Trik Jitu Sukses Berinvestasi

reksadana untuk pemula


Apakah setiap individu wajib berinvestasi? Satu pertanyaan yang mendasar, mungkin pertanyaan ini sudah ada di benak teman-teman. Karena tidak mudah untuk memulai sesuatu yang baru, apalagi jika mengeluarkan sejumlah dana, belum tentu setiap bulannya semua kebutuhan terpenuhi.

Banyak sekali produk investasi yang beredar di masyarakat, seperti deposito, emas, reksadana, saham dan masih banyak lagi. Tidak menutup kemungkinan untuk memiliki lebih dari 2 produk. Tetapi sebelum membeli harus paham dengan alasan membelinya.

Dulu banyak yang berlomba-lomba membeli emas, berbondong-bondong membelinya saat harga turun, menjualnya kembali saat harga tinggi. Beranggapan jika memiliki emas batangan, akan menguntungkan di kemudian hari, dengan tujuan investasi untuk masa depan.

Setiap orang memiliki tujuan dalam hidupnya, seperti liburan, melanjutkan sekolah, menikah, pendidikan anak, dan lain sebagainya. Bagaimana caranya mencapai tujuan tersebut? Permasalahan dana tidak bisa dianggap mudah. Jika menabung dirasa belum mencukupi untuk meraih tujuan tersebut. Berinvestasi menjadi pilihan yang tepat. Kenali, pelajari dan ketahui juga risikonya.


Baca juga : Investasi Untuk Pemula.


Reksadana bisa menjadi pilihan tepat bagi pemula, karena dana yang dikeluarkan mulai dari 100 ribu rupiah. Memiliki 4 macam produk, reksadana pasar uan, campuran, pendapatan tetap dan reksadana saham. Sebelum memilih mana yang tepat untuk tujuanmu. Berikut 2 trik jitu yang perlu kamu ketahui.


1.Tentukan Profil Risiko Tujuan.



Semakin besar return, semakin besar pula risikonya. Banyak produk reksadana yang memiliki beragam risiko dan return. Risiko di sini adalah naik turunnya nilai investasi. Bagi pemula, sangat penting untuk mengetahui tujuan. Pemahamannya begini, semakin penting sebuah tujuan dan semakin pendek waktu yang tersedia untuk mencapainya, maka jadilah investor yang konservatif

Investor yang konservatif ini harus mencari alternatif investasi yang tak terlalu fluktuatif. Sebaliknya, semakin tidak mendesak suatu tujuan dan semakin panjang waktu untuk berinvestasi, maka investor memiliki banyak pilihan untuk memilih alternatif investasi yang lebih agresif.


2.Cocokan tujuan dengan produk reksadana.



Semakin rinci menjabarkan tujuan, semakin mudah menentukan mana produk yang cocok untuk meraih tujuan. Misalnya ingin berlibur ke Korea dalam waktu 3 tahun, maka pilihan produknya yang tidak fluktuatif, misalnya reksadana pasar uang. Begitu juga dengan jika memiliki tujuan yang ingin dicapai dalam waktu 10 tahun, yaitu dana pendidikan anak, bisa mencari produk yang agresif, seperti reksadana saham yang memiliki return tinggi.


Baca Juga : Reksadana Pasar Uang


Namun, tak hanya sampai di situ, harus menghitung berapa risiko yang akan diterima jika memilih konservatif atau agresif. Tak jarang jika setiap individu memiliki beberapa produk reksadana maupun investasi lainnya untuk memnimalkan risiko. Seperti halnya, tidak membeli semua telor dalam satu kerangjang, lebih baik membeli telor dalam kerangjang yang berbeda-beda. Jika ada satu keranjang yang jatuh dan telor pecah, masih ada keranjang yang lainnya.

Jadi, perhitungkan produk mana yang akan dibeli. Selamat menjadi investor, ya!

Posting Komentar

0 Komentar