Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Sabtu, Juni 11, 2016

Minggu Pertama Di Bulan Ramadan.





Alhamdulillah hampir menyelesaikan minggu pertama bulan Ramadan. Meskipun tahun – tahun sebelumnya sudah menjalankan puasa Ramadan, selalu saja setiap tahun ada kesannya. Tahun ini juga berbeda dengan tahun yang sebelumnya. Sini deh, aku cerita :


Takjil

Biasanya, di jalan raya (masuk perumahan) banyak banget yang jualan takjil dan lauk – pauk, sekarang lumayan berkurang sih, meskipun yang jual jajanan masih tetap. Ada yang jual lauk – pauk tapi kurang variasi, misalnya penjual satu, jualan sayur sop, penjual lainnya jual sayur sop semua, jadi kurang berselera gitu kalau beli lauk, tapi kalau kepepet ya gimana lagi, beli juga sih. Penjual juga nggak sebanyak tahun kemarin, mungkin ambil positifnya aja lah ya. Kalau penjualnya mungkin ingin khusyuk beribadah di bulan Ramadan, jadi berhenti sementara satu bulan. Apalagi harga juga sudah naik, bingung mau ambil untung berapa, jadi istirahat jualan dulu. Itu pendapatku, karena emang yang jualan takjil dan lauk sedikit banget.

Mercon.

Bahagia banget tahun ini sudah jarang dengar suara mercon yang hebohnya minta ampun, sampai nggak bisa khsuyuk saat sholat di rumah maupun teraweh. Nggak seratus persen terbebas dari mercon, paling beberapa kali terdengar suara mercon yang kecil itu, bentuknya kecil, suaranya juga nggak berisik. Jadi tenang untuk ibadah, nggak sebel sama anak – anak yang biasanya main mercon. Yang main mercon bukan anak kecil tapi juga udah gede, kira – kira SMP tapi badannya tinggi – tinggi, rasanya mau aku ajak main basket aja deh ketimbang main mercon, meskipun aku nggak tahu teknik permainan bola basket.
Takjil di Masjid.

Ini sih masih menjadi kontroversi, eh yang nggak gimana gitu, Cuma beda pendapat aja. Meskipun jarang banget buka puasa di masjid, tapi agak kecewa juga dengan peraturan baru. Jadi gini, sebelum puasa, pengurus masjid memberitahu kepada ibu – ibu PKK untuk tidak lagi menyediakan takjil untuk masjid, karena pengurus masjid yang akan mempersiapkan takjilnya. Sebelumnya, setiap minggu ada giliran masing – masing RT untuk kumpulin takjil yang kemudian diserahkan di masjid. Sekarang peraturannya berubah, mungkin tujuannya agar nggak membebankan warga atau mungkin ada tujuan lain yang insya ALLAH demi kebaikan. Tapi ya ada yang kecewa juga sih dengan keputusannya. Karena biasanya warga membeli takjil ke penjual yang biasa jualan di jalan raya itu, ada yang pesan 50 biji gorengan, buah, dll. Kalau sekarang takjil untuk disediakan di masjid, jadi tanggung jawab pengurusnya. Sedih sih ya, kan pendapatan penjual takjil jadi berkurang. Lagian warga nggak keberatan dong, kan menyiapkan takjil untuk yang puasa juga dapat pahala. Sedih deh kalau kayak gini. Semoga hanya tahun ini saja yang kayak gitu, tahun depan kembali seperti semula.




Apa cerita minggu pertama puasamu?

4 komentar:

  1. Alhamduillah. Semoga tetap tabah, bersyukur dan terus bersemangat sampai ujung penghabisan Bulan Ramadhan dan menuju kepada kemenangan. Semoga amal ibadah kia diterima Allah SWT. Aminnn Ya Rabb

    BalasHapus

Maaf moderasi terlebih dahulu, karena banyak spam. Terimakasih yang sudah berkomentar :)