Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bagaimana peran komunitas untuk menjaga hutan

peran komunitas untuk menjaga hutan



Jika ada pertanyaan, “Apa kesanmu tentang hutan”. Sepertinya aku bakalan menjawab, tempat angker atau banyak hal mistis. Maklum saja, beberapa hari terakhir suka banget nonton film atau konten youtube misteri.

Eh, tapi blogpost kali ini bukan ngomongin film misteri, melainkan peran hutan yang bisa menjadi solusi krisis iklim dan bagaimana sih peran kita untuk menjaga keberlangsungan.

Peran Hutan Dalam Solusi Krisis Iklim.

Manfaat hutan lebih dari taman maupun pekarangan, karena hutan merupakan biodiversity yaitu keragaman diantara makhluk hidup dari berbagai sumber termasuk daratan, pesisir, lautan dan ekosistem perairan lainnya serta kompleksitas ekologis dimana mereka merupakan bagiannya.

Hutan yang terjaga menyerap dan menyimpan karbon, serta melepas oksigen. Reforestasi dan pengelolaan hutan berkelanjutan memastikan siklus karbon berjalan dengan ideal. Hutan tidak hanya untuk menyeimbangkan alam dan sekitarnya, melainkan hasilnya bisa dimanfaatkan, selain kayu juga bisa menjadi sumber pangan untuk masyarakat.

Sayangnya, eksploitasi hutan tanpa penanaman kembali, kebakaran hutan hingga kerusakan lingkungan lainnya, jika terus-menerus dilakukan akan mempercepat terjadinya pemasanan global, sudah tau kan akibatnya pemanasan global, iklim yang tidak bisa diramal, punahnya hewan endemik di suatu wilayah.

Tidak hanya pada lingkungan, tapi juga pada manusia, timbul bencana alam, berkurangnya bahan pangan, karena iklim yang tak menentu akan timbul penyakit atau wabah tertentu, dan bisa menghambat perekonomian daerah yang terdampak langsung pada rusaknya hutan. Jangan sampai nih nantinya akan membeli udara sejuk karena hutan tidak mampu lagi memproduksi oksige.

Kelangsungan hutan tergantung pada kita, pada postingan sebelumnya, membicarakan tentang masyarakat adat yang memiliki peran untuk menjaga kelangsungan hutan, ternyata masih banyak loh yang peduli terhadap hutan, bermunculan berbagai komunitas, seperti @hutanituid dan asosiasi Kabupaten Lestari.

Kabupaten Lestari.

Lingkar Temu Kabupaten lestari merupakan asosiasi pemerintah kabupaten untuk gotong royong mewujudkan lingkungan terjaga dan masyarakat sejahtera. Saat ini anggotanya ada 9 kabupaten, yaitu ; Kab. Musi Banyuasin (Ketua Umum dan Koordinator Program Komunikasi dan Informasi),, Kabupaten Siak (Sekretaris Jenderal), Kab. Sigi, Kab. Gorontalo, Kab. Bone Bolango, Kab. Aceh Tamian, Kab. Sanggau, dan Kab. Kapuas Hulu.

Banyak kegiatan yang dilakukan oleh Kabupaten Lestari dalam hal menjaga kelestarian lingkungan dan meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar, seperti memiliki produk lokal UMKM berbasis alam.

Salah satunya memproduksi Gambo Muba, yaitu kain gambo menggunakan pewarna alami dari gambir, sejenis tanaman perdu yang hidup tumpang sari di antara perkebunan karet.

asosiasi kabupaten lestari



Kain gambo merupakan kain jumputan yang terbuat dari limbah getah gambir sebagai pewarna alami, dalam proses pembuatannya, butuh proses yang tidak mudah, misalnya saat mengeringkan kain harus pada saat cuaca benar-benar panas agar aroma gambir yang masih dalam proses tidak mengganggu warga, proses pengaturan limbah gambir juga diperhatikan agar tidak mencemari lingkungan.

Proses kegiatannya juga unik loh, dilakukan secara bergotong-royong. Saat menjumput, para pengrajin bergotong-royong menjumput kain untuk menghasilkan motif yang menarik. Ikatan pada kain yang dijumput harus dipastikan kencang agar motif terbentuk. Berikutnya, kain direndam dalam pewarna alami gambir hingga satu bulan lamanya.

