Kado Untuk Ibu Yang Tak Lagi di Sisi

ucapan selamat hari ibu
Selamat hari ibu. sc:pexels/pixabay



Sudah beberapa kali melewati Hari Ibu, tapi ternyata tidak ada perubahan, Mama tetap saja tidak berada di sampingku lagi, hal yang mungkin terjadi, karena segala kehendakNya tak akan mampu kita ubah.

Menangis keras-keras, berteriak, ingin menyusul Mama, memohon dengan bersimpuh, tak kunjung terkabul harapan untuk bertemu dengan Mama.

Hal yang bisa aku harapkan adalah diberikan kesempatan untuk bertemu dengan Mama meskipun hanya di mimpi saja, nggak perlu bicara, memandang wajah Mama sudah cukup untuk meredam rinduku.


Aku ingin menjadi Ibu, mungkin terdengar receh, tapi aku benar-benar ingin menjadi Ibu.

Mencurahkan semua kasih sayang untuk anakku.

Kadang kita berpikir masih banyak memiliki waktu, tanpa kita sadari ternyata waktu tak sebanyak itu.

Aku pikir masih bisa bersama dengan Mama karena berpikir waktu masih panjang.

Memiliki ibu pekerja, waktu masih biasa saja, nggak apa mama kerja kan uangnya untuk biaya sekolahku. Ketika kuliah, ternyata jauh dari rumah, nggak apa-apa kan nanti setelah lulus bisa traveling bareng Mama. Setelah lulus ternyata banyak hal yang tidak sesuai dengan harapan, sampai pada akhirnya waktu yang aku punya tak sebanyak itu.

Padahal selalu ngobrol dengan Mama tentang pernikahanku, padahal ada rencana untuk ke Jogja bersama Mama, padahal Mama berjanji kalau aku punya anak, Mama bakalan sering gendong. Ternyata, waktu membuyarkan semuanya. Manusia hanya mampu berencana, semua sudah digariskan.

Aku ingin melihat buah hati mulai dari ia lahir hingga tumbuh besar,

memberikan semua yang aku punya, hingga nanti aku tak memiliki waktu lagi bersama anakku.

kuberikan semuanya apa yang buah hatiku inginkan, semua perhatian, semua senyuman, semua kegembiraan.

menemaninya kapanpun ia inginkan, menemani ketika ia merasa kesulitan, sendiri, menangis, hingga benar-benar waktu untuknya sudah tidak ada lagi.

Aku ingin menjadi ibu yang baik...



Ma, maafkan aku, meskipun Mama sudah tidak ada di sisi, tapi aku selalu curhat ke Mama, banyak keluh kesah, banyak hal yang tidak aku mengerti, dan aku tidak tau harus bagaimana ketika aku menemui kesulitan, masih sering takut melangkah, apakah pilihan yang aku ambil sudah benar, masih ingin terus bersama Mama, karena dunia akan baik-baik saja ketika Mama di sampingku.

Aku masih sering ragu akan keputusan yang aku buat, kalau aku seperti ini, nasihat mama seperti apa ya? Merindukan omelan mama yang memang bikin aku lebih waspada, karena aku sering cuek sama keadaan.

Semua memang tidak selalu baik-baik saja, namun ada alasan untuk bertahan, yaitu aku ingin meninggal dalam keadaan yang baik, nanti ketika bertemu kembali dengan Mama, semua benar-benar baik-baik saja.

Selamat Hari Ibu...

2 komentar

  1. Semoga Allah kabulkan doa2mu, Mbak..

    BalasHapus
  2. sama seperti saya, saat semua keinginan dengan Ibu mau dilakukan, tapi Ibu sudah tak di dunia ini. tapi saya yakin, dia tahu apa yang mau kita lakukan dan dia bangga dengan kondisi kita saat ini

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)
EmoticonEmoticon