7 Resolusi 2021 Menuju kamu.


Membuat resolusi menjadi suatu kebiasaan ketika bertemu dengan tahun baru. Selalu ada harapan yang ingin dicapai, tahun berikutnya ingin lebih baik. Tapi, berbeda dari tahun sebelumnya, penginnya tahun ini tidak ada resolusi, maunya mengalir aja.

Tahun lalu nulis resolusi kalau ingin lebih banyak melakukan perjalanan, sudah ada persiapan, ternyata ada pandemi, ya sudah selow aja untuk tahun ini. Tapi setelah dipikir, lebih baik nulis tentang resolusi lagi, biar ada gambaran, apa yang ingin dilakukan setahun ini.

Bagiku resolusi seperti rel kereta api, kalau ingin ke stasiun A, berarti harus paham jalur mana yang ingin dilalui, sedangkan kereta merupakan alat (segala persiapan) untuk mencapai tujuan (stasiun).

Resolusi 2021


Tahun 2021, ingin lebih baik dalam hal kesehatan, keuangan, dan self development. Beriku resolusi beserta, alasan dan beberapa gambaran untuk mencapai resolusi tersebut :

1. Menuju ramping.

Sudah 2 kali ini disapa sama orang nggak kenal (ibuk-ibuk), tujuannya sih buat ngobrol ringan karena aku sering ke pasar. Dari belakang, aku dipanggil, “Buk.. buk..”, eh pas aku noleh, si ibuk itu malah bilang, “Eh mbak”, kemudian lanjut ngobrol.


Seketika perasaanku, bsjdjsnskudsd…


Wah dari belakang keliatan ibuk-ibuk, sedangkan dari samping atau depan, embak-embak..


Sebenarnya biasa aja, toh kalau dipanggil sama orang yang nggak kenal, nggak bakalan noleh, meskipun dengan kata sapaan ibuk atau embak.

Hanya saja lama-kelamaan bikin geli, 2 kali kejadian yang sama, bikin mikir..


Wah skincare aku udah berhasil nih, pantat aja nih yang offside..


Jadi, di tahun 2021 ini, ingin menuju "kamu", wahai celana panjang ukuran kecil. Penginnya nggak hanya turun berat badan, tapi body bisa ada bentuknya gitu, bukan timbul otot, pengin singset, lemak nggak menggelambir ke mana-mana.

Siapa tahu, tahun 2021 ada yang ngajak nikah, sudah siap pakai kebaya. I’m ready! Pick me up!


2. Menuju produktif.

Saya terbiasa memaklumi diri sendiri.


Halah, kan campaign barusan selesai, istirahat dulu deh..

Istirahatnya 5 hari, nonton drakor mulu.



Halah, belum ada penawaran, ntar aja nulisnya, santai dulu.

Padahal bisa memanfaatkan waktu untuk membuat konten.


Ntar aja deh…

Besok aja deh…

Nonton drakor dulu deh..


Nonton 5 menit aja, eh ternyata bablas sampai tengah malam..


Selain memaklumi ke-mager-an, sering juga mengerjakan sesuatu yang mepet dateline. Padahal nggak baik juga, kesusu malah nanti hasilnya nggak maksimal. Meskipun mepet DL membuat ide bermunculan, tapi bukan hal yang harus dibiasakan.

Jadi, 2021 menuju kamu, wahai tumpukan buku yang belum dibaca, produk skincare yang belum dipakai dan belum di-review.


3. Menuju kaya.

Bukan berarti tidak bersyukur atas rezeki yang sudah diberi dan merasa kekurangan, tahun ini memiliki target baru, karena kontrak udah ada yang berakhir. Belum jalan sih, masih persiapan, belum bisa bercerita banyak.

Nomer 2 dan 3 nyambung aja sih, harus tetap produktif agar pundi-pundi duit tetap mengalir. Untungnya tahun lalu nggak boros amat (ha?! jumlah skincare apa kabar, sar?!). Resolusi tahun lalu pengin jalan-jalan ke luar kota, tapi semakin ke sini kok makin ribet urusan untuk ke luar kota.

Maka dari itu, duit yang memang buat liburan, dialokasikan untuk hal yang lain, project baru. Pernah sih ngobrol cantik sama teman yang mau bikin usaha kuliner, tapi masih pending dulu.

