Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, Februari 03, 2014

Pentingnya Pembukuan

Awal minggu bulan Februari, bagaimana nih kabarnya bulan Januari? Sesuai dengan harapan atau ada resolusi di tahun 2014 yang sudah terselesaikan di bulan Januari? Ada? atau masih terbentur masalah semangat? Semoga semangat di bulan yang penuh cinta ini *suiit suiiiit* semakin bertambah ya.

Dari judulnya aja pasti nyerempet tentang duit. Iya emang sih, tapi menulis judul tentang pembukuan tidak langsung mencuat begitu aja, ada beberapa alasan memilih postingan pembukuan. Biasanya aku posting tentang giveaway atau curhat tentang kehidupan sehari - hari. Berawal dari melihat ke depannya, yang memang calon Istri dan tentunya calon Ibu, salah satu tugas atau kewajiban seorang istri adalah menjadi menteri keuangan di dalam keluarga. Seorang suami yang banting tulang untuk mencari nafkah, harus diimbangi dengan seorang istri yang pintar mengelola keuangan keluarganya. Kalau memang melihat lebih jauh kasus korupsi, sebenarnya peran istri sangat besar loh terhadap kasus - kasus korupsi yang ada. Masa sih suaminya yang biasanya gaji 2juta - 3juta, tiba - tiba enggak ada angin, enggak ada hujan gajinya naik menjadi 50 juta. Kita sebagai istri juga harus memiliki sikap awas terhadap keuangan keluarga. Syukuri berapapun gaji yang diperoleh suami, asal halah dan pintar cara mengelola keuangan keluarga.

Kali ini, ingin postingan yang ringan - ringan saja, masih postingan perdana tentang pembukuan. Tidak peduli seorang istri sekolah akuntansi, tata boga, komunikasi, hukum atau yang lainnya. Ketika sudah membentuk suatu keluarga, seorang istri harus bertanggung jawab atas keuangan keluarga. Mengapa diperlukan pengelolaan keuangan dalam keluarga? Yang paling utama sih untuk mengetahui pengeluaran apa saja yang dikeluarkan dalam satu periode (bulanan, tahunan, dll). Dari pengeluaran itulah , kita tahu bagaimana cara efisiensi. Misalnya efisiensi pengeluaran dengan cara mencari barang pengganti. Setiap bulan ternyata ada pengeluaran yang sangat tinggi terhadap pengeluaran cemilan. Biasanya ngemil oreo , bisa diganti dengan ngemil biskuit Roma atau Khong guan. Tetapi memang harus hati - hati terhadap masalah efisiensi dengan cara barang pengganti. Enggak mungkin dong gara - gara elpiji mahal pakai minyak tanah, sudah enggak ada atau sulit untuk mencari minyak tanah. Atau karena tarif listirk yang selalu naik, eh ganti pakai lilin. Duhhh, kasian itu matanya kalau baca buku mengandalkan penerangan lilin.



BACA JUGA : KELOLA KEUANGAN DENGAN BIJAK



Nah, mengapa memberikan judul pembukuan kok enggak menggunakan judul akuntansi? Karena menghindari dari kata "sulit". Biasanya kalau dengar kata akuntansi udah sukar dengan berbagai jurnal dan laporan keuangan. Sedangkan pembukuan terdengar sederhana dan bisa dipahami oleh siapapun. Melihat kesibukkan seorang istri atau seorang ibu yang memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga. Namun dalam perkembangannya. Banyak sekali ibu rumah tangga memiliki usaha sampingan, hanya untuk mengisi waktu luang atau untuk membantu keuangan keluarga. Sekecil apapun bentuk usaha yang kita lakukan, harus melakukan pembukuan. Misalnya kita membuka warung, sangat penting melakukan pembukuan. Apa saja barang yang keluar (terjadi pembelian). Meskipun warung yang kita miliki dalam sebulan memiliki keuntungan kurang dari 500 ribu.


Pentingnya pembukuan dalam kehidupan sehari - hari yang sering dihadapai adalah (1) pembukuan dalam keuangan keluarga dan (2) pembukuan dalam usaha.

Kalau masalah keuangan keluarga, mungkin juga sudah banyak yang mahir untuk mengelola keuangan. Sebagai pengingat saja, kalau secara pribadi untuk mengelola keuangan aku selalu mengedepankan 2 hal, yaitu : Sebisa mungkin menghindari hutang dan Memisahkan uang pribadi dengan modal. Menghindari hutang sepertinya susah - susah gampang, apalagi kalau sudah berkeluarga, banyak keperluan dan mungkin masih kaget dengan tahun pertama pengeluaran, secara masih single enggak terlalu ribet untuk mengatur keuangan, nah kalau sudah berkeluarga keperluan mungkin juga bertambah. Boleh sih hutang, asal memang dalam keadaan terdesak. Misalnya, tiba - tiba terkena musibah, tabungan tidak mencukupi untuk menutupi musibah yang kita alami. Jangan berhutang untuk gali lubang tutup lubang. Ah, sama aja itu, enggak kelar - kelar bayar hutangnya.

Sebisa mungkin jika sudah berkeluarga, mencatat setiap pengeluaran. Meskipun aku belum berkeluarga, namun sering diberi amanat oleh kedua orangtua untuk mengelola uang belanja. Sekecil apapun nilai pengeluaran, tetap dicatat. Misalnya beli bumbu dapur yang seharag 500 rupiah, tetap harus dicatat. Manfaatnya, kita bisa mengetahui pengeluaran apa yang bisa dianggap "tidak penting". Semakin rinci, semakin bagus agar tidak "deras" mengeluarkan uang untuk keperluan yang tidak penting.

Ini merupakan postingan yang sangat amat sederhana, namun sebagai pengingat saja jika hal - hal kecil sering saja dianggap remeh. Mungkin ada yang share tentang mengelola keuangan keluarga? ^^

Oiya, mungkin juga ini merupakan postingan yang akan memiliki lanjutan. Seacrh aja dilabel tentang "Belajar Akuntansi".

Untuk kelanjutannya mau posting tentang jurnal umum. Tunnggu saja ya ^^

2 komentar:

  1. bertul,...pembukuan itu sangat penting...jadi inget simbahnya temenku yang (maaf) tidak bisa melihat tapi sangat titen dan disiplin soal pembukuan...kalau satu perak saja tidak ditulis maka sudah langsung marah

    BalasHapus
  2. Aku sudah biasa bikin pembukuan semenjak masih sekolah. Ketika aku bersekolah dulu, uang yang aku dapatkan dari orang tua, aku bagi menjadi post-post tertentu berupa post Pengeluaran Sehari-hari dan post Tabungan. Ada rasa sedih ketika jatah untuk Post Pengeluaran sudah habis sebelum akhir bulan, rasa pelit ketika terpaksa mengambil uang dari Post Tabungan. Di situ aku belajar untuk pentingnya membuat skala prioritas, belajar bersyukur, dan ternyata manfaat melatih mental itu terasa sampai sekarang.

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)