Rabu, Oktober 03, 2018

Mengenal Reksadana Untuk Pemula : Reksadana Pasar Uang dan Reksadana Pendapatan Tetap

Pak Legowo dengan kharismanya


Blog post ini masih satu rangkaian dengan postingan Investasi Untuk Pemula, karena termasuk dalam KopdarInvestarianMAMI, belajar tentang investasi, eh sebenanrnya nggak hanya investasi aja sih, tapi mengubah mindset kita bagaimana sih untuk mengatur keuangan, kita ini seorang tengkulak (kalau harga unit reksadana sedang tinggi,dijual. Kalau sedang turun, dibeli, padahal belum dianalis atau malah belum tahu tujuan investasi) atau seorang investor? Sudah menyiapkan dana untuk masa depan atau belum, mengulik lebih detail tentang prioritas yg segera diwujudkan atau hanya sekedar keinginan yang sebenarnya bisa ditunda untuk mewujudkannya.



Pertemuan kedua kali ini berkaitan dengan mewujudkan mimpi, eh banyak banget kan ya mimpi kita, pengin nikah, pengin punya rumah, pengin naik haji dan masih lagi. Tapi kalau hanya mimpi saja, ya pastinya ujung-ujungnya berkhayal nggak ada habisnya, beda lagi kalau memiliki mimpi disertai dengan usaha, action! Mewujudkan impian harus memiliki strategi, butuh berapa lama untuk mewujudkan impian?

Perlu strategi dan usaha untuk mewujudkan mimpi, untuk memiliki rumah, apa usahanya? Kerja keras dan menabung? Bisa nggak ya? Kalau dilihat dari tahun ke tahun, harga selalu ada kenaikan, bisa dibilang setiap tahun mengalami inflasi, meskipun hanya (+/-) 3% pertahun mengalami inflasi, tapi kalau dirasakan 10 tahun berikutnya, pasti sangat terasa kan?

Tabungan vs Inflasi

Bagaimana caranya mewujudkan impian tanpa harus takut dengan inflasi? Apa dengan cara tabung terus menerus untuk liburan ke luar negeri, naik haji, menikah, impian lainnya? Seperti dibahas di pertemuan sebelumnya, bunga atau bagi hasil yang didapat dari menabung tidak lebih bahkan sama saja dengan inflasi, kurang tepat kalau mewujudkan impian yang tujuannya untuk jangka lama, dilakukan dengan cara menabung.

Nggak ada salahnya untuk menabung, dengan tujuan jangka pendek, atau saving, menyimpan, daripada uang di rumah nggak dicuri, atau belum tahu nih uangnya mau diapain, daripada taruh di rumah bikin pengin belanja, ya udah ditabung aja.

Tetapi jika kita memiliki tujuan jangka panjang, seperti menikah, punya rumah, punya kendaraan, kurang tepat jika hanya mengandalkan tabungan, perlu strategi lainnya. Pilihannya adalah investasi, karena pertumbuhannya dapat melampaui inflasi.

Namun, banyak yang masih awam termasuk aku, memiliki pemikiran seperti spekulan, yaitu saat harga naik, langsung dijual, namun saat harga turun langsung puyeng. Sebagai investor, sebaiknya tidak gegabah untuk mengambil langkah, lebih mengandalkan kinerja dari unit reksadana yang kita miliki, harga unit turun itu masalah biasa, apalagi kalau tujuan investasi untuk jangka panjang, diambil saat 5 tahun ke depan, maka tidak perlu panik ketika melihat harga unit turun. Masih ada hari esok.

punya mimpi? Ayo diwujudkan

Reksadana Pasar Uang, Reksadana Pendapatan Tetap dan Dana darurat.

Dapat ilmu baru lagi, kalau kopdar pertama membahas tentang reksadana pasar uang, sekarang reksadana pendapatan tetap, reksadana yang sudah memiliki fluktuasi naik turunnya harga reksadana, beda halnya reksadana pasar uang yang cenderung stabil.

Tapi ada hal yang lebih penting sebelum memilih reksadana apa untuk pilihan investasi yaitu dana darurat. Dana darurat dibutuhkan untuk kondisi yang tidak terduga, misalnya PHK, kecelakaan, kebakaran, dll. Mengalokasikan dana darurat yaitu sama dengan 6 atau 9 bulan gaji. Hmmm... banyak juga ya.

Seperti halnya reksadana pasar uang, kita bisa membeli reksadana pendapatan tetap dimulai dari 10ribu rupiah, perhatikan juga alur untuk membeli, menjual atau pengalihan dari reksadana tetap ke reksadana pasar uang, agar terhindar dari yang namanya investasi bodong.


Reksadana pendapatan tetap


  1. Sudah mulai berfluktuasi meskipun nggak bikin deg - degan reksadana saham.
  2. Potensi hasil di atas deposito. investasi mulai dari 10ribu.
  3. Beli dan cairin kapan saja. Tetapi ada biaya admin, kalau reksadana pasar uang tidak ada biaya


Merencanakan apa yang kita impikan

Mulai menghitung berapa biaya yang akan diperlukan agar impian kita tercapai. Ingin jalan - jalan ke Korea, ingin punya usaha secara mandiri yaitu MUA dan mengembangkannya . Untuk merencanakan impian, jangan lupa untuk APA, BERAPA, KAPAN. Dengan melakukan perencanaan, kita dapat disiplin untuk mengatur keuangan loh, jadi nggak perlu harus mempersiapkan dana yang besar dalam satu kali waktu, tapi nyicil - nyicil dikit perbulan, lama - kelamaan tujuan akan tercapai. Untuk tujuan yang kurang lebih 1 tahun, lebih baik menggunakan reksadana pasar uang yang cenderung stabil, kalau tujuan lebih dari satu tahun, menggunakan reksadana pendapatan tetap yang fluktuatif, kan pakainya nggak terlalu terburu - buru, masih bisa mengharapkan return tinggi saat beberapa tahun ke depan. Eh jangan lupa, dana daruratnya.

Investasi reksadana tidak menjanjikan return sekian persen, dan tidak ada perjanjian berapa lama reksadana diambil, karena reksadana bersfiat fleksibel, bisa diambil kapan saja.



Dari tabel yang cropnya nggak rapi, emang sengaja nggak rapi, biar keliatan kalau ngerjakan di excell. Bisa dilihat dong impian aku apa, jadi untuk mencapai impian, setidaknya mengumpulkan uang 4juta sekian setiap bulannya. uhuk.. bismillah aja lah yaaa

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)

Copyright © sariwidiarti. Blog Design by SkyandStars.co