Selain itu, untuk meluaskan pemasaran, melakukan kolaborasi dengan UMKM lainnya, misalnya menjual dalam bentuk hampers yang berisi berbagai produk UMKM, penjualan secara bundling dengan produk UMKM lainnya. Maklum saja, Gambo Muba ini targetnya cukup segmented, karena harganya mengikuti proses pembuatan yang cukup lama, nggak jarang pembeli enggan membelinya karena cukup mahal, bahkan ada yang menawar jauh dari harga pasar padahal pengrajin harus menunggu kurang lebih satu bulan untuk proses pembuatan.

Yuk lah, jika benar-benar bangga dengan buatan loka, beli dan pakai produk lokal dalam kegiatan sehari-hari, Gambo Muba cocok untuk acara formal dan nonformal, coraknya juga khas membuat penampilanmu semakin istimewa.

Dimulai dari diri sendiri untuk cinta dan beraksi jaga hutan

Dari perjuangan teman-teman Kabupaten Lestari, sebenarnya masing-masing dari kita bisa berkontribusi untuk peduli dengan hutan dan lingkungan masing-masing. Jika bingung mulai dari mana untuk peduli dengan hutan kita, banyak kantong donasi yang bertujuan untuk menanam pohon baru, penanaman gambut dan masih banyak lagi.

Sudah berdonasi tapi masih ingin lebih banyak aksi yang ingin dilakukan, kamu bisa memulainya dari hal yang kamu suka, karena aku sebagai beauty content creator, aku memulainya dengan menggunakan produk skincare ramah lingkungan. Berikut 3 hal yang aku lakukan untuk pelestarian hutan

peran masyarakat untuk menjaga bumi



1. Pilah pilih skincare ramah lingkungan.

Sekarang sudah banyak bermunculan brand lokal yang peduli akan lingkungan, bisa juga dilihat dari logo yang tertera dari kemasan, atau CSR dari brand tersebut yang informasinya mudah dicari di internet.

Sekarang kalau beli, selain cek ingredient, aku juga sering cek logo yang tertera, seperti sertifikasi halal, no animal testing, dan logo produk daur ulang atau kalau kamu tau logo lain lagi yang tertera di kemasan, bisa komen di bawah ya.

Selain itu, kalau ingin lebih dalam mengenal brand skincare yang peduli dengan lingkungan bisa cek program CSR dan mengulik isu-isu tentang bahan yang dipakai, pekerja, hingga supplier.

2. Tidak lapar mata dengan produk baru.

Selanjutnya, yang jadi PR banget tuh, dengan banyaknya brand skincare yang muncul, hasrat ingin membeli semakin meningkat. Jujur aja, dulu aku juga seperti itu hingga merasa bersalah karena sering menimbun, eh malah ada produk yang expired.

Sekarang sih lebih menerapkan skincare yang minimalis, terutama basic skincare, kemudian berusaha pakai sampai habis, ini agak susah sih karena ada barang endorse yang semakin menumpuk, ada solusinya kok dengan cara bagi-bagi skincare yang udah pernah dipakai ke saudara, teman maupun tetangga.

Sejauh ini paling solutif, jadi produk nggak berhenti di aku, tapi ke teman-teman lain bisa merasakan skincare gratis, syukur deh kalau pada cocok dan ingin beli lagi kalau sudah habis.

3. Jangan asal buang.

Produk setelah habis, jangan asal dibuang karena banyak drop box point yang bisa ditukarkan dengan point maupun hadiah. Sudah menjadi kebiasaan untuk memilah sampah, apalagi di rumah sudah ada bank sampah.

Kali ini makin senang karena di mall-mall makin banyak drop box untuk sampah daur ulang yang nantinya bisa untuk dapetin koin dan ditukarkan hadiah sesuai dengan jumlah poin yang didapatkan.


Kalau aku sih masih fokus 3 hal ini yang sebenarnya gampang tapi ternyata cukup susah juga apalagi kalau ada produk skincare yang packagingnya gemes banget, tapi harus teguh pendirian untuk tidak menimbun barang yang belum tentu dipakai.

Teman-teman boleh loh ikut aksinya dengan berbeda cara sesuai dengan passion, kalau bingung mau aksi seperti apa, bisa dimulai dengan ikut komunitas peduli hutan, banyak banget contohnya, dari komunitas perlahan-lahan akan lebih memahami peran yang akan kita lakukan untuk hutan, jangan lupa untuk aktif mengikuti programnya.

