Sabtu, Januari 05, 2019

Dreadout Movie, Review Bukan Ya?

cgv Surabaya
CGV


Film dreadout, merupakan film yang diangkat dari game lokal yang tentunya horor juga. Nggak tahu juga kenapa berani nonton film dreadout ini, padahal masih tayang Aquaman, atau masih keluarga cemara, next pengin nonton yang lainnya. Untuk saat ini penasaran dengan Dreadout karena setelah baca sinopsisnya, ternyata terselip “CJ Entertainment” entah CJ Entertaiment banyak berperan dalam film ini atau perannya sekadar produser atau apalah, tapi di dalam hati berkata, “Wah cinematographynya pasti keren nih”

Jadi nggak ada keraguan akan film horor Indonesia, sepertinya seru. Pilih jam tayang yang pagi hari yaitu jam 10.35 WIB. Masih pagi banget tuh, mulai buka loket tiketnya, dan sampai sekarang heran juga sama diri sendiri, kenapa nggak jadi membernya CGV ya? kan enak nggak pakai ribet, nggak antri. Ya udahlah beli tiket.

Waduh, ternyata yang nonton cuma 3 orang dalam 1 theater, bayangkan! Aku dan Indah, trus ada mas nggak tahu siapa, kami bertiga duduknya berdekatan, masnya duduknya di atas kita berdua, selow banget masnya. Sepanjang film diputar, nggak ada tuh suara dia teriak. Cuma aku berdua aja yang teriak nggak jelas, istighfar, trus ngedumel kapan filmnya selesai, udahan belum nih filmya, lanjut teriak lagi.

Oiya, bukan karena filmnya nggak laku karena yang nonton hanya 3 orang, tapi jam tayangnya aku pilih jam tayang pagi, yaitu jam 10.35 WIB, dan nonton saat hari jumat, jadinya sepi mungkin karena masih pada kerja dan jamnya bentrok sama sholat jumat, filmnya baru rilis juga. Masih ada beberapa film yang betah tayang di CGV,maklum ya jadinya ditaruh di jam pagi, siang dan sore.

Cerita berawal dari beberapa tahun yang lalu, peristiwa penculikan beserta adegan horor yang melibatkan iblis dari masa lampau. Awal ceritanya aku kurang paham, karena sound dari theaternya belum nyala, trus masnya yang hidupnya selow itu komplain ke petugasnya, ya kurang paham adegan di awal obrolannya apaan.

Setelah itu, lanjut ke peristiwa terkini (sekarang). Satu geng anak SMA yang haus akan follower, sedang mencari ide untuk menaikkan follower dan salah satu dari mereka muncul ide untuk live instagram di apartemen angker bekas peristiwa penculikan 8 tahun yang lalu (nyambunya ke adegan awal tadi).

Pemerannya yaitu : Caitlin Halderman sebagai linda (cakeep banget aktingnya), Jefri Nichol sebagai erik, Marsha Aruan sebagai jesica (duh keren juga peran saat kesurupan), Susan Sameh sebagai Dian, Irsyadillah sebagai Beni, Ciccio Mannasero sebagai Alex (hadeeh ini lucu sih, tapi ya bikin “duh mas ini suasana tegang, masih sempat aja ngelawak).

nggak munculin poster film, karena masih horor gitu. Tiketnya aja yaaaa


Sebenarnya si Linda bukan anggota geng dari Jesica dkk. Si Linda ini tokoh utama yang baik hati, tidak haus akan kepopuleran, berjuang menyambung hidup dengan menjadi mbak – mbak minimarket. Karena si Linda ini akrab dan kenal dengan pak penjaga apartemen, jadinya si Linda dibujuk rayu agar ikutan dalam kelompok si Jesica untuk live instagram di apartemen angker tersebut.

Di dalam apartemen tersebut ada garis polisi yang berarti larangan untuk melewati, tapi dasar anak – anak SMA langsung trabas aja tuh, dan terdapat sebuah ruangan bekas penculikan 8 tahun yang lalu. Penasaran dong mereka dan terdapat simbol – simbol aneh yang tidak lain tidak bukan, simbol tersebut merupakan portal menuju dunia lain.

Dan anehnya, hanya si Linda ini yang dapat membaca dan membuka portal dunia lain tersebut, portal yang membawanya ke dunia penuh makhluk horor, ya ada mahkluk yang lompat – lompat gitu.

Portal terbuka, keenam anak SMA tersebur, hanya dua dari mereka yaitu jesica dan linda yang menuju dunia lain, keempat lainnya masih berada di dalam apartemen tersebut dan kebingungan untuk mencari kedua teman mereka.

