa aja udah horor, listrik mati aja langsung tidur di kamar Mama. hehehehe...😅

Dari dulu aku sudah pernah bilang, nggak apa kalau dijodohkan, mungkin itu yang terbaik, tapi ortu selalu nggak mau, biar anaknya sendiri yang cari, sesuai pilihan. Laaaah, apakabar hatiku yang hampa, rasanya kok kenal cowok cuma numpang lewat doang. Aku kurang apa, nggak paham juga. Ya begitulah.. heran saya...

Seketika cliiiiing...

Ada seseorang yang bikin ehem hatiku, hmmm siapa yaaaa, mau tahu atau mau tahu banget? Rasanya kayak abege yaaaa kalau jatuh cinta begitu, tapi berhubung umur sudah dewasa, tidak heboh banget sih, wkwkwkwk.. malah ribet (menurutku), karena dengan umur yang amat sangat pantas untuk menikah nggak mikir kalau cuma pacaran doang, pastinya memikirkan untuk meniqaaah.

Jatuh cinta di umur hampir 30tahun membuatku memikirkan, "Apa dia lelaki yang memang buatku? Apa aku memang tulang rusuknya? Apa bisa ((((kita))) membangun rumah tangga? Apa menikah bikin bahagia? Nanti kalau ada masalah gimana? Nanti kalau aku makin gendut dan tidak cantik lagi, ntar ditinggal gimana? Nanti aku banyak kekurangan di depan suami atau di depan keluarga suami, gimana? Kalau aku dibanding - bandingin sama saudaranya, gimana? ntar mertua cerewet banget, gimana?" Duuuuh yaaaa ribet amat pikiranku, terlalu banyak pertimbangan, kekhawatiran, ketakutan, ketidakpercayaan diri, bimbang, ribet laaah jadi aku.

Ujung - ujungnya, diseriusin nggak ya nih cowok....😜😜

Kalau serius kok ya cepet amat yaaaa... ah ribet amat sar, dikasih jodoh cepet malah bingung, dikasih jodoh lambat sukanya ngegalau mulu. Jodoh itu nggak ada kata terlambat, jodoh datang pada tepat *eeeeeaaaaaaaak...

Dulu, waktu umur 20an sesumbar kalau bakalan ikut kemanapun dengan suami, lah kok sekarang pakai mikir seiribu kali seumpamanya dapat suami yang jauh. Terlanjur eksis di Surabaya - Sidoarjo, jadi agak gimana gitu kalau disuruh pindah. Apa nggak bisa gitu kalau sudah nikah hidupnya pisah, menurutmu saaaaaaar, nikah tapi tapi hidup pisah 😑😑😑😑. Agak aneh aja kalau pisah sama orangtua, harus adaptasi lagi dengan lingkungan baru, adaptasi dengan ritme kegiatan ((((keluarga suami))). Terlalu sedih meninggalkan Surabaya dan Sidoarjo.

Ya sudah lah ya, lebih baik lebih saling mengenal satu sama lain, ke depannya apa kata nanti. Yang terpenting nggak kehilangan jati diri saat jatuh cinta, nggak perlu jaim, keluarkan semua kejelekan, nggak kehilangan tujuan hidup, passion akan hidup, atau rencana hidup ingin mewujudkan cita - cita yang ini itu.


Terimakasih kepada mas yang diujung sana yang membuat hari - hariku abshauhsajajh, hari - hariku nggak jelas 😅

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)