Semua orang bisa kaya, tapi nggak semua orang bisa mengatur uang.

Wahai kamu, duit yang ada di rekening, jangan menyublim ya!


4. Menuju Glowing

Memiliki teman dengan passion yang sama, banyak hal positif yang bisa diambil. Lebih peduli dengan kesehatan kulit, lebih melek dengan hal-hal yang belum aku ketahui.

Bagiku, membeli dan memakai produk skincare bukan berarti centil atau agar dilirik sama lawan jenis. Saat memilik produk, di situ seperti memahami apa yang dibutuhkan oleh tubuh. Kalau kulit lagi jerawat, bisa menelusuri penyebapnya, apa karena makanan, hormon, polusi, salah produk, dll, sehingga timbul jerawat.

Hai kamu, skincare yang sudah aku timbun, mari kita berpetualang untuk mencari kecocokan antara produk satu dengan produk lainnya, karena skincare ada suatu perjalanan.

Sekarang lagi galau produk retinol vs bakhuciol.


5. Menuju minimalis.


Penyebapnya karena baca buku tentang hidup minimalis, dan tentang buku Honjok (Seni hidup sendiri). Sekarang lebih aware dengan apa yang saya beli, apa yang saya pakai. Beli melulu tapi jarang dipakai, atau udah beli A, pengin beli barang lainnya yang belum tentu butuh.

Entah ya, di pikiranku kalau semuanya akan dihisab, diperhitungkan. Mungkin kalau barang dari orang tua bisa diwariskan ke anak. Sedangkan aku, masih single, mikir juga sih kalau meninggal tidak akan merepotkan orang-orang. Cukup berdoa untukku.

Bisa juga barang dari orang yang meninggal disalurkan ke orang yang membutuhkan, tapi mungkin akan merepotkan untuk mencari orang yang membutuhkan, atau terlalu banyak atau berat untuk dibawa.

Hidup minimalis sekaligus melatih aku untuk tidak boros, tidak ada keterikatan dengan barang yang akhirnya menimbun.

Lumayan susah jalaninya, apalagi tergoda barang-barang yang lucu. Meskipun susah bukan berarti tidak bisa. Yuk, hidup minimalis.

Untuk yang ingin tau seperti apa hidup minimalis dan konsepnya, bisa baca di banyak literatur, karena setiap orang pemahamannya berbeda, jadi lebih baik baca beberapa sumber.

Minimalis bukan pelit.


6. Menuju Jepang.


Kalau belum bisa ke Jepang, setidaknya ingin belajar bahasa Jepang. Sebelum mengenal oppa Korea, lebih dulu mengenal Anime dan bucin banget deh. Sekarang mulai mengumpulkan koleksi komik Detective Conan, otw koleksi One Piece.

Waktu SMA pernah belajar bahasa Jepang, tapi masih dasar. Setelah dewasa timbul keinginan masa kecil yang belum sempat terwujud. Sekarang sudah usaha beli komik, selanjutnya mau belajar bahasa Jepang, nonton konser Alice Nine (band Jepang), nabung untuk liburan ke Jepang. Aminkan!


7. Menuju menjadi manusia.

Mungkin selama ini, aku kira diri ini adalah malaikat di hatimu..

Eh nggak ding..

Menuju menjadi manusia yang tidaklah sempurna, nggak apa-apa kalau banyak maunya, tapi harus legowo kalau ada yang meleset.

Tahun 2021, menuju kamu (PoV melihat diri sendiri di cermin). Seperti tahun0tahun sebelumnya, hal yang paling aku utamakan adalah mencintai diri sendiri sebelum mencintai orang lain, bahagia berawal dari diri sendiri sebelum membahagiakan orang lain.

Tuntas dengan permasalahan diri sendiri sebelum percaya dan berkomitmen dengan orang lain untuk menjadi pasangan. Mungkin narsis, tapi kalau bukan diri kita sendiri, siapa sih yang mencintai “aku”.

Dengan atau tanpa pasangan, aku tetap menjadi pribadi yang utuh.

Hidup akan terus berjalan, skenario Tuhan tidak ada yang tahu, maka aku tidak akan pernah meninggalkan diriku sendiri dalam situasi gamang, krisis identitas, galau tapa ada ujungnya. No..No..No..

Mencintai Sang Pencipta dan diri sendiri adalah yang utama. You Go Girl!

0 comments

Posting Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)