Nah, seperti aku ikut #EcoBloggerSquad banyak banget dapat pengalaman dan bikin nambah wawasan tentang peran hutan, aksi yang bisa dilakukan dan masih banyak lagi. Nah, ini ada contoh aksi dari kakak-kakak @hutanituid

  1. Cerita tentang hutan.
  2. Wisata ke hutan.
  3. Donasi adopsi hutan.
  4. Konsumsi hasil hutan bukan kayu.
  5. Merayakan hari hutan Indonesia.
Banyak cara yang dilakukan, meskipun langkah kecil tapi jika disebar luaskan, akan banyak orang yang tergerak untuk melakukan perubahan. Dimulai dari diri sendiri untuk berbuat kebaikan untuk hutan.






source :

http://pkspl.ipb.ac.id/berita/detail/keanekaragaman-hayati-biodiversity-di-wilayah-pengelolaan-biodiversity-segara-anakan-pt-pertamina

https://ekonomi.republika.co.id/berita/py699s368/gambo-muba-kain-jumputan-muba-yang-dikagumi-ibu-negara

13 komentar untuk "Bagaimana peran komunitas untuk menjaga hutan"

  1. Bisa dikumpulkan dulu ya mbak botol² skincare yang sudah habis isinya, lalu dibawa deh ke Dropbox. Jadi gak menumpuk sampah di tempat sampah. Ini nih yg perlu diperhatikan

    BalasHapus
  2. Nah keren ini langkah yang dilakukan untuk ikut melestarikan lingkungan, Mbak. Kalau kaum hawa kan sukanya skincare. Jadi point siapa saja bisa ikut melestarikan lingkungan dari hal-hal yang disukai ya, Mbak.

    BalasHapus
  3. Peran hutan memang sangat penting banget untuk menjaga keberlangsungan makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia. Sudah seharusnya kita menjaga dan merawatnya bersama-sama, bukan hanya sebagian golongan aja sih. Kalau hutan sudah rusak dan alam sudah marah, yang rugi kan manusianya juga...

    BalasHapus
  4. Peran hutan memang sangat penting banget untuk menjaga keberlangsungan makhluk hidup di dalamnya, termasuk manusia. Sudah seharusnya kita menjaga dan merawatnya bersama-sama, bukan hanya sebagian golongan aja sih. Kalau hutan sudah rusak dan alam sudah marah, yang rugi kan manusianya juga...

    BalasHapus
  5. Eh bener tuh kalap beli skincare bisa menjadi sampah. Selain itu uang juga terbuang percuma. Semoga jadi makin efisien ke depannya deh.

    BalasHapus
  6. alhamdulillah aku belakangan lebih bijak hahaha 😅 dulu mah sering banget laper mata dan kemakan diskon. ujung-ujungnya barangnya ternyata nggak aku butuhin dan dibuang

    BalasHapus
  7. Jadi pengen pakai kain gambo juga nih kak. Kapan hari udah intip lapak mereka di Toped. Emang sebagus ituuu

    BalasHapus
  8. Bersyukur kita memiliki masyarakat adat dan juga kabupaten lestari yang concern dengan kondisi alam di sekitar kita. Tugas kita mendukung semua kegiatan positif untuk alam ini agar bumi tetap dapat dihuni dengan lestari

    BalasHapus
  9. Bener banget nihh jadi PR menahan untuk tidak membeli sesuatu yang sbnernya ngga dibutuhkan haha.. semoga semakin banyak yg aware yaa untuk jaga bumi kita

    BalasHapus
  10. KOmunitas tentu mempunyai masa yang besar dan kalau digerakkan semua untuk menjaga kelestarian hutan dan lingkungan hijau pasti memberikan efek yang lebih masiv

    BalasHapus
  11. Peran komunitas dalam menjaga hutan itu penting banget. Karena hutan itu paru-paru dunianya. Selain menghasilkan oksigen untuk kita bisa bernafas, dapat menyerap dan menyimpan CO2 dalam mengatasi perubahan iklim.

    BalasHapus
  12. Hutan memiliki peran yang penting dalam menjaga keanekaragaman hayati, siklus karbon, dan keseimbangan ekosistem. Eksploitasi dan kerusakan hutan dapat menyebabkan konsekuensi serius bagi lingkungan dan manusia. Penting bagi kita semua untuk menjaga dan mendukung upaya pengelolaan hutan yang berkelanjutan serta memperhatikan dampak dari tindakan kita terhadap hutan dan lingkungan.

    BalasHapus
  13. Aku kalau ingat hutan, jadi ingat film laga jaman dulu atau naik gunung. Sedih ya, kalau hutan mulai berkurang.
    Btw, aku belum full pakai skincare ramah lingkungan, terus bungkusnya masih ini, pengen didonasikan tapi daerah aku enggak ada drop box.

    BalasHapus