Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Rabu, Juni 12, 2013

Jodoh Ningrat


Jamrud - Ningrat

Macarin kamu nggak jauh beda 
Dengan main ludruk 
Pake nanya silsilah, golongan darah 
Ningrat atau umum 
Biar ortumu seneng 
Pa'lemu seneng 
Budhe'mu seneng 
Mbahmu juga seneng 
Ku ikut aja cengar cengir 
Mirip kebo di sawah 

Pa'e......Bu'e 

Ini abad baru bukan dunia wayang 
Ngomong darah biru sekarang orang ketawa 

Pa'e......Bu'e 

Dulu Rama Shinta sekarang si Madonna 
Dulu Gatotkaca sekarang John Travolta 
Aku hanya ingin bercinta dengan kamu sendiri 
Gak perlu si Anu si Itu harus gini musti gitu 

Yayayaya..hu..hu...yayayaya..hu..hu 
Yayayaya..hu..hu...yayayaya..hu..hu 

Pasti ngapelku gak pernah romantis... 
Tiap datang disuguhin keris 
Mana ortumu, pa'lemu, budhe'mu, mbahmu... 
selalu ceramah.. 

Yayayaya..hu..hu...yayayaya..hu..hu 
Yayayaya..hu..hu...yayayaya..hu..hu 

Thole'..... 
lha kowe iku sopo 
Wani-wanine macari anaku.... 
lha piye tho 
Wis rambute dowo.... 
badane tatoan 
Pakeane semrawut.... 
dasar wong edan 


Bukan fans jamrud, hanya suka dengan dengan lagu jamrud yang ningrat, dan sedikit modifikasi untuk judul postingan. Mengapa suka? Ada apa dengan lagu nigrat milik jamrud? Sebenarnya itu termasuk pengalaman pribadi dari dulu hingga sekarang. Bukan di posisi si lelaki di video klip tersebut, tetapi aku berada di posisi si cewek seperti di video klip ningrat, tetapi perlu digaris bawahi, nggak segitunya juga keluargaku sampai melihat golongan darah (ningrat atau umum).




BACA JUGA : PERSIAPAN CALON PENGANTIN



Sebelum berlanjut membaca postingan. Aku tegaskan, postingan ini bukan suatu bentuk protes, melainkan ingin bertukar tempat. Bagaimana kelak aku akan menjadi orangtua, nanti. Bijaksanalah membaca ini :).

*****

Memang sih hal yang mebuat deg-degan adalah mengenalkan "teman" ke ortu, karena masih mengikuti "3B"
Bibit : asal-usul jelas.
Bobot : jenjang pendidikan, sikap.
Bebet : pergaulannya.
*itu sih pemahamanku, kalau ada yang kurang atau salah, mohon dibenarkan*.

Beberapa kali mencoba memperkenalkan "teman" meskipun terbentur dengan yang telah aku sebutkan tadi, marah jengkel sering aku hadapi, bahkan nangis sudah berkali-kali. Terasa jodoh ini bukan Tuhan yang mengatur tetapi orangtua. Ya, perasaanku berkali-kali terpatahkan begitu saja, hanya beberapa bulan atau hari aku merasakan cinta, kemudian dihadapkan dengan kenyataan yang ada, sedihnya bukan main. Tapi ada  beberapa yang lolos seleksi, tapi akhirnya cintaku kandas gitu aja. Sempat mengajukan untuk dijodohkan siapa saja aku mau, tetapi orangtua menolak dengan alasan aku bisa mencari jodoh. Makin bingung jika dihadapkan seperti ini. Jika cari sendiri, peluang yang lolos kecil banget, minta dijodohin, malah disuruh cari sendiri *mumet*.

Jika aku berada diposisi orangtuaku. Apa yang aku lakukan? Mungkin aku akan melakukan hal yang sama, karena aku sebagai orangtua akan berhati-hati jika anak perempuanku mengenal cinta, aku tak mau anak perempuanku salah sangka, salah mencintai lelaki yang salah. Menikah untuk sekali dalam seumur hidup, aku takut jika anak perempuanku memilih jalan yang salah, aku ingin melihatnya bahagia.

Jika tak pernah mencoba, bagaimana kita bisa tahu kita salah melangkah atau tidak, salah memilih atau tidak. Jika kita takut melangkah, kita tak tak tahu apa yang akan terjadi ke depannya.
Jika dibaca berulang-ulang mungkin banyak yang mengira terdapat salah komunikasi antara aku dan orangtuaku. Jika ada yang berpikir demikian, aku akan segera mencegah pemikiran itu, karena aku dan orangtuaku termasuk yang doyan ngobrol satu sama lain, doyan curhat malah.
Ya.. terkadang akan menghadapi momen dimana keinginan anak akan berbanding terbalik dengan keinginan orangtua.
Beberapa kali mengalami "penolaka" dalam mengenalkan "teman" ke orangtua membuatku sudah terbiasa putus cinta. Bukan kali ini aku mengalami, bukan satu atau dua kali aku mengalaminya. Jadi, kalau putus cinta karena alasan tersebut, sudah biasa, tetep patah hati? iya lah! namanya juga putus cinta. Tapi setelah itu "ya sudahlah" life must goes on. Hidup takkan berhenti meskipun gagal berkali-kali. 

Aku menaruh harapan kepadamu yang sekarang ada di hatiku, entah sekeliling kita ada yang mendukung atau mencerca. Bagi Anda yang memberi dukungan kepada aku dan dia, aku mengucapkan terimakasih, semoga doa Anda dikabulkan. Tetapi bagi Anda yang tak suka dengan hubungan aku dan dia, tak akan kusalahkan, hidup ini memang pro dan kontra, silahkan bedoa dengan sesuka Anda (yang tak suka), karena doa Anda, itulah diri Anda (bukan maksud menggurui).

Aku mencintaimu dan kau mencintai aku, cukup kita yang merasakan. Sekarang bukan lagi cinta yang ada di diri kita, tetapi bertambah rasa kesetiaan, rasa melengkapi dan banyak rasa yang ada di diri kita. Semoga masa depan itu milik aku dan kamu, yang sekarang aku memanggilnya Kanda.

Sudah, segitu dulu.. Terimakasih sudah menyempatkan untuk membaca postinganku yang agak serius ini ^_^

6 komentar:

  1. Coba kalau seandainya saya yang dikenalkan..
    Tanpa memikirkan "3B" itu saya yakin neng sari ini tidak akan ada rasa sakit lagi..
    Mau?
    Saya tunggu.. :)

    Semangat neng, cintamu pasti akan bahagia...

    BalasHapus
    Balasan
    1. amiiiiinnn...
      InsyaALLAH dng yg ini, terakhir dan bahagia, makasih mas :)

      Hapus
  2. Ehm ... maksudnya "teman" apa "teman" mbak? :D

    Ini juga jadi bahan pemikiran saya, bagaimana kelak saya bersikap ya ....

    BalasHapus
  3. ya mesti bijaksana kalo udah jadi orang tua, gak selamanya ningrat jadi tolak ukur kebahagiaan anak. nigrat, status sosial, hanya tampak bahagia di depan, tampak bahagia dg kekayaan, namun status sosial dan kekayaan bukan satu2 sumber kebahagiaan.

    BalasHapus
  4. jadi sama yang di jember gmana mbak udan cocok kah masuk 3B :D

    mbak sari, kalau gitu ikutan cari jodoh ajah di trans biar pas, semoga dapet yang tepat yaa mbak :D

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)