Di dalam dunia lain, si Linda mencari teman – temannya dan tidak semudah itu untuk menuju dunia yang asli, ketemu mahluk halus gitu deh, dan cara membasminya adalah dengan cara flash kamera. Iyes, lucu sih tapi kan emang film ini diangkat dai games, ya gitu cara membasmi makhluk halus.

Tibalah si Linda ini ke rumah kuno yang mulai terdengar suara gending jawa (kalau nggak salah, kayak gamelan gitu). Ketemu si punya rumah itu, si ketua dari makhluk halus. Ternyata di situ ada Jesica yang menjadi tawanan, ya tau sendiri lah adegan berikutnya penuh dengan teriakan dari penonton (teriakan dari 2 penonton aja sih).

Ternyata hanya Linda yang bisa menyelamatkan diri dan kembali ke apartemen, kemudian mengungkapkan ke teman yang lain kalau jesica masih hidup. Tiba – tiba jesica muncul, eh ternyata jesica kerasukan si kebaya merah (si ketua mahluk halusnya itu).

Adegan demi adegan yang bikin kaget, jerit nggak ketulungan, baru aja napas selama lima menit, musik horor atau gending jawa dimainkan, sound effect horor udah muncul aja, suara napas dari para pemain bikin ikutan ngos – ngosan. Suara si kebaya merah bikin merinding juga.

Bolak – balik keenam anak SMA ini, ke dunia lain – dunia sebenarnya. Ada yang ditawan, trus diselamatkan, eh ada lagi yang ditawan. Diantara keenam, pasti ada yang resek dan ada yang bikin humor yang sebenarnya ingin mencairkan suasana tapi kok ya hadeeeh bikin skip aja. Oiya, ada pak penjaga apartemen yang ikutan. Sebenarnya perannya kalau dilihat, perannya remeh, yang bikin penonton ketawa tapi nggak sampai ngakak, ya senyum aja mencairkan suasana biar nggak tegang. Selain pak penjaga apartemen, ada juga yang sebagai pemeran pembawa humor selewatan doang.

Keren banget akting dari si Linda ini, apalagi saat dia berada di dunia lain, yaitu di hutan belantara, emosinya dapat banget meskipun dia di sana sendirian, jadi ikutan merasa cemas, bingung, takut pula karena tiba – tiba ketemu mahkluk yang tidak ingin disebutkan namanya. Berjuang sendirian, ekspresinya beneran gitu bikin jantung deg-degan nggak karuan.

Untuk detail makeup mahkluk halusnya, suka juga, ada efeknya pula, dan ini nggak sekedar horor tapi ada darah – darah gitu yang bikin iyuuuuh. Juara deh! Cinematography juga cakeeeppp, tapi kalau yang muncul si lompat – lompat atau mahkluk lainnya, bukan memanjakan mata, memanjakan tenggorokan, teriak kenceng! Astagfirullah, Ya Allah, dan ucapan – ucapan lainnya.

Dari keenam ada dua orang yang terlibat dari peristiwa 8 tahun yang lalu. Meskipun perannya anak SMA, tapi nggak terlalu banyak menyoroti kehidupan anak SMA, karena langusng masuk ke dalam cerita portal dunia lain, langsung masuk ke dalam cerita horor dan berdarah tanpa ampun. Rasanya marathon, ngos – ngosan.

Sutradaranya adalah Kimo Stamboel, menyutradarai film Rumah Dara dan Headshot, hmmmm… rumah dara, pantesan bikin merinding, dalam sisi horornya maupun yang adegan berdarah – darah, wedeh.

Film yang memang nggak bertele - tele, karena memang fokus ke games dreadout itu sendiri, tentang portal dan misteri pembunuhan 8 tahun yang lalu. Bener kayak gini sih, dengan durasi kurleb 98menit, dibikin olahraga jantung berkali - kali. Meski anak - anak SMA nggak ada ke alayan yang berlebihan dan nggak ada yang memerankan anak SMA yang melambay. Kelucuannya memang dari dua orang, yaitu Jery dan pak penjaga apartemen.

Horor yang kayak gini sih yang bikin seru, petualangan. Makhluk halus muncul karena ada alasan, bukan cuma menakuti penonton aja. Boleh lah main gamenya sebelum nonton filmnya, beneran deh mahluk halusnya kalah dengan flash dari kamera, namun untuk ketua, tidak semudah itu untuk mengalahkannya.

Akhir kata, marilah kita memulai untuk menghilangkan persepsi film horor merupakan film yang asal, memaamerkan lekuk tubuh yang nggak nyambung sama jalan cerita! Masih ada film horor yang huwaaaahhh seru nih.

Tidak ada komentar

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)

Copyright © sariwidiarti. Blog Design by SkyandStars.co