Menjadi Cantik, Gaya dan Tetap Kaya ala Prita Ghozie

buku prita ghozie

Setelah membahas buku Prita Ghozie yang berjudul Make it happen, kali ini saya ingin mengulas buku lainnya yaitu Menjadi Cantik, Gaya dan Tetap Kaya. Salah satu yang membuat saya betah dengan buku kak Prita ini adalah bahasanya yang mudah dipahami dan dipraktikan oleh pemula, yang baru saja belajar tentang perencanaan keuangan. Kemudian, dalam bukunya tidak hanya teori saja, tapi juga ada contoh kasus, dan tidak condong ke salah satu ke produk keuangan, misalnya tidak mengagung-agungkan produk investasi, semua tujuan keuangan memiliki sebab-akibat. Kapan waktunya kita butuh untuk berinvestasi, dan dalam kondisi apa kita masih butuh yang namanya menabung.

Semua tujuan memiliki cara untuk mencapainya, dengan apa kita mampu meraih setiap impian? Selain buku Make it happen yang bersampul dominan warna kuning, kali ini membahas tentang perempuan dan uang. Sudah nampak jelas di judul buku yang kali ini dominan warna merah muda. Pembicaraan tentang uang dianggap tabu, apalagi jika obrol dengan pasangan. Peranan perempuan dalam keluarga juga penting apalagi amanah dalam mengelola keuangan keluarga.

Obrolan tentang uang, bukan berarti siapa yang paling berkuasa, tapi bagaimana cara bekerjasama sebagai pasangan. Uang bukan hanya nominal saja, tapi ada sebuah tanggung jawab. Jangankan ngobrol sama teman, ngomongin duit ke teman juga masih ragu karena dianggap tabu, takut kalau ada yang tersinggung jika ngomongin tentang uang. Dalam buku ini, tidak perlu blak-blakan bicara tentang uang, namun obrolan santai dengan teman membuat kita dapat saling bertukar ilmu. Siapa tahu, kita dapat referensi produk investasi yang cocok karena rekomendasi teman.

Jika membahas tentang uang, bisa ada pembahasan kemana-mana; tentang tanggung jawab, hubungan dengan pasangan, sosial, keininginan, masa depan dan masih banyak lagi. Selanjutnya, ngobrol dengan diri sendiri, bagaimana tanggung jawab terhadap uang yang diterima.

Seberapa kaya kamu?


Sekarang ini, banyak perempuan yang memiliki pendapatan sendiri, namun tidak banyak yang mengetahui seberapa kaya mereka, apa saja yang termasuk kekayaan. Di dalam buku ini, kita dibantu untuk mengelompokkan harta yang nantinya bisa menjadi langkah awal perencanaan keuangan. Terdapat perumusan yang paling mudah;


Harta - utang = Kekayaan. Setelah membuat daftar harta dan utang, selisihnya merupakan nilai kekayaan bersih (halaman 29).


Harta meliputi harta lancar dan tidak lancar. Harta lancar, seperti : harta simpanan yang dapat dicairkan dalam jangka waktu di bawah 1 tahun. Adapun harta investasi yang termasuk dalam harta lancar. Harta tersebut memiliki tujuan untuk mendapatkan return atas modal, seperti saham, obligasi, reksadana, logam mulia. Harta tidak lancar lebih seperti rumah, kendaraan, perhiasan, sudah hitung semuanya?

Lanjut ke utang, tuliskan semua utang yang kamu miliki, utang jangka pendek, maupun jangka panjang. Jika sudah, hitung dengan rumus seperti di atas. Lakukan secara rutin untuk mengetahui bagaimana kondisi keuangan kamu. Jangan sampai posisi utang lambat laun semakin tinggi ya! Lebih enak lagi kalau memiliki buku merah muda ini, karena terdapat kolom-kolom untuk memudahkan berhitung, dan mengetahui, uang saya selama ini ke mana aja, bagaimana meningkatkan pendapatan, dan banyak studi kasus yang dibahas.


buku perencanaan
Salah satu bab membahas tentang utang



Menjadi Cantik, Gaya, dan Tetap Kaya.


