Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Senin, Juni 20, 2016

Belajar Membatik Bersama GNFI


belajar membatik
belajar membatik
Alhamdulillah sudah separo perjalanan nih puasanya, meskipun puasa, seperti masih banyak event yang seliweran di sosial media. Puasa nggak mengurangi aktifitas, kan. Banyak event seru, apalagi ditambah dengan bukber, mendapat ilmu sekaligus silaturahmi. Seperti halnya event yang aku ikuti pada hari Sabtu, 18 Juli 2016. Sebelumnya, aku diberitahu Indah kalau ada acara belajar membatik yang diadakan oleh Good News For Indonesia (GNFI) di Surabaya. Karena tempatnya hanya untuk peserta terpilih, langsung gerak cepat untuk daftar di formulir yang telah disediakan. Urusan terpilih atau nggak, dipikir nanti, yang penting sudah daftar, dan berharap bisa kepilih.


Kira – kira hari Kamis siang di sms sama pihak GNFI untuk menanyakan kesedian peserta untuk hadir di acara dan diharuskan membawa koran untuk alas. Huwaaaah... seneng banget lah jadi peserta membatik, apalagi belum pernah sama sekali gimana tuh membatik. Nggak sabar menunggu hari Sabtu.

Ternyata, cari lokasi markasnya GNFI lumayan bikin pening, sempat nyasar pula, penuh perjuangan. Alhamdulillah ya akhirnya samapi di lokasi dengan selamat, nggak telat - telat banget lah. Langsung dipersilakan gabung ke peserta lainnya oleh mbak - mbak yang humoris.

Ini nih kegiatannya :


POLA

Hal pertama yang dilakukan adalah membuat pola. Media yang digunakan masih sederhana sih, yaitu kain tipis, kalau aku nyebutnya kain blacu, tahu kan ya kain blacu kayak gimana. Bikin pola dari gambar yang sudah disediakan. Karena kurang mahir untuk bikin pola, aku lebih memilih kain blacu yang sudah ada polanya, tapi terbatas sih kalau yang ada polanya, hanya tersedia macam – macam gambar pulau di Indonesia, ada Jawa, Sulawesi, Kalimantan, Papua dan lain – lain. Kalau bikin pola sendiri sih bebas, mau gambar hewan, tumbuhan, pokoknya bebas, sekreatif kamu.


MEMBATIK.


orang membatik
serius amat XD


Sebelum membatik di kain blacu tadi, peserta diajarkan bagaimana cara memegang canting. Nggak sembarang pegang sih, tujuannya agar canting tetap stabil, selain itu juga diajarkan bagaimana cara ngambil malam agar nggak belepotan (aku bilangnya mbleber) di kain, membatik dengan sudut tertentu, harus satu tarikan saat membatik, warnanya harus sama tebalnya. Ya meskipun secara teori sudah paham banget, tapi praktiknya, duuuuh bikin nahan napas, takut belepotan, huahahaha. Sebelum membatik di kain, praktik dulu di atas koran, biar luwes gitu lah, tahu tebal atau tidaknya, sudutnya pas atau nggak, kalau sudah siap, langsung saja membatik di atas kain. Meskipun sudah berhati – hati juga, tetap aja belepotan, dan kurang tebal gitu saat membatik di atas kain.



BACA JUGA : CARA MELIPAT BAJU AGAR RINGKAS



Tutornya bilang, nggak apa – apa belepotan, jangan takut salah, kalau takut salah malah nggak jadi – jadi. Namanya juga batik tulis ya benar – benar handmade, hehehe.. nggak semua canting yang dipakai “enak” untuk membatik, ada kalanya ujung canting tuh buntu (apa ya bahasa Indonesianya buntu). Jadi perlu di sogrok (ini apa pula bahasa Indonesianya) pakai semacam ujungnya sapu. Seharusnya saat membatik harus satu tarikan saja, nggak perlu mengulang. Tapi ya dasarnya aku maunya jadi tebal, eh ternyata malah mbleber, hauahaha.. tapi masih bagus kok *memuji diri sendiri*


PROSES PEWARNAAN.


proses pewarnaan
rebus rebussss


Setelah membatik sesuai dengan pola, saatnya pewarnaan menggunakan warna khusus kain. Pertama – tama kain direndam terlebih dahulu di sabun (lupa namanya, tapi lebih ringan ketimbang deterjen yang sering dipakai di rumah – rumah). Rendam beberapa menit saja, terus dicelupin di warna kuning (apa ya namanya biar mengikat warna lainnya) setelah itu dikeringkan dengan di pukpuk pakai kertas koran. Oiya, selama proses pewarnaan dan perebusan jangan pernah diperas, nanti malamnya rusak dan memperngaruhi pola yang sudah dibatik.

Saat proses pewarnaan, jangan lupa memakai sarung tangan ya. Agar tidak gatal di kulit.

Selanjutnya, celup kain di warna yang disukai, aku pilih warna merah marun, ada warna lainnya yaitu biru dan oranye. Setelah kain terendam semua, dibilas dengan air, kemudian ulangi prosesnya dari dicelupin ke warna yang kuning. Setelah bilasan terakhir, baru deh direbus, merebusnya sampai malamnya hilang, berubah jadi warna putih (warna dasar kain) karena fungsi dari malam adalah untuk menghambat warna masuk ke dalam kain.

Akhirnya, selesai deh. Kain dikeringkan. Ingat, jangan diperas, cukup diangin – anginkan saja. Saat proses pewarnaan ada yang pakai cara diikat, jadi satu kain bisa beberapa warna, kayak ala – ala ombre gitu, tapi aku pilih satu warna saja.

Selagi menunggu kering, peserta menunggu adzan maghrib, nggak terasa ya membatik hingga menjelang adzan maghrib. Pesertanya nggak hanya untuk orang dewasa, anak – anak juga antusias ikutan.

Acaranya gratis dan dapat takjil sekaligu makan, Alhamdulillah berkah Ramadan. Karena waktunya nggak cukup untuk menunggu kainnya kering, jadi kain yang masih anyep (setengah kering) ditaruh diplastik, dan nggak lupaaaa harus foto – foto di kantornya GNFI.


jreng jreeeeeng...


Terimakasih Good News For Indonesia, ditunggu acara selanjutnya

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)