Siapa sih yang nggak mau seperti yang ada di judul buku ini, cantik, gaya dan tetap kaya? Di sini benar-benar pembahasan tentang dasar, landasannya dulu yaitu kita sadar akan keadaan keuangan kita, lanjut ke meraih impian tapi tetap bisa menikmati hidup atau tetap enjoy dengan hobi belanja atau suatu hal yang sering dilakukan oleh perempuan, dan tidak lupa peran akan pasangan atau teman, akan mendorong kita membuat suatu keputusan. Kalau punya pasangan yang sama-sama boros, wah makin runyam untuk mencapai tujuan. Jika punya teman yang sadari financial, akan membawa pengaruh positif untuk tetap gaya tapi tidak lupa akan tujuan hidup.

Setelah mengetahui kekayaan yang kita miliki, saatnya menuliskan apa sih yang menjadi impian, bisa jadi jangka pendek maupun jangka panjang. Seperti memiliki impian menyekolahkan anak di sekolah internasional, memiliki impian jalan-jalan ke Eropa dan masih banyak lagi. Dengan impian, membuat hidup kita semakin terarah, lebih bersemangat untuk kerja, lebih tanggung jawab dengan penghasilan dan pengeluaran.

Kemudian, mulai dengan merencanakan untuk mewujudkan impian, yaitu dengan cara investasi. Bisa sih kerja keras, tapi kemudian duitnya apa mungkin jika disimpan saja, padahal setiap tahun mengalami inflasi dan nilai uang setiap tahun akan mengalami penurunan, dulu bisa beli bakso dengan uang lima ribu, sekarang bisa sih beli bakso seharga lima ribu, tapi porsinya sedikit. Maka dari itu tidak cukup untuk menabung saja.

Investasi bisa dengan berbagai cara, dan di buku ini juga ada pembahasan bermacam-macam pilihan sesuai dengan karakter kita.

Apapun gaya belanja anda, buatlah rencana pengeluaran yang sesuai dengan rencana-rencana dan nilai anda. Jadikan anggaran di kerta Maunya vs Nyatanya (Bab 3) sebagai senjata anda untuk mengelola pengeluaran. (halaman 129)


Hobi Lancar, Impian Terencana.


Punya hobi tidak menghambat apa tujuan kita, kak Prita Ghozie mengajarkan untuk membuat anggaran yang cocok nih punya hobi belanja, dengan memiliki anggaran, kita mengetahui kemampuan dana yang dimiliki, apa sesuai dengan keinginan namun tidak mengorbankan kebutuhan sehari-hari maupun mengorbankan masa depan.

Jika hobi belanja jauh dari kemampuan financial setiap bulannya, mau tidak mau ya harus meningkatkan penghasilan. Hobi belanja juga bisa menambah pundi-pundi pemasukan, dengan cara membuka jasa sewa tas branded, menjadi mystery shopping, menjadi fashion influencer, atau jasa lainnya. jangan sekali-kali mengandalkan utang yang bersfiat konsumtif, aduh nanti malah gali lubang tutup lubang.

menyelami tentang hobi yang dijalani, ada pembahasan tentang "Tetap Cantik dan Gaya Tanpa Rasa Bersalah". kira-kira seperti ini point pentingnya.

"Melawan dorongan untuk membelanjakan setiap rupiah dari hasil keringat kita (atau suami), tentu tidak mudah. sayangnya, setiap kali membeli sebuah produk, tidak lama kemudian produk baru sudah masuk ke toko. Bila tidak mau dianggap ketinggalan zaman, selalu membeli barang keluaran terbaru."

"Selalu ada alasan untuk berbelanja, tapi apakah itu alasan yang baik?"

Harus mengoreksi diri sendiri, apa termasuk sebagai orang yang impulsif dalam berbelanja, bagaimana mengetahui kriteria smart shoper atau sekedar lapar mata aja, di buku pink ini banyak trik dan kuis tentang belanja 

Dengan membaca buku ini, merasa blak-blak sama diri sendiri, ini loh kemampuan uang yang dimiliki setiap bulannya. Hobi bukan penghalang untuk meraih impian, apalagi di buku ini tidak hanya teori, tapi dibantu step by step untuk menuliskan anggaran, cara investasi hingga membuat rencana untuk meraih tujuan.

Tidak